Lucky atau Poli, Pilihan PDIP – Ambon Ekspres
Trending

Lucky atau Poli, Pilihan PDIP

Untuk Pertarungan Pilwakot 2017

AMBON,AE— Diantara sekian kader PDIP yang disiapkan untuk bertarung pada pemilihan Walikota Ambon 2017, sejumlah kalangan menilai Lucky Wattimury yang bisa bersaing melawan Walikota saat ini, Richard Louhenapessy. Lucky unggul dari aspek electoral, namun masih kurang dari finansial politik.

Analisis politik, Almudatsir Sangadji kepada Ambon Ekspres via telepon, Rabu (21/10), mengatakan, kekuatan electoral Lucky sudah terpancar pada pemilu 2015. Dimana, Lucky keluar sebagai calon anggota legislatif DPRD provinsi Maluku daerah pemilihan kota Ambon.

“Pilihan itu ada di Lucky. Sebab, dari aspek elektoral, dia cukup kuat. Pada pemilu 2014, dia termasuk caleg dengan peraih suara terbanyak. Kemudian dia pernah maju pada Pilwakot Ambon sebelumnya,”kata Almudatsir.

Lucky kata dia, merupakan kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Maluku yang kuat diakar rumput. ”Saya kira pak Lucky kuat pada level akar rumput di AMGPM. Karena dia itu aktivis AMGPM,” ungkapnya.

Namun, menurut dia, jika PDIP tidak mendorong kader, kemungkinan besar Polly Kastanya yang akan diusung. Selain hubungan emosional PDIP, Polly juga punya peluang yang kuat sebagai pemenangan bila disandingkan dengan calon wakil yang mempuni.

“Karena pertama, dia sudah teruji pada Pilwakot 2011, dimana berhasil memperoleh suara banyak kedua meski dengan partai gurem. Kedua, jika dia diusung PDIP, maka saya kira dengan muda disosialisasikan, karena punya suasana kebathinan dengan simpatisan PDIP di kota Ambon,” paparnya.

Pendapat berbeda disampaikan pengamat politik Universitas Pattimura, Jen Latuconsina, yang menyatakan, yang bisa bersaing dan melawan Richard Louhenapessy pada Pilwakot hanyalah ketua DPD PDIP Maluku, Edwin Huwae.
“Sebenarnya yang punya kans besar itu Edwin Huwae. Sebab dia memiliki kapasitas yang sangat optimal untuk mendepak Richard Louhenapessy ketimbang figur PDIP lain. Edwin itu figur muda masa depan Ambon, dan bahkan Maluku,” kata Jen.

Hanya saja, pilihan itu sangat sulit. Pasalnya, orientasi Edwin juga ada pada Pilkada kabupaten Maluku Tengah 2019, bukan Pilwalkot.”Tapi sayangnya dia kan tidak mempersiapkan diri untuk Pilwalkot, tapi untuk Pilgub Maluku 2019 mendatang,” tulisnya.

Olehnya itu, lanjut dia, kemungkinan PDIP mengusung kader pada Pilwalkot sangat sulit. Justru kata dia, bisa saja partai pimpinan Megawati Sorekarnoputri itu mengusung kader eksternal.

“Mereka akan berkoalisi mendukung Louhenapessy. Pasalnya elektebilitas kader mereka selain Huwae, belum bisa menandingi Louhenapessy. Artinya, meski mereka memaksakan diri untuk bertarung dalam pilwalkot, juga tetap kalah. Karena itu saya kira, PDIP akan mengusung calon eksternal,” kilahnya.

Soal empat nama yang sempat disebutkan, yakni Lucky Wattimury, Jafri tahitu, dan James Maatita, kata Jen, merupakan hal wajar bagi partai manapun untuk mempromosikan kandidat. Namun, empat orang itu akan berpikir ulang tentang status mereka saat ini sebagai anggota DPRD.

“Sebagai partai, tentu PDIP perlu menyatakan sikap demikian karena itu bagian dari proses sosialiasi untuk penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota. Namun mereka tentu harus memaksimalkan mesin partai, kapasitas modal ekonomi dan kapasitas modal politik untuk maju bertarung. Kemudian mereka juga akan pikir-pikir untuk maju bertarung dalam pilwalkot, karena harus mundur permanen dari anggota DPRD kota Ambon,”jelasnya.

Sementara itu, Hendrik Sahureka, salah satu kader yang disebut juga sebagai calon walikota, mengaku, belum menentukan sikap. ”Sampai sekarang saya belum berfikir atau berkeinginan untuk maju dalam Pilkada Kota Ambon,” katanya.

Fungsionaris DPD PDIP provinsi Maluku, Noverson Hukunala, mengatakan, tidak ada skala prioritas dalam pencalonan kader PDIP sebagai walikota maupun wakil walikota. Kata dia, yang menjadi ukuran adalah hasil survei internal terhadap elektabilitas kader. “Kalau kader yang punya elektabilitas tinggi dan diterima oleh masyarakat, dialah yang akan diusung,”kata Noverson.

Dia juga membantah soal pendapat sejumlah kalangan jika PDIP takkan mengusung calon sendiri. Sebagai partai pemenangan secara nasional, dan kota Ambon khususnya pada pemilu 2014, PDIP tetap bertarung pada Pilwalkot Ambon 2017.

“Masa partai pemenang pemilu tidak mencalonkan kadernya pada Pilwalkot nanti. Kita tetap maju dengan posisi calon walikota Ambon. Kader kita banyak kok,” tandasnya via telepon.

Seperti diberitakan sebelumnya, PDIP telah menyiapkan sejumlah nama untuk menjadi calon walikota Ambon , diantaranya sekretaris DPD PDIP Maluku Lucky Wattimury, wakil ketua bidang pemenangan pemilu (Bapilu) DPD PDIP Maluku  Thobyhend Sahureka. ketua DPC PDIP kota Ambon James Matita, dan sekretaris DPC PDIP kota Ambon  Jafry Taihuttu.PDIP akan menentukan sikap setelah proses internal, terutama survei selesai dilakukan.
(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!