Swing Voter Tentukan Kemenangan di SBT – Ambon Ekspres
Trending

Swing Voter Tentukan Kemenangan di SBT

AMBON,AE— Pemilihan Bupati dan wakil Bupati kabupaten Seram Bagian Timur masih tersisa satu bulan lagi. Namun, tim pasangan Mukti Abdul Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri dan pasangan Sitti Umuriah Suruwaky-Sjaifuddin Goo mulai mengklaim kemenangan. Tim Mufakat optimis menang diatas 70 persen. Namun, analis berpendapat kunci kemenangan dua tim, bergantung pada seberapa besar kemampuan mereka meyakinkan swing voter untuk menjatuhkan pilihan kepada pasangan masing-masing.

Ketua Tim relawan kemenangan pasangan Mukti-Fachri atau Mufakat, Bahrum Wajo, kepada Ambon Ekspres, Kamis (29/10), mengatakan, optimisme kemenangan Mufakat bukan basa basi. Indikator uatamanya, tidak ada pesaing kuat bagi kedua pasangan itu, kecualai Abdullah Vanath, mantan bupati SBT.

“Saya sebagai ketum tim relawan Mufakat mengatakan dengan lugas dan tegas serta tidak mendauhlui kekuatan Allah, Mufakat akan keluar sebagai pemenang pada Pilkada SBT 9 Desember nanti. Indikator pertama figur, Mukti merupakan calon bupati yang pernah bertarung pada Pilkada 2010 yang berpasangan Jusuf Rumatoras. Kendati kalah, tapi dalam posisi melawan incumbent, Abdullah Vanath-Sitti Suruwaky,” katanya.

Kala itu, lanjut kader Demokrat itu, pasangan Mukti-Jusuf hanya meraup kemenangan di kecamatan Gorom dan Tutuk Tolu. Bahkan di Tutok Tolu, selisih kemenangan Mukti-Jusuf atas AV-Siti hanya 136 suara. Selain sebagai incumbent yang memanfaatkan mesin birokrasi dan anggaran daerah, pasangan AV-Sitti juga didukung 20 partai politik. Dalam himpitan kekuatan tersebut, kata Bahrum, Mukti dapat menucuri suara, apalagi kini pertarungan bebas tanpa incumbent.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari beberapa sumber, salah satu lembaga survei yang telah menyelesaikan surveinya, menyebutkan, pasangan Mufakat masih unggul 7 persen dari pasangan Sus-Goo. Mufakat mencapai elektabilitas sebesar 42,70 persen, sementara Sus Goo 38,60 persen.

Terpisah via telepon, ketua tim relawan seribu satu pasangan Sus-Goo, Manan Rahawarin, mengatakan, kendati Gorom dan Gorom Timur merupakan basis Mufakat, namun peluang suara masih bisa didapati. Alasannya, Sitti masih punya afilisasi sosilogis yang kuat dengan masyarakat Gorom.

“Kami tidak takabur, tapi kami akan upaya menang disana. Di Gorom itu basis pemilih tradisional-sosiologis. Kedua tokoh ini (Mukti dan Sitti) punya keluarga disana. Dan keberpihakan terhadap kedua orang itu sudah sudah terbentuk sejak lama. Jadi tidak benar juga kalau dikatakan bahwa Gorom itu basisnya Mukti,”kata dia.

Dikatakan, setelah kampanye, sosialisasi, survei internal, dan pemetaan kekuatan, untuk saat ini tim menargetkan kemenangan Sus-Goo diatas 67 persen. Demi menjaga peluang kemenangan tersebut, tim dan kandidat akan memanfaatkan waktu satu bulan ini untuk berkampanye secara massif di seluruh wilayah.

Sementara itu, analis strategi pemenangan pilkada, Nendy Kurniawan Asyari menjelaskan, kemenangan pasangan calon akan bergantung, pada seberapa kuat dia memperkuat basis tradisionalnya, dan bisa mengganggu basis lawan. “Simpul jaringan akan sangat menentukan, termasuk tim lapangan. Lemah di tim akan berpengaruh pada keterpilihan pasangan nantinya dalam pilkada,” kata dia.

Soal peluang kemenangan, Nendy mengaku, sangat tipis di SBT. Kata dia, dua pasangan memiliki basis kuat, namun dia sedikit melihat peluang Mufakat untuk memenangkan pilkada. “Mufakat saya kira, tim relawan Mufakat cukup kuat dalam membongkar basis lawan, dan mencoba meraih swing voter. Mufakat akan lebih mudah meyakinkan swing voter untuk menjatuhkan pilihan ke Mufakat, ketimbang kandidat lainnya,” kata dia.

Menurut dia, kemenangan akan ditentukan pada dua atau satu minggu jelang pemungutan suara. “Pada fase itu, kandidat yang lemah dari sisi modal finansial, dan modal sosial, akan sulit mengimbangi lawannya. Saya kira, peluang dua kandidat ini untuk menang, ada pada swing voter atau pemilih yang belum menjatuhkan pilihan. Dua pasangan ini harus fokus pada swing voter, sementara pada basis yang sudah ada, agak sulit untuk digoyang,” pungkas Nendy. (TAB)

Most Popular

To Top