Harman Sahupala Dibui – Ambon Ekspres
Metro Manise

Harman Sahupala Dibui

Kasus Penyelewengan Uang Parkir Tahap II

AMBON, AE— Mantan Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Parkir, Dinas Perhubungan Kota Ambon, Harman Sahupala akhirnya dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas II A Ambon. Harman ditahan terkait kasus dugaan korupsi penyelewengan dana retribusi parkir tahun anggaran 2013 – 2014.

Sebelum ditahan, Sahupala sempat menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Usai menjalani pemeriksaan pukul 14.00 WIT, Sahupala yang didampingi penasehat hukumnya, Ronny Sianressy kemudian dibawa ke rutan oleh jaksa menggunakan mobil tahanan operasional Kejari Ambon.

Kasipidsus Kejari Ambon, Marvie de Queljoe kepada wartawan mengatakan, penahanan yang dilakukan terhadap Harman Sahupala sudah sesuai dengan ketentuan hukum. Selain itu, penahahan juga bertujuan agar tersangka tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. “Intinya penahanan yang kami lakukan, sudah sesuai dengan prosedur. Yang mana, dalam KUHP juga mengatur sehingga kami hanya menjalankan aturan yang ada,“ teranganya.

Ditanya soal kapan berkas Sahupala akan dilimpahkan ke pengadilan, mantan Kecabri Piru ini mengungkapkan, selanjutnya JPU akan menyusun dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan. Untuk itu, jaksa akan berupaya maksimal, agar secepatnya kasus tersebut disidangkan. “Yah kan baru limpah tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke JPU. Setelah ini, JPU akan susun dakwaan. Setelah semua rampung, barulah dilimpahkan ke pengadilan. Dan mudah-mudahan secepatnya sudah dilimpahkan,“ tandasnya.

Untuk diketahui, penyelewengan dana retribusi parkir di Dishub Kota Ambon mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 400 juta. Hasil itu ditemukan oleh tim Inspektorat Kota Ambon. Atas dasar itulah, tim inspektorat menyerahkan laporan itu ke Walikota Ambon yang kemudian dilimpahkan kepada pihak Kejari Ambon untuk ditelusuri. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, jaksa menetapkan Harman Sahupala sebagai tersangka sejak 2014 tahun lalu.
(AFI)

Most Popular

To Top