Banyak Janji Ketua Pansus – Ambon Ekspres
Trending

Banyak Janji Ketua Pansus

AMBON, AE— Berkali direncanakan, selalu gagal. Rencana  rapat lanjutan Panitia khusus (Pansus) yang dibentuk DPRD Maluku untuk mengusut sejumlah kasus yang melilit bank Maluku belum juga terwujud. Kali ini, para wakil rakyat menjadikan kebakaran hutan di Pulau Seram sebagai alasan molornya agenda pembahasan kasus di bank plat merah itu.

Sebelumnya rapat panitia  adhoc itu tertunda  lantaran pertengkaran antara ketua Pansus Edwin Huwae dan wakilnya Richarad Rahakbauw. Setelah keduanya berdamai, Pansus belum juga berlanjut. Alasannya, DPRD  masih fokus menyelesaikan sejumlah agenda yang berkaitan dengan penganggaran pemerintah daerah serta pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional ke-XI di kota Ambon.  Sehingga, pimpinan DPRD memasang rencana,  kembali bekerja  dalam pekan kedua bulan September lalu.

Ketua DPRD Maluku sekaligus ketua Pansus Bank Maluku, Edwin Huwae memilih berhati-hati, setelah pertengkarannya dengan Richard Rahakbauw untuk mengagendakan pansus. Harus ada penyesuaian agenda kerja DPRD.  Namun, hingga saat ini, pansus belum menggelar sidang lanjutan juga.

Saat Ambon Ekspres mengkonfirmasinya kembali, Edwin Huwae mengakui Pansus belum menggelar rapat lanjutan. Alasannya, DPRD masih fokus pada masalah kebakaran di wilayah Seram Utara, kabupaten Maluku Tengah.
“Sebenarnya kita rencana untuk Minggu ini harus rapat Pansus, tapi kemarin (pekan kemarin) waktu kita rapat koordinasi, teman-teman DPRD,  kita turun untuk memantau kebakaran hutan di Seram Utara. Karena sudah hampir lima ratus jiwa masyarakat di sana yang terlantar karena kelaparan karena tidak tertangani dengan baik,”katanya.

Namun Huwae memastikan,  Pansus yang telah menjadi   agenda resmi di DPRD itu  tidak bisa dihilangkan begitu saja. Tetap akan dilanjutkan dalam kerja-kerja  pansus. Tapi, selain masalah kebakaran hutan, juga  mengingat agenda yang mendesak di DPRD berkaitan dengan APBD perubahan, DPRD akan mengatur jadwal secara baik.

Sehingga, lanjutnya pada, Senin (19/10), pimpinan DPRD juga kembali menggelar  rapat dengan tim anggaran pemerintah daerah. Hasilnya,  diputuskan bahwa  rapat Pansus dan rapat pembahasan APBD Perubahan harus ditunda untuk memberikan kesempatan kepada seluruh SKPD, memberikan perhatian kepada kebakaran di  pulau Seram itu.

“Pansus tetap kita lanjutkan. Setelah agenda (pantauan kebakaran dan APBD-P) itu, kita akan rapat lagi. Kita sebagai lembaga politik, akan membuat rekomendasi tentang hasil kerja Pansus, kepada semua pihak. Termasuk kepada lembaga penegak hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, aparat kepolisian diminta untuk memanggil semua pihak yang berkitan dalam kasus dugaan pencemaran nama baik kepala divisi  sentra Bank Maluku, Petro Rudolf Tentua untuk diminati keterangan, terutama komisaris bank Maluku Isak Aleksander Saimima, yang meminta sisa uang pembelian  gedung kantor bank Maluku cabang Surabaya  sebesar  Rp9 milyar.

“ Harus dipangil semuanya.  Kalau tidak, kemungkinan  saya mempersiapkan gugatan kepada Bank Maluku. Karena ada indikasi, Isak Saimima sebagai komisaris,  membawa nama pemerintah, dalam hal ini geburnur untuk meminta pengembalian dana. Dan permintaan itu tidak tepat kalau dilakukan oleh saudara, Pedro,” kata Made Rahman Marabessy, kuasa hukum  Petro Rudolf  Tentua, kemarin.

Pihaknya akan serius mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Polisi harus profesional dalam bekerja, menangani kasus ini. Sebab, menyangkut nama baik orang. “Jadi kita tidak boleh main-main. Walaupun ini asset pemerintah,”tegasnya.

Menyoal koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memamtau perkembangan kasus tersebut Marasabessy mengakui, itu belum dilakukan oleh pihaknya. Masih terlalu dini. Namun, tetap akan dipantau, baik secara langsung maupun tidak langsung. (MAN)

Most Popular

To Top