Kunci Keberhasilan Sharon Hanya Doa – Ambon Ekspres
Trending

Kunci Keberhasilan Sharon Hanya Doa

Sang Juara Dunia Karate Disambut Bak Pahlawan

Satu bulan meninggalkan kota berjuluk manise,  mengikuti karantina di Jakarta hingga kejuaraan International Banzai Cup Open Karate Championship 2015, di Berlin, Jerman. Akhirnya Sharon Ririhena siswi SMA Kartika XIII-1 Ambon, perwakilan Maluku untuk Indonesia kembali menapakan kaki membawa kado istimewa bagi Maluku sebagai juara dunia karate -59 Kg.

Jalan Patimura dan Ahmad Yani, pukul 09.00 WIT, Jumat (16/10) sedikit dibikin sibuk. Arus lalulintas dari beberapa arah di kawasan itu disekat petugas lalu lintas. Di bahu jalan berdiri tegak jejeran pagar betis siswa sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA, menambah meriah penyambutan Sharon Ririhena yang tida di bandara Patimura Ambon, dengan pesawat Batik Air pagi.

Jauh di pangkal jalan Pattimura, suara riuh marcin band persembahan siswa SMA 1 Ambon berbaur dengan pengeras suara dari mobil pemerintah, memecah keheningan suasana pagi hari yang semakin ramai dengan aktifitas warga.

”Saudara-saudari masyarakat Kota Ambon, mari kita sambut juara dunia kita, Sharon Ririhena yang telah kembali ke kota Ambon, dengan membawa medali emas pada  kejuaraan International Banzai Cup Open Karate Championship 2015, di jerman,” teriak salah satu pegawai dari dalam mobil melalui pengeras suara itu.

Sesekali para siswa yang tidak sabar melihat sosok Sharon, berlari bertukar tempat menyeberang jalan. Mereka tampak antusias menyambut Sharon dan rombongan yang perlahan mendekat, Sharon. “Sharon selamat, sukses selalu Sharon,” teriak salah satu siswa melihat Sharon dengan tropi yang dikepalnya menampakan diri besama rombongan.

Sharon dengan menggunakan kostum biru dan dua buah kalung bunga dilehernya tidak henti-hentinya menebar seyum lebar kepada semua orang yang menantinya. Sharon yang diapit oleh ibunya dan ketua kontingen, beberapa kali terlihat mengangkat trofi juaranya sambil berjalan membelah kerumunan massa.

Suara penyemangat memberikan apresiasi dari para siswa sekolah dan masyarakat terus bersahutan mengiringi langkah Sharon, sampai di pelataran kantor dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku di jalan Ahmad Yani, tempat acara penyambutan.

Di titik ini, Sharon sudah di tunggu banyak orang, yang menantikan acara penyambutan secara resmi. Sontak sorak warga dan suara kendaraan perlahan menghilang dari pendengaran. Sharon yang masih memancarkan senyum kebahagiaan langsung mengambil tempat yang disediakan, diantara wakil Gubernur Maluku Dr Zeth sahubura dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku M Saleh Thio.

Dalam kesempatan itu, Sharon mengungkapkan rasa kebahagiaan yang besar sebagai juara dunia mewakili negara. “Saya sangat senang dan bangga bisa membahagiakan kedua orang tua saya dan membawa pulang piala untuk mereka dan Maluku,” tuturnya. Rasa terima kasih atas semua dukungan yang diberikan, baik orang tua, guru, pelatih, pemerintah dan masyarakat Maluku, Sharon lontarkan dalam acara itu.

“ Terima kasih untuk semua, terutama orang tua, guru, pelatih pemerintah serta semua yang ada, tanpa dukungan dan doa kalian belum tentu saya bisa menjadi juara dan berdiri di sini,” kata Sharon. Semua yang diraih, tambah Sharon tidak lepas dari kuasa dan penyertaan Tuhan,” Saya hanya berpesan, jadilah orang yang berprestasi, yang membanggakan kedua orang tua, jangan pernah sombong dan selalu mengandalkan Tuhan,” pesannya.

Kadis Pendidikan M Saleh Thio mengatakan, prestasi dunia yang untuk sekian kalinya diraih oleh anak Maluku, termasuk Sharon menunjukan bahwa Maluku memiliki segudang atlit yang berbakat, baik tingkat nasional maupun internasional.” Ukiran sejarah hari ini menunjukan bahwa prestasi pendidikan di Maluku tidak berada pada suasana yang statis, tetapi terus berjalan pada dinamika yang dapat mensejajarkan Maluku dengan daerah lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Thio mengatakan, tuntutan pendidikan bukan saja sebatas ilmu mata pelajaran di kelas, tetapi diharapkan semua peserta didik dapat memberikan sebuah prestasi yang terbaik, seperti yang di torehkan oleh Sharon saat ini.” Prestasi yang diraih oleh adik kita Sharon ini, menjadi gambaran bagi kemajuan pembangunan pendidikan di Maluku. Karena itu saya harapkan guru di sekolah harus mendorong siswa untuk bisa berprestasi di kelas dan menjadi juara lapangan,” tandasnya.

Thio juga menyampaikan, apresiasi terhadap pencapaian juara dunia yang diraih Sharon. ”Kami sangat gembira sekali dan berterima kasih atas prestasi yang dimiliki Sharon. Semoga ini menjadi motifasi kepada semua anak didik, untuk lebih gigih meraih prestasi,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, wakil gubernur Maluku, disela-sela acara penyambutan itu, mengatakan majunya sebuah bangsa dan daerah salah satunya diukur dengan prestasi olahraga, seperti yang telah ditunjukan Maluku.

“Prestasi olahraga sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa, dan Maluku telah menjadi bagain dari memajukan bangsa,” katanya. Kerja keras, terutama peran para pelatih dalam memberikan yang terbaik bagi atlit, sangat penting dalam melahirkan atlit yang berprestasi, baik di tingkat nasional maupun dunia.

”Jadi saya kira patut kita berikan apresiasi yang tinggi kepada para pelatih yang sudah membimbing atlit kita,” ujarnya.

Sahuburua yang juga menjabat ketua lembaga karate Indonesia (Lemkari) mengatakan pihaknya, akan terus melakukan pembinaan yang lebih terprogram. ”Bila kita lihat catatan sejarah karate kita, sudah banyak prestasi internasional yang kita capai. Sebut saja Marlin Entamoni yang meraih medali perak di Denmark tahun 2009, kemudian Aliando Pesiwarissa, juara dunia karate junior di Swiss tahun 2014, dan Sharon kembali meraih juara dunia di Jerman,” sebutnya.

Sharon mendapat bonus sebesar rP15 juta dari Dinas pendidikan Provinsi Maluku dan P10 juta dari Wakil gubernur Maluku, serta beasiswa selama sekolah di SMA dan S1 hingga selesai.
beberapa teman sekelas Sharon yang ditemui mengatakan bangga atas prestasi Sharon yang telah mengharumkan nama sekolah Kartika.” Tentunya sebagai teman, kami juga bangga Sharon bisa menjadi juara dunia dan menjadi kebanggaan teman-teman, dan semua yang ada di sekolah kartika,” tutur ketua kelas Sharon, Linus Luturmas.

Sejak bersekolah di SMA Kartika, Sharon sudah banyak mengikuti berbagai kejuaraan karate.” dia (Sharon) memang anak yang berprestasi karena sering mengikuti kejuaraan. Kadang bila dia tidak ada di kelas kami merasa sepi,” ujarnya.

Selain berprestasi, Sharon juga menjadi teman yang sudi membatu sesama siswa di sekolah,” Sharon sangat baik, dan tidak sombong. Apapun kesusahan teman-teman, dia dengan senang hati membantu,” kata teman sharon yang lain, Yusuf Martehens.

Kepala sekolah SMA Kartika PJ Saia turut bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya. ”Tentunya kami sangat bangga dengan prestasi Sharon,” katanya. Semua siswa di sekolah, kata saia, mendapat kesempatan yang sama dalam menekuni ketrampilah yang dimiliki.

”Kami guru selalu memberikan ruang untuk siswa yang ingin berprestasi sesuai kemampuannya, bukan saja Sharon tetapi semua siswa yang ada. Sehingga kedepan banyak siswa yang juga bisa seperti Sharon,” pungkasnya.(***)

Most Popular

To Top