Walikota Terkejut, Warga Mulai Panik – Ambon Ekspres
Trending

Walikota Terkejut, Warga Mulai Panik

AMBON,AE— Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Enrico Matitaputty mengungkapkan, seluruh wilayah di Kota Ambon, rawan terjadi kebakaran. Pemerintah Kota Ambon kini membangun koordinasi dengan pihak terkait dan menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kondisi lingkungan.

Kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang minim beberapa waktu belakangan ini. Menurut data yang diterima BPBD, jarak pandang di Kota Ambon hanya mencapai 4 km hingga 5 km. Sementara terkait dengan kualitas udara akibat kabut asap di Kota Ambon, Enrico belum mengetahui pasti. Namun  kabut asap dapat berdampak buruk bagi kesehatan.  “Sudah pasti kabut asap berpengaruh pada kesehatan. Sehingga, jika pekat maka akan dibagikan masker oleh Dinas Kesehatan kepada masyarakat,” kata Enrico kepada koran ini, Senin (19/10).

Selain itu, BPBD Kota Ambon terus berupaya memantau kondisi kabut asap yang ada di Ambon. Mengingat, pada Jumat pekan kemarin, terjadi kebakaran hutan di Lateri. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bencana yang terjadi.“Selain membagi selebaran, kami juga akan lakukan penyuluhan di gereja dan masjid. Hal ini dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada koran ini mengungkapkan, kaget melihat kondisi kota Ambon yang  beberapa hari terakhir diselimuti kabut asap. “Kemarin ketika di Bandara Pattimura, sama sekali kita tidak bisa memandang ke pusat Kota Ambon karena diselimuti asap,” katanya.

Karena itu, Pemerintah kota Ambon, langsung melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait guna mengantisipasi kabut asap. Misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kesehatan, serta beberapa dinas lain, guna membicarakan hal tersebut.“Saya sudah adakan rapat koordinasi untuk membahas hal ini dengan instansi-instansi terkait guna mengantisipasi kabut asap ini, “jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Ambon ini berharap, agar kabupaten yang langsung terjadi sumber bencana, harus lebih maksimal dalam mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas. Pasalnya, akibat dari kebakaran hutan yang terjadi di Seram Utara, serta pengaruh arah angin, sehingga asap terbawa hingga ke Kota Ambon.

Selain di Seram Utara, lanjut dia, asap juga berasal dari kebakaran hutan yang terjadi di Papua Selatan, Aru dan juga negara tetangga Asutralia. Akibat arah angin, mengakibatkan asap tersebut terbawa hingga ke Kota Ambon.

Selain itu, Louhenapessy juga telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Ambon untuk menyediakan masker. Hal tersebut dilakukan apabila kabut asap bertambah parah dan berdampak pada kesehatan, maka masker akan dibagikan kepada masyarakat.

“Seluruh puskesmas disiagakan. Jika ada laporan dari masyarakat yang sakit akibat terkena asap, maka dilaporkan kepada pemerintah, agar langkah selanjutnya diambil. Yakni dalam bentuk pembagian masker kepada masyarakat,” kata dia.

Di tempat terpisah Staf Prakirawan Cuaca Badan Meteorology Klimatologi dan Geofisika, Stasiun pattimura Ambon, Rion S Salman menjelaskan  untuk wilayah Maluku, masih sangat sulit terjadinya hujan. Hal itu dikarenakan  menguatnya fenomena elnino yang mengakibatkan berkurangnya curah hujan pada wilayah Maluku, dengan demikian asap yang merupakan pertikel kering di atmosfer tidak mudah untuk menghilang.

“Kebakaran hutan tidak hanya terjadi pada wilayah Australia Bagian utara dan Merauke Papua Bagian selatan, namun kebakaran hutan pun terjadi pada beberapa wilayah Maluku seperti, Pulau Seram, Pulau Buru, Kepulauan Kai dan Kepulauan Aru,” jelasnya.

Rion mengaku, sesuai dengan prakiraan yang telah dibuat oleh syament Pattimura Ambon, pertengahan Maret lalu bertepatan dengan melemahnya atmosfernya elnino. “Atmosfer ini bisa berubah dengan cepat sesuai dengan rangsangan alam yang didapat, akibatnya seperti ini. Namun inilah yang perlu untuk kita waspadai bersama atas kondisi alam yang ada,” pesannya.

Warga juga mulai mengeluh. “Mungkin saat ini belum. Tetapi kalau dengan kondisi seperti ini, lama-kelamaan bisa berpengaruh terhadap gangguan kesehatan kami. Pemerintah harus segara turun tangan, melihat persoalan ini,” kata Ny Mece, salah satu warga kota Ambon kepada koran ini, Senin kemarin.

Menurutnya, rasa kekhawatiran ini mulai timbul setelah melihat kondisi kabut asap yang terjadi selama dua hari terakhir ini. “Jangan dianggap hal sepele. Kalau sesuai pernyataan pihak BMKG, hal ini akan terus terjadi sepanjang itu masih ada kebakaran di dua wilayah itu. Bagaimana dengan nasib kita disini (Ambon red). Kami berharap agar pemerintah kota, Provinsi dan pusat untuk jangan diam. Haruskah kita seperti daerah lain. Tidak bisa dong,” tukasnya. (AFI/AHA)

Most Popular

To Top