Peralatan Latihan Rusak, Altet PON Maluku Dirumahkan – Ambon Ekspres
Olahraga

Peralatan Latihan Rusak, Altet PON Maluku Dirumahkan

Haurissa : KONI Maluku Belum Merespon Permintaan Kami

AMBON,AE-Kebingungan masih mendera para atlet ski air Maluku untuk mempersiapkan diri tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar) 2016 mendatang.

Semua atlet hingga pengurus terus mengeluh. Sebab, hingga kemarin peralatan yang mereka minta belum terpenuhi. Akibatnya, semua atlet yang telah dinyatakan lolos PON terpaksa dirumahkan karena tidak ada peralatan untuk latihan.

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Provinsi Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (Pengprov PSAWI) Maluku, Beni Salmon Haurissa memaparkan, setelah melakoni Pra PON di Danau Sunter Jakarta awal Oktober lalu, semua atlet langsung di kembalikan ke rumah masing-masing.

Mereka belum bisa latihan karena peralatan tidak ada, semuanya rusak dan tidak laik di pakai.’’ Sampai sekarang kami belum mendapatkan peralatan dari KONI Maluku. Padahal, kami (PSAWI Maluku) selaku induk olahraga ski air sudah mengajukan permintaan peralatan sejak beberapa bulan lalu,’’ terang Haurissa kepada Ambon Ekspres di Ambon, akhir pekan kemarin.

Biasanya, lanjut dia, atlet latihan menggunakan peratalan yang sudah tidak laik lagi.’’ Beberapa alat latihan yang dibutuhkan di antaranya adalah papan ski, baju jumping, sped boad hingga mesin,’’ jelasnya.’’ Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena semua peralatan sudah rusak. Mau gimana lagi, saya terpaksa mogok latihan untuk sementara sambil menunggu peralatan,’’ sambung dia.

Menurut Haurissa, bantuan alat itu sangat penting agar atlet bisa memaksimalkan latihan sehingga target meraih medali di PON bisa tercapai.’’ Waktu menuju PON sudah semakin dekat. Kalau KONI Maluku tak mampu mencari jalan keluar atas persoalan ini, maka persiapan altet menuju PON akan berantakan,’’ katanya.

Bukan hanya itu, kata dia, selain peralatan, pihaknya juga terkendala biaya akomodasi latihan. Rencana para atlet berlatih tiga kali dalam sepekan pun urung dilakukan. Penyebabnya adalah biaya untuk pembelian bahan bakar tidak ada.

’’ Untuk satu kali latihan setidaknya dibutuhkan Rp 300 ribu rupiah untuk membeli bahan bakar. Awalnya kami bisa mengatasinya, namun seiring berjalannya waktu, kami sudah tak sanggup lagi karena biaya itu dari kantong pribadi.

Semoga para pengambil keputusan yang ada di bilik KONI Maluku bisa mendengar keluhan kami sehingga persoalan ini bisa diselesaikan,’’ harap dia.

Pensiunan Dinan PU Maluku ini menuturkan, ski air memang menjadi salah satu cabor non unggulan. Meski begitu, pihaknya telah menunjukkan kepada publik Maluku terlebih KONI Maluku bahwa mereka mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain.

’’ Kami berangkatkan atlet ke Pra PON dengan penuh keterbatasan, tapi kekurangan itu membuat mereka lebih termotivasi dan puji Tuhan ada empat atlet yang berhasil lolos ke PON Jabar. Ini pencapaian yang sungguh luar biasa,’’ tuturnya.

Untuk itu, Haurissa mendesak agar KONI Maluku segera memberikan peralatan latihan yang mereka butuhkan.’’ Jujur, kami cukup kecewa dengan hal ini. Saya sudah menyerah karena usulan untuk pengadaan peralatan latihan berulangkali saya sampaikan ke KONI Maluku. Tapi hasilnya nihil,’’ imbuh dia. (ZAL)

Most Popular

To Top