Pemilih 50 Ribu, Dana Dicari Sendiri – Ambon Ekspres
Trending

Pemilih 50 Ribu, Dana Dicari Sendiri

AMBON,AE— Perhelatan politik Batumerah satu, mulai memasuki babak baru setelah panitia pemilihan raja, Negeri Batumerah Kecamtan Sirimau, Kota Ambon, menggelar rapat pleno penjaringan dan pembukaan pendaftaran bakal calon raja, kemarin (21/10). Dipastikan kelima bakal calon yang digadang-gadang akan bertarung dalam suksesi itu, segera mendaftarkan diri ke panitia setelah pengambilan formulir pendaftaran saat pleno tersebut.

Dari pantauan Ambon Ekspres, rapat pleno yang menghadirkan semua bakal calon dari soa parentah, dewan saniri, tokoh masyarakat dan panitia pilraja, berlangsung secara terbuka dan dikawal ketat aparat keamanan. Dalam rapat pleno tersebut Ketua Panitia Pilraja Batumerah Irsal Lisaholet, mengatakan suksesi pemilihan raja merupakan keinginan dan amanah masyarakat yang diberikan kepada panitia untuk menyelenggarakan pemilihan hingga terpilihnya raja devinitif.

Lisaholet mengatakan, dalam rapat pleno, kelima soa parentah telah mengambil formulir pendaftaran, sebagai persyaratan pendaftaran calon raja. “Allhamdulilah, rapat pleno penjaringan dan pembukaan pendaftaran sudah dilaksanakan, dan ke lima soa parentah telah diberikan kesempatan untuk mengambil formulir dan selanjutnya akan dikembalikan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Lisaholet usai rapat pleno.

Dikatakan, sejak pembentukan panitia hingga tahapan pembukaan pendaftaran, belum ada kendala  yang dihadapi oleh panitia. “Panitia berjalan sesuai aturan yang berlaku hingga penetapan raja yang baru nanti, dan sampai saat ini belum ada kendala,” kata dia.

Ditanya soal kesiapan panitia menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Lisaholet mengatakan proses itu sudah diserahkan sepenuhnya kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS ).

TPS berjumlah 120 TPS. Dalam satu TPS itu terdapat 200 hingga 300 pemilih, tergantung jumlah DPT pada TPS. “Dan untuk Daftar pemilih tetap (DPT), kami sudah serahkan ke KPPS untuk pemutahiran data. Insya Allah tanggal 3 November  kami sudah tetapkan DPT,” papar Lisaholet.

Soal anggaran yang dibutuhkan, Lisaholet mengatakan, panitia membutuhkan anggaran yang cukup besar, namun dengan berbagai partisipasi dari masyarakat maupun pihak lain dan bantuan dari pemerintah Kota Ambon, panitia merasa cukup dan siap untuk melaksanakan proses pemilihan hingga selesai.

Sesuai Perda Nomor 13 Tahun 2008 tetang pemilihan, penetapan dan pemungutan suara pemilihan raja, pemerintah Kota Ambon, hanya memberikan kontribusi berupa surat dan kotak suara, untuk pelaksanaan pemungutan suara.

”Kalau sesuai dengan aturan, pemerintah kota hanya menanggung surat suara dan kotak suara saja, tidak ada bantuan berupa anggaran, tetapi bila dikalkulasikan bantuan tersebut juga memiliki nilai yang cukup besar,” ujarnya.

Pengamat Politik Universitas Patimura, Wahab Tuanaya, menngatakan dalam menyelenggarakan pemilihan raja dengan jumlah DPT yang melebihi kabupaten Aru, harusnya panitia dibantu semua pihak terkait dan didukung oleh peraturan sebagai payung hukum. ”Kalau dalam perda menyatakan pemilihan raja dilakukan secara langsung oleh masyarakat di negeri induk maupun petuanan, wajar negeri Batumerah memiliki jumlah pemilih yang besar karena wilayahnya juga besar,” katanya.

Meski dalam ketentuan peraturan pemilihan di level desa tidak dianggarkan oleh pemerintah, tetapi pemerintah juga harus memberi sedikit support, agar pemilihan bisa berjalan baik. Karena panitia inikan hanya menyelenggarakan bila dibebankan untuk mencari anggaran sendiri bisa berpengaruh pada konsentrasi panitia dalam pelaksanaan pemilihan.

Bahkan kata, Wahab, pemerintah provinsi juga harus turut ambil bagian, sebab negeri Batumerah berada pada wilayah ibukota provinsi. ”Saya kira provinsi juga harus memperhatikan pemilihan ini, entah dengan membantu secara materi maupun yang lainnya,” kata dia. (ARI)

Most Popular

To Top