Warga Terus Diungsikan – Ambon Ekspres
Trending

Warga Terus Diungsikan

MASOHI,AE— Puluhan warga Dusun Meneo Tinggi, desa Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, kabupaten Maluku Tengah terpaksa mengungsi. Sementara sejumlah titik api terus mendekati pemukiman warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rabu,(21/10) mendorong berbagai logistik termasuk bantuan beras dari pemerintah provinsi Maluku kepada warga di wilayah itu.

Raja Desa Maneo Rendah, Nicoleos Boiratan mengatakan, kebakaran hutan di wilayahnya yang terjadi sejak September hingga hari ini telah menghanguskan sebanyak 16 rumah warga termasuk 1 unit puskesmas pembantu (Pustu). Saat ini kata dia, warga korban kebakaran tersebut sementara ditampung di rumah-rumah warga lainnya yang tidak terbakar.  “Api membakar 16 rumah warga, termasuk 1 buah Pustu, mereka sementara mengungsi di rumah warga lainnya,” katanya kepada Ambon Ekspres via telepon.

Namun, Boiratan terus berupaya agar warga Maneo Tinggi dan beberapa dusun lainnya yakni Kabauhari, Iloana, Waikoham, Siahari, Kabaulu, Kukuwaroli, dan Silia agar bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman. “Saya sudah sampaikan ke pemerintah provinsi agar mereka bisa direlokasi, kendalanya memang sulit untuk jangkau dusun-dusun itu,” tandasnya.
Total warga yang berdomisili wilayah tersebut sebanyak 916 jiwa, mereka meminta pemerintah direlokasi. “Umumnya warga menghendaki direlokasi, hanya suku Mausuane yang berjumlah 170 jiwa tidak ingin pindah, tempat mereka ini menempati pengunungan Yamakite,” katanya dia.

Bupati Malteng, Tuasikal Abua, memastikan akan membantu mengevakuasi masyarakat ke daerah-daerah yang aman. Terkait permintaan relokasi, Tuasikal, sepakat. “Kalau mereka mau, pemerintah siap relokasi ke dataran lebih rendah,” kata dia.

Relokasi itu termasuk, menyiapkan tempat tinggal permanen, termasuk sarana pendidikan dan kesehatan. Sampai kemarin, dia sedang berkoordinasi untuk bisa membicarakan masalah kebakaran hutan di Seram Utara dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Saya kira relokasi, solusi terbaik. Apalagi ada 16 rumah warga yang terbakar. Otomatis mereka kehilangan tempat tinggal. Pemerintah akan siapkan lahan, siapkan rumah, bagi mereka,” tandas Tuasikal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD), kemarin menuju Kobinsonta membawa sejumlah logistik beras, ikan asin, garam,  gula dan obat-obatan termasuk bantuan  2,5 ton beras dari pemerintah provinsi Maluku untuk dibagikan kepada  warga yang menempati sembilan dusun di wilayah tersebut masing-masing, dusun Maneo Tinggi, Maneo Rendah, Iloana, Waikohari,  Mausuane, Siahari, Kabaulu, Kukuwarali.

Selain memberikan bantuan, BPBD juga terus berkoordinasi untuk penanganan pemadaman api yang kini mulai merambat ke beberapa titik. Rambatan api tersebut diperkirakan mengancam pemukiman warga desa lainnya yang ada di dataran rendah, petuanan desa Meneo Rendah. Dimana, hingga Selasa, (20/10) kemarin, titik api berada pada desa Waimusi berdekatan dengan pemukiman lainnya di lokasi tersebut.

Titik api sudah di sungai Samal sebelah timur berbatasan dengan desa Kabauhari, sebelah selatan dengan desa Iloana dan dusun Lobe, dusun Kukuwaroli dan Morokay. Jumlah warga yang menempati wilayah tersebut mencapai kurang lebih seribu jiwa diantaranya, Maneo Tinggi 291 jiwa, Maneo Rendah 264 jiwa, Iloana 70 jiwa, Waikohari 50 jiwa, Mausuane 85 jiwa, Siahari 172 jiwa, Kabauhari 161 jiwa dan Kukuworali 82 jiwa.

Namun, rambatan api tersebut diklaim BPBD adalah pada dataran rendah, sedangkan rambatan api pada dataran tinggi yang dikabarkan mengancam Taman Nasional Manusela(TN) telah berhasil dipadamkan. “Kalau ke dataran rendah bisa dipadamkan, yang sulitnya dataran tinggi karena jangkauan sulit, tapi alhamdulillah sudah padam,” jelas Kepala BPBD Marzuky Latuconsina diruang kerjanya, Rabu,(21/10).

Latuconsina mengatakan, pemadaman api pada dataran tinggi menuju Taman Nasional Manusela berhasil dipadamkan staf Balai Taman Nasional (BTN) Manusela dibantu warga, TNI dan Polri. “Saya baru pertemuan dengan pihak BTN, titik api di dataran tinggi Manusela sudah dipadamkan, api kini menuju dataran rendah itu mudah dijangkau,” ujarnya.

Menurut Latuconsina, upaya pemadaman api terus dilakukan, hanya saja pemadaman menggunakan cara seadanya, seperti dedaunan serta membuat ilarang atau sekat api.  “Tidak ada teknologi canggih untuk padamkan api, kita gunakan cara seadanya yaitu dengan daun-daun dan buat sekat api,” terangnya.

Menyoal kabut asap akibat kebaran yang telah merisaukan warga di provinsi Maluku, dia mengklaim jika kabut asap tersebut bukan kiriman dari Pulau Seram malainkan kiriman asap dari daerah lain diluar Maluku. “Saya tanyakan langsung ke BMKG ini asap dari mana, penjelasan BMKG ini bukan asap dari Pulau Seram melainkan daerah lain diluar Maluku,” jelasnya.
(ANC)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!