Korupsi Pengadaan Kapal Segera ke Pengadilan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Korupsi Pengadaan Kapal Segera ke Pengadilan

AMBON, AE— Tidak lama lagi, kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal tangkap ikan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku akan memasuki babak baru. Kasus tersebut segera bergulir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

etelah empat berkas dilimpahkan dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan (tahap II), kini tinggal satu berkas yang masih di tangan penyidik. Berkas tersebut milik mantan Kepala DKP Maluku, Bastian Mainasy.

Empat berkas yang telah dilimpahkan dan siap disidangkan milik tersangka Benyamin Sutrahitu, Satum, Suratno Ramly dan Abdul Mutalib Latuconsina. Kini Jaksa Penuntut Umum (JPU) sementara menyusun dakwaan terhadap empat tersangka itu.

Demikian disampaikan Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada koran ini. “Setelah naik tahap penuntutan, selanjutnya JPU menyusun dakwaannya. Dakwaan itu nanti dipakai ketika kasus ini dilimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya.

Dalam menyusun dakwaan para tersangka, lanjut dia, akan mengacu pada BAP dan barang bukti yang kini telah berada di tangan JPU. Ditanya kapan dakwaan tersebut selesai disusun JPU, juru bicara Kejati Maluku itu belum dapat memastikannya.

“Belum tahu kapan selesai. Namun yang pasti, JPU akan melaksanakan tugasnya sesuai mekanisme hukum yang ada. Untuk itu, kami juga berharap agar kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, anggaran pengadaan dua kapal penangkap ikan berkapasitas 15 Gross Ton (GT) dan 30 GT di DKP Maluku ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2013. Nilai anggaran kedua kapal ini Rp 11 miliar lebih.

Berdasarkan hasil penyidikan, penyidik menemukan bahwa ada kekurangan volume pekerjaan yang menimbulkan kerugian negara.

Lima nama telah dibidik jaksa kemudian dijebloskan ke Rutan Klas II A Ambon. Mereka diantaranya, mantan Kapala Dinas DKP Maluku, Bastian Mainassy, Direktur PT Usaha Bahari, Benyamin Sutrahitu, dan Direktur PT Fibrit Fiber Glass, Suratno Ramly, Direktur PT Satum Manunggal, Satum, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Abdul Mutalib Latuconsina. (AFI)

Most Popular

To Top