Asap Mulai Menipis di Ambon – Ambon Ekspres
Trending

Asap Mulai Menipis di Ambon

AMBON,AE— Kabut asap masih terus menyelimuti sejumlah wilayah di tanah air, termasuk Maluku, terlebih pulau Ambon sendiri, akibat dari terjadinya kebakaran hutan. Asap kiriman dari Papua Bagian Selatan, selama tiga hari terakhir membuat langit kota Ambon terasa gelap, namun tidak mengganggu aktivitas penerbangan di bandara Internasional Pattimura Ambon. Di beberapa titik di Ambon juga terjadi kebakaran, seperti di hutan Amantelu, Air besar, Batumerah.

Pantauan koran Kamis pagi kemarin, baik di kawasan bandara Internasional Pattimura Ambon, maupun di kawasan Hative Besar, hampir tidak bisa melihat pusat kota. Namun asap tebal itu tidak mengganggu aktivitas penerbangan di bandara internasional Pattimura Ambon.

“Pesawat terbang seperti biasanya, tanpa ada gangguan apa-apa. Semua disini (Bandara red) berjalan lancar,”kata salah satu pengunjung bandara Pattimura Ambon, kepada koran ini kemarin.

Meski aktivitas penerbangan di bandara internasional Pattimura berjalan lancar. Namun informasi lain yang diterima koran ini, menyebutkan bahwa sekitar hari Selasa dan Rabu kemarin, ada sejumlah maskapai penerbangan sempat menunda keberangkatan, lantaran bandara tujuannya, ditutupi kabut asap sehingga pesawat tidak dapat landing.

Manager Operasional PT Angkasa Pura, Pattimura Ambon, Faber Butar-Butar yang ditemui mengatakan, ada sejumlah maskapai yang terpaksa menunda keberangkatan karena bandara tujuannya sementara ditutup.

“Pada tanggal 27 Oktober lalu, pesawat Wings Air tujuan Nabire dan pesawat Wings Air Tujuan Manokwari, mengalami cancel Flight atau menghentikan keberangkatan selama beberapa jam hingga ada kepastian di operasikan bandara yang ditujuh karena bandara di kedua wilayah itu ditutup.

Kemudian juga pada tanggal 28 Oktober, pesawat Garuda GA-7648 tujuan Sorong dan pesawat GA-7641 tujuan Langgur juga mengalami hal yang sama yakni cancel Flight juga, alasannya bandara ditutup,” jelasnya.

Hal yang hampir sama juga menimpah bandara Saumlaki, Ternate dan Langgur hingga mengakibatkan pesawat menunda keberangkatan. “Kalau yang pertama diatas itu cancel Flight. Nah ini mengalami Delay Bad Wather, dan terjadi pada pesawat Garuda tujuan Saumlaki.

Kemudian Pesawat Garuda tujuan Ternate, terpaksa juga mengalami Retrun To Base dan pesawat Garuda tujuan Langgur juga mengalami Retrun To Base. Itu terjadi pada tanggal 27, keesokan harinya atau Rabu kemarin, baru bisa di berangkatkan. Saat itu memang bandara di tutup,”paparnya.

Pada Rabu (28/10), juga terjadi penundaan keberangkatan oleh maskapai Lion Air, dengan tujuan yang berbeda yakni tujuan Jakarta dan pesawat Lion Air tujuan Makassar, mengalami penundaan keberangkatan karena menunggu penumpang pesawat dari Papua dan Papua Barat, yang transit di bandara Pattimura atau Delay Operasional.

“Ini terjadi pada pesawat Lion Air tujuan Ambon-Jakarta yang semestinya berangkat pada pukul 07.05 menglami Delay Operasional selama beberapa jam sampai pesawat yang ditunggu tiba baru berangkat. Hal yang sama juga terjadi pada tujuan Makassar. Waktu berangkatnya, agak kelupaan,” terangnya.

Meski demikian, dia menambahkan hal itu terjadi karena sejumlah bandara, terutama di Papua dan Papua Barat, maupun Ternate, mengalami gangguan. “Untuk kami disini (Ambon red), tidak jadi masalah apapun, semuanya berjalan seperti biasa. Visibility atau jarak pandang di bandara semuanya masih dalam kondisi aman,”tegasnya.

Sementara itu, Staf Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Pattimura Ambon, Rion S Salman, kepada Ambon Ekspres mengatakan, kabut asap yang terjadi pulau Ambon, belakangan ini merupakan asap kiriman dari kawasan Papua Bagian Selatan, yang hingga kini masih mengalami kebakaran hutan.

Meski masih menerima kiriman asap dari provinsi tersebut, pria yang biasa disapa Rion ini, mengaku intensitas dari asap tersebut sangatlah menipis. “Intensitas mulai berkurang, dikarenakan terjadinya hujan selama beberapa hari terakhir ini. walaupun hujan itu sedikit namun masih mampu mengurasi intensitas kabut asap yang ada.

Jarak pandang masih diatas 4 kilo meter yang terjadi di pulau Ambon. Dan sampai diatas 5 kilometer maka dianggap normal,” kata dia.

Untuk asap kiriman dari Australia maupun sejumlah wilayah lain di Maluku sendiri, pria bermurah senyum ini, mengaku hal itu sangat kecil terjadi, karena untuk wilayah lain selain asap kiriman dari Papua itu, terganggu arah angin sendiri.

“Dari Australia sudah berkurang. Apalagi pulau Seram itu tidak ada karena arah anginnya sangat berbeda sekali. Sekarang memang masih terkonsentrasi di Papua bagian selatan,”jelasnya.

Kendati demikian, kata dia sesuai prakiran cuaca di pulau Ambon, masih berpotensi hujan dengan intensitas yang sangat ringan. “Hujan lokal masih berpotensi hari ini (Kamis red) dan besok (Jumat), terjadi pada Pulau Ambon, Pulau Seram, Pulau Geser, Pulau Buru dan Pulau Banda. Tetapi masih diselimuti asap tipis. Arah Angin Timur-Selatan, dengan kecepatan 10 sampai 25 kilometer perjam,”pungkasnya.

Sementara itu, sekitar pkl. 18.00 Wit di Hutan Amantelu IAIN Arbes RT 05/17 Negeri Batu Merah Kec. Sirimau Kota Ambon, telah terjadi kebakaran Hutan di pegunungan Amantelu. Kebakaran berawal dari kebun milik La Nursidi (59).

La Nursidi sengaja membakar rumput di kebunnya, dengan maksud untuk menanam Kasbi. Cilakanya, setelah rumput terbakar, api begitu cepat menjalar dan kian bertambah luas. Dia lantas mencoba memadamkannya, namun tak kunjung padam.

Melihat asap kian meluas, dia meminta tolong warga lain, selang 10 menit kemudian upaya pemadaman terus dilakukan dengan menyiram api, namun api tak juga bisa dipadamkan.

Warga sekitar kemudian melaporkan kepada salah satu Anggota Polsek Sirimau Babinkamtibmas Negeri Batu Merah yang tinggal disekitar TKP. Dinas Pemadam Kebakaran langsung dihubungi.

Sekitar pukul. 18.55 wit 4 unit Mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Ambon tiba di TKP. Pada pkl. 19.30 Wit Api bisa di padamkan. Namun luas areal yang terbakar diperkirakan seluas 3 Hektar.(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!