CV Sedap Malam Bakal Disomasi – Ambon Ekspres
Metro Manise

CV Sedap Malam Bakal Disomasi

AMBON, AE— CV Sedap Malam dinilai tidak membayar pesangon buruh atas nama Acim Ibrahim sesuai peraturan perundang-undangan. Acim telah bekerja beberapa tahun terakhir hingga kemudian sakit dan meninggal dunia. Namun perusahaan tempatnya bekerja tidak membayar pesangonnya sesuai peraturan undang-undang.

Ketua KSBSI Maluku, Yeheskel Haurissa kepada wartawan mengatakan, pembayaran pesangan kepada alamrhum Acim Ibrahim yang bekerja di CV Sedap Malam atau yang saat ini lebih dikenal dengan CV Sumber Air Mutiara harus sesuai undang-undang. Menurut dia, berdasarkan perhitungan, semestinya keluaraga almarhum mendapatkan pesangon sebesar Rp 8 juta. Namun yang terjadi malah perusahaan tidak membayar sesuai dengan perintah undang-undang. ‘’Jadi almarhum ini berkerja sejak tahun 2007 sampai 2013 namun kemudian berhenti atas kemauan sendiri. Dan setelah itu dia kembali bekerja di perusahaan itu tahun 2014 sampai sakit dan meninggal pada September 2015 kemarin,” jelas Haurissa.

Menurutnya, sejak almarhum mengalami sakit, pihak perusahaan tidak membayar biaya rumah sakit hinggal almarhum meninggal dunia. “Karena tidak didaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan maka kemudian selama Pak Acim ini sakit hingga meninggal, pihak perusahaan tidak pernah membayar biaya rumah sakit,” katanya.

Setelah meninggal, pihak perusahaan memberikan uang kepada keluarga almarhum yang diterima langsung oleh sang isterinya, Wa Yati Tahir sebesar Rp 5 juta dengan mengaku sebagai uang kematian.

Dikatakan, uang kematian sesuai amanat UU Ketenagakerjaan itu diluar uang pesangon. “Nah jika dihitung uang pesangon, yang harus dibayar oleh pihak perusahaan sesuai perintah UU kepada keluarga almarhum itu sebesar Rp 8 juta. Diluar uang kematian itu. Namun setelah saya diberi kuasa oleh pihak keluaraga untuk mengurusi hal itu. Dan kemudian setelah saya berkoordinasi dengan pihak perusahaan maka perusahaan siap membayar pesangon tersebut,” tuturnya.

Namun bukan membayar sesuai kesepakatan tersebut, akan tetapi lanjut dia, perusahaan akan melakukan pemotongan terhadap uang Rp 5 juta yang telah diberikan kepada isteri almarhum, yang saat itu diakui sebagai uang kematian. “Ini yang menurut kami sangat keliru. Dan tidak sesuai dengan amanat UU. Karena amanat UU itu sudah sangat jelas, yang mana uang kematian itu diluar uang pesangon. Olehnya itu saya akan layangkan somasi kepada pihak perusahaan,” tegasnya.

Dia meminta kepada pihak Disnakertrans Maluku untuk mengevaluasi perusahaan seperti ini. “Kalau seperti ini maka sudah menjadi tanggungjawab pihak Disnakertrans untuk segara menindak tegas perusahaan semacam ini. Bila perlu sampai pada tingkat pencabutan izin karena yang mereka lakukan terhadap buruh tidak sesuai dengan amant UU,” pintahnya. (AHA)

Most Popular

To Top