Warga Tutup PT Nusa Ina – Ambon Ekspres
Trending

Warga Tutup PT Nusa Ina

MASOHI,AE— Warga Negeri Latea Kecamatan Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya menutup paksa seluruh aktifitas PT Nusa Ina pada lahan usaha II, Senin (19/10). Ini dilakukan menyusul belum satupun komitmen perusahaan dengan warga setempat terealisasi. Klimaksnya adalah, saat perusahaan menunggak pembayaran gaji karyawan yang saat ini memasuki bulan ke lima.

Aksi penutupan semua aktifitas PT Nusa Ina dilakukan terhadap kantor dan semua fasilitas perusahaan di wilayah tersebut secara fisik yang kemudian dituntaskan melalui prosesi adat. “Pagi tadi, seluruh aktifitas PT Nusaina sudah tidak berjalan. Warga yang geram dengan janji-janji palsu perusahaan menutup secara paksa semua aktifitas perusahaan. Wilayah kerja Nusa Ina juga ditutup dengan sasi adat,” ungkap Anggota DPRD Maluku Tengah La Taslim.

Aksi penutupan, sebetulnya tidak dilakukan bila perusahaan  yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit ini tidak acuh dengan hak-hak masyarakat setempat. Utamanya menyangkut gaji karyawan. “Gaji pekerja yang utamanya adalah warga setempat ditunggak perusahaan hingga 4 bulan. Dari situ warga marah karena kewajiban perusahaan berupa sewa lahan dan uang bagi hasil panen perkebunan juga belum ditunaikan perusahaan hingga saat ini,” bebernya.

Untuk memastikan perusahaan tidak  melaksanakan aktifitas  apapun selama hak-hak warga belum ditunaikan, hingga kini  kelompok masayarakat masih menduduki lokasi perusahaan. Mereka berjaga-jaga. “Warga memblokir jalan masih wilayah perkebunan dan perkantoran PT Nusa Ina. Dengan kayu dan bambu runcing, warga berjaga-jaga di lokasi perusahaan,” beber Taslim.

Terkait kondisi yang tejadi, Wakil Rakyat dari daerah pemilihan IV (Seram Utara, Seram Utara TImur Kobi dan Seram Utara Timur Seti) ini berharap pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam hal ini bupati Tuasikal Abua, tidak tinggal diam namun dapat mengupayakan berbagai langkah agar hak-hak warga dapat direalisasikan.
Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua yang dihubungi tadi malam, mengaku sudah mendapatkan laporan soal tunggakan gaji karyawaan oleh PT Nusa Ina. “Ini kan melanggar komitmen. Orang sudah bekerja, tapi tidak dibayar. Salah, dan melanggar aturan,” kata dia.

Dia sudah sejak beberapa waktu lalu meminta Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Maluku Tengah, mengidentifikasi kebenaran tunggakan gaji, termasuk penyebab tunggakan tersebut. Namun, dia menjelaskan soal penyebab tunggakan. “Itu urusan internal lah. Tapi gaji orang yang dipekerjakan harus dibayar dong,”  tandas dia.
Dari hasil identifikasi Disnakertrans, bupati telah menyurati pihak perusahaan untuk menyelesaikan segala kewajiban mereka dengan karyawan agar tidak menimbulkan masalah. “Saya sudah menyurati. Dan ini realisasi janji saya untuk menyelesaikan masalah ini, agar kedua belah pihak tidak dirugikan,” pungkas bupati. (MYX)

Most Popular

To Top