Tua Bangka Cabuli ABG – Ambon Ekspres
Metro Manise

Tua Bangka Cabuli ABG

AMBON, AE— Andrias Paays (51) ditangkap polisi. Ini setelah dia dilaporkan mencabuli Anak Baru Gede (ABG) yang masih duduk di bangku SMA.

Andrias diketahui merupakan salah satu warga yang mendiami kawasan Desa Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon. Dia mencabuli pelajar putri berusia 17 tahun ini pada Juli 2015 lalu. Tercatat sudah dua kali lelaki paruh baya itu mencabuli korban.

Informasi Ambon Ekspres di Mapolres Ambon menyebutkan, aksi bejat pelaku ini dilakukan saat kedua orang tua korban tidak di rumah. Kejadian pertama kali berawal ketika korban sedang menimba air minum di rumah pelaku. Entah setan apa yang merasuki otak pelaku, dari arah belakang pelaku langsung memegang buah dada korban.

Korban yang lugu tak berani menentang aksi pelaku terhadap dirinya. Keesokan harinya, korban yang sedang berada di rumahnya didatangi pelaku. Pelaku mengajak korban bercerita.

Akal bulusnya, mulai dilancarkan. Dia kemudiaan menggoda dan merayu korban. Ternyata tindakan pelaku ini berhasil meluluhkan korban. Pelaku lantas mencabuli korban. Usai melakukan aksi cabulnya, pelaku kemudian memberikan sejumlah uang kepada korban. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun.

Kasubbag Humas Polres Ambon, Iptu Meity Jacobus kepada wartawan mengatakan, perbuatan bejat pelaku ini sudah berulang kali dilakukan. “Sudah berulang kali pelaku melakukan aksi bejat itu. Informasinya sudah lebih dari 10 kali. Pelaku mengancam korban untuk tidak membeberkan apa yang sudah dilakukan kepada orang tua korban. Setelah melakukan aksinya itu korban sering diberikan uang,” ungkap Meity, Selasa (20/10).

Mety menjelaskan, kasus asusila ini terbongkar setelah korban tidak tahan dengan tindakan pelaku. Korban kemudian memberanikan diri untuk memberitahukan tindakan pelaku kepada keluarganya. ”Setelah beberapa waktu, korban akhirnya menceritakan apa yang dilakukan pelaku itu kepada orang tuanya,” tuturnya.

Mendengar penuturan korban, pihak keluarga naik pitam, Tidak terima dengan apa yang pelaku lakukan, mereka kemudian melaporkan pelaku ke polisi. “Kasus ini dilaporkan dini hari tadi (kemarin, red) sekira pukul 02.00 WIT,” ucap Meity.

Setelah menerima laporan, polisi langsung bergerak cepat dengan mendatangai rumah dan mengamankan pelaku. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Ambon. Dia langsung diperiksa  intensif oleh polisi. ”Pelaku langsung diamankan polisi setelah kasus ini dilaporkan. Dia diamankan dirumahnya di Hatalai sekitar pukul 06.00 WTI,” imbuhya.

Dalam pemeriksaan, kata dia, pelaku juga sudah mengakui perbuatannya. Dia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersbut. ”Pelaku sudah mengakui perbuatannya saat diperiksa penyidik sehingga langsung ditetapkan sebagai tersangka. Dia sudah dijebloskan ke dalam tahanan untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif atas kasus ini,” tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 82 UU RI No 35 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak jo pasal 290 KUHP. ”Ancaman hukumannya penjara selama 15 tahun,” tegasnya. (ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!