Ribuan Botol Miras Dimusnahkan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

AMBON, AE— Puluhan ribu botol minuman keras (miras) dan minuman yang mengandung Ethil Alkohol (MMEA) atau yang sering disebut minuman alkohol diatas lima persen dari berbagai macam jenis dimusnahkan kantor Pengawasan  dan Pelayanan  Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Ambon. Puluhan ribu botol miras itu merupakan hasil operasi dari kantor Bea dan Cukai sepanjang tahun 2014. Operasi tersebut dilakukan di kawasan Kota Ambon.

“Ini merupakan tindaklanjut dari hasil operasi dan pencegahan yang dilakukan oleh kami terhadap minuman yang mengandung alkohol diatas 5 persen di Kota Ambon. Minuman yang kami sita ini terbukti melanggar UU No 39 tahun 2007 tentang perubahan UU No 11 tahun 1995 dan Permenkeu No 159/PMK.04/2009 dan Permenkeu No 15/PMK.04/2015. Atas dasar itulah kami berhak untuk memusnahkan menuman ini,” jelas kepala Kantor Pengawasan  dan Pelayanan  Bea dan Cukai Ambon, Latif Helmi kepada wartawan disela-sela pemusnahan puluhan botol miras tersebut, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan hasil identifikasi terhadap miras yang ada, maka sebagian diantara minuman itu sudah tidak layak beredar di masyarakat. Karena itu akan membahayakan masyarakat sendiri. “Atas dasar itulah kemudian sesuai dengan perintah UU dan Permenkeu terkait dengan penggunaan lebel, kemudian cara penyimpanan dan masa kadaluarsa maka kemudian minuman ini kami sita dan kami musnahkan,” katanya.

Dijelaskan, minuman yang disita itu, juga ditemukan sudah kadaluarsa sejak tahun 2008 dan 2009 sehingga akhirnya dilakukan penyitaan. Diantaranya yang dimusnahkan merek topi miring, beras kencur cap orang tua, asoka vodka lemon, new port, drum whisky, iceland vodka dan anggur koleson cap orang tua. Secara keseluruhan ada 29.408 botol yang bila ditotal jumlah nilainya mencapai Rp 1,3 miliar.

Dia sendiri mengaku, bagi pemilik yang terbukti melakukan pelanggaran, maka akan ditindak sesuai ketentuan sesuai dengan UU yang berlaku. “Sanksi administrasi sudah pasti akan dilakukan. Namun tergantung hasil penyelidikan kami,” tegasnya.(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!