Pembakar Hutan Diringkus Polisi – Ambon Ekspres
Trending

Pembakar Hutan Diringkus Polisi

MASOHI,AE— Dua kawasan dalam Taman Nasional Manusela masing-masing Gunung Maoti dan Pasahari terbakar. Hingga, Rabu,(21/10) malam titik api di dua kawasan tersebut belum berhasil dijinakan. Sementara, satu pelaku pembakaran hutan sudah ditangkap polisi. Motifnya untuk kepentingan bisnis.

Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres, minimnya tenaga serta menjadi kendala untuk melakukan pemadaman pada kedua kawasan milik negara tersebut. Sementara Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat(Spors) dan Polisi Hutan(Polhut) yang diharapkan bisa melakukan pencegahan kebakaran hutan, tidak berada di lokasi kebakaran. “Sampai hari ini mereka tidak berada di lokasi, padahal kawasan ini kewenangan BTN,” ujar salah satu warga ketika menghubungi Ambon Ekspres, Kamis,(22/10).

Gunung Maoti berada dalam kawasan Taman Nasional Manusela. Untuk sampai ke lokasi tersebut membutuhkan waktu tempuh kurang lebih satu hari, sedangkan titik api dalam kawasan Taman Nasional di Pasahari hanya berjarak kurang lebih satu kilometer dengan pemukiman warga. “Memang Gunung Maoti agak jauh, kita hanya bisa lihat jelas pada posisi pertigaan jalan menuju Saka. Untuk menuju kesana jalan kaki satu hari, sedang di Pasahari titik api dekat itu kawasan BTN,” jelasnya.

Minimnya personil BTN, fasilitas serta kondisi topograsi dan geografis dijadikan alasan pihak BTN untuk melakukan upaya pemadaman api yang telah mengancam kawasan tersebut. “Jangan jadikan itu sebagai alasan, mari bersama-sama saling membantu padamkan api,” tegasnya.

Kepala Balai Taman Nasional, Tabur Muhammad dikonfirmasi via telepon belum dapat memastikan titik api yang berada gunung Maoti tersebut termasuk dalam kawasan BTN atau diluar BTN. “Kita belum pastikan itu dalam kawasan atau diluar, lewat citra satelit titik api kemungkinan besar di luar kawasan,” tampiknya terpisah.

Tabur mengatakan, kawasan tersebut ditumbuhi semak belukar. Sementara di Pasahari kata dia, merupakan padang ilalang dimana kawasan tersebut kerap mengalami kebakaran jauh sebelum terjadi kebakaran hebat akhir-akhir ini. “Di Pasahari juga kita belum pastikan dalam kawasan atau diluar, itu lokasi tumbuh ilalang sering terbakat hanya skalanya kecil,” serganya.

Untuk mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas pihaknya telah menyiagakan sejumlah personil Spors dan Polhut ke lokasi. “Ada sekira 20 orang termasuk siswa magang kita siagakan disana, barusan mereka hari ini menuju kesana,” katanya. Dia menambahkan, sebagian personil Spors berada di Selatan Pulau Seram mengingat kawasan BTN luas, Utara hingga Selatan.

Maluku sebut Tabut tidak termasuk dalam target kebakaran lain halnya dengan daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua. Namun faktanya Maluku terbakar? Dia sendiri mengaku, karena bukan terget kebakaran, maka tidak tersedia fasilitas yang memadai. Disisi lain, yang menjadi kendala adalah topografi, akses serta minimnya fasilitas.

Upaya pemadaman api oleh aparat TNI/Polri dibantu warga dan instansi terkait hingga kini belum berhasil menjinakan api. Sampai, Rabu, (21/10) malam api kembali muncul di negeri Saleman tidak jauh dari negeri Horale dan desa Wailulu, kecamatan Seram Utara Barat yang sebelumnya sudah terkabar.

Sebagian hutan pada kawasan negeri Saleman tersebut adalah kawasan Taman Nasional Manusela. Pemadaman api dengan peralatan seadanya menjadi kendala aparat TNI/Polri, instansi terkait dibantu warga untuk memadamkan kobaran api yang terjadi pada pertengahan September 2015 lalu.

Sementara, satu warga berinisial SI alias Sendi diringkus aparat kepolisian Polsek Seram Utara Barat. Sendi diduga kuat melakukan pembakaran hutan disekitar desa Wailulu, Seram Utara Barat. Pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensi aparat satu reserse dan kriminal Polres Maluku Tengah.

Kapolres Malteng, AKBP Harley Silalahi membenarkan adanya pembakaran tersebut. Menurut Kapolres, pelaku pedagang sapi di pasar Binaiya Kota Masohi saat itu tengah menuju desa Wailulu. Ketika melintas di kawasan hutan setempat, pelaku turun dari mobil pick up langsung menyiram bensin dan membakar hutan setempat. Beruntung, aksi pelaku cepat diketahui salah seorang warga desa Saka yang kebetulan melintas.

Saksi tersebut langsung mencegat pelaku dengan menyuruh memadamkan api yang sudah merembat kurang lebih tiga meter persegi. Tak tunggu lama, saksi kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Seram Utara Barat. “Dia pedagang sapi yang sengaja membakar hutan, kini sementara kita proses di Polres,” terang Kapolres.

Menyoal motif pembakaran, Kapolres menerangkan, target utama pelaku jika hutan terbakar maka persediaan makanan untuk ternak sapi berkurang, para peternak sapi akan menjual ternaknya dengan harga murah. “Itu alasannya kalau hutan terbakar otomatis makanan sapi berkurang, maka targetnya mudah dapat sapi dan harga sapi turun,” tutup Kapolres. (ANC)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!