Abaikan Perintah Kopertis, Ohorella Cs Gelar Wisuda – Ambon Ekspres
Trending

Abaikan Perintah Kopertis, Ohorella Cs Gelar Wisuda

AMBON,AE— Universitas Darussalam tetap akan menggelar wisuda sarjana hari ini. Padahal sehari sebelumnya, Kopertis sudah meminta penundaan pelaksanaan wisuda. Ini dilakukan kopertis karena ditutupnya, PDPT. Pelaksanaan wisuda juga bisa merugikan wisudawan.

Direncanakan hari ini dilakukan Wisuda di kampus A Tulehu. Ini tetap dilakukan kendati PDPT Unidar belum dibuka oleh Dikti. Rektor tetap bertanggung jawab bila pelaksanaan wisuda ini berujung konsekuensi hukum.
“Rektor tetap bertanggung jawab. Dan ini sudah teruji, Rektor tetap melakukan wisuda dan ada konsekwensi hukum dibalik itu, rektor akan menerima itu, karena rektor paham aturan. Rektor akan berkoordinasi dengan Kopertis dan Dikti untuk membicarakan masalah tersebut,” ungkap juru bicara Rektor, Unidar Ibrahim Ohorella, Husein Latuconsina.

Menyoal keberadaan Plt rektor Farida Mony, Latuconsina menegaskan pihaknya yang merupakan pimpinan Universitas yang sah. Sehingga pihaknya berani untuk melalukukan wisuda. “Silahkan, kalau dia merasa dia legal, dia melakukan wisuda kalau dia berani. Kami inginkan penyelesaian secara baik, tapi karena  mereka tidak respon, ya kami tempuh jalur hukum, gugat Plt di pengadilan,” katanya.

Menyoal surat dari Koodinator Kopertis Wilayah XII Maluku-Maluku Utara, Latuconsina mengatakan surat tersebut bersifat menganjurkan, agar sudah ada putusan pengadilan baru wisuda bisa jalan.

Terkait komitmen untuk bersatu, Rektor Universitas Darussalam (Unidar) Ambon Ibrahim Ohorella akan  taat pada yayasan mana pun yang akan menang dalam putusan yang berkekuatan hukum tetap. Selama belum incrah, pihaknya masih bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Darussalam.

Husain Latuconsina, menegaskan, hingga saat ini pihaknya tetap berkomitmen, tunduk pada putusan pengadilan tentang Yayasan mana yang berhak mengelola aset, termasuk Unidar Ambon, selama putusan itu telah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Dan kami tetap berjalan, karena  dalam putusan kemarin juga bahwa Universitas jangan diganggu gugat. Kami lagi menunggu nih, siapa yang menang dalam putusan incrah nanti, kami akan tetap taat. Mari kelola universitas. Tapi selama belum ada keputusan hukum tetap, kami akan tetap berjalan dengan Yayasan Pendidikan Darussalam,”katanya, Jumat (30/10).

Sebab, berdasarkan putusan pengadilan negeri, Kamis (29/10), juga disebutkan bahwa  Yayasan Pendidikan Darussalam adalah Yayasan yang sah, demikian juga Yayasan Darussalam Maluku. Salah kalau Yayasan  pendidikan Darussalam tidak berbadan hukum maka otomatis tidak dapat mengelola Unidar.

Karena itu, pihaknya di lingkup Universitas   menyerahkan semuanya kepada pimpinan di dua Yayasan tersebut. Kalau ada masalah yang merugikan mahasiswa dan Universitas, pihaknya berharap dua belah pihak di tingkat yayasan menyikapinya secara bijak agar tidak berakibat lebih parah bagi Unidar dan mahasiswa.

Farida Mony, Pelaksana Tugas (Plt) rektor Unidar yang diangkat dengan Surat Keputusan (SK) Yayasan Darussalam ini mengatakan, pihaknya mendukung penuh putusan pengadilan tersebut. “Putusan itu seperti itu yang kami harapkan, bagaimana kami tidak dukung,” katanya, kemarin.

Terkait keinginan koordinator Kopertis, semua pihak dapat menyudahi masalah di internal kampus agar PDPT dapat dibuka kembali, Mony mengaku belum dapat menyampaikan sikap secara resmi. Pihaknya masih harus menunggu pemberitahuan secara resmi dari Kopertis, kemudian mempelajari apa yang menjadi  tujuan Kopertis, baru menentukan sikap.

“Yang jelas, kami ingin yang terbaik bagi mahasiswa, bagi masyarakat. Rencananya, Dikti akan datang dalam waktu dekat, juga terkait masalah ini. Nanti kita lihat saja, seperti apa perkembangan dalam masalah ini,” katanya.

Mony menegaskan, aktivititas akademik di kampus B Wara tetap berjalan lancar. Sejumlah agenda akademik diantaranya  seminar proposal, penelitian, seminar hasil, semua berjalan lancar. Hanya saja, belum dapat memastikan kapan wisuda digelar, karena PDPT masih ditutup.

“Yang harus dipertanyakan adalah rencana pihak Ibrahim Ohorella yang  mau melakukan wisuda sementara PDPT masih ditutup. Itu bisa merugikan  masyarakat,” ujarnya.

Kuasa hukum Yayasan Darussalam Maluku, Made Rahman Marasabessy mengatakan, pihaknya akan berupaya agar Yayasan Darussalam Maluku dapat mengelolah semua aset, termasuk Universitas Darussalam Ambon, walaupun belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (incrah), disebabkan  pihak Yayasan Pendidikan ingin mengajukan banding.

Marasabessy memastikan langkah yang akan dilakukannya tidak keluar dari koridor hukum yang berlaku. Putusan pengadilan negeri Ambon bahwa aset harus diserahkan kepada Yayasan Darussalam Maluku, sudah menjadi dasar yang kuat bagi pihaknya  untuk berupaya.

“Ada sarana-sarana hukum lain yang bisa kita lakukan. Untuk itu, apapun langkah yang dilakukan terkait dengan upaya penyelesaian upaya hukum, kami tidak pernah mengatakan, tidak boleh. Tetapi ada langkah hukum yang dapat kita lakukan.  Ada mekanisme yang berjalan di dalam pengadilan, dan ada mekanisme  yang berjalan di luar pengadilan.  Selama itu masuk dalam koridor hukum maka akan tetap kita lakukan,”katanya, kemarin.

Karena itu, lanjutnya upaya tersebut akan dibicarakan bersama pimpinan Yayasan Darussalam Maluku. Bila disepakati maka langsung dilakukan demi menyelamatkan mahasiswa. Apa pun bentuk upaya hukum yang dilakukan pihak Yayasan Pendidikan Darussalam, Marasabessy menegaskan, itu tidak menjadi hambatan bagi pihaknya untuk berupaya, dengan tetap sesuai prosedur dan dalam koridor hukum yang berlaku.

Kendati demikian, Marasabessy menolak menyebutkan secara jelas upaya yang akan dilakukannya tersebut. “Saya belum bisa sampaikan karena apa pun alasannya, itu dalam dalam waktu satu bulan ini, saya akan mengambil langkah setelah saya bicarakan itu dengan pihak yayasan. Bahwa apa yang kita lakukan ini tidak akan keluar dari koridor,” tegasnya.

Sementara, kuasa hukum Yayasan Pendidikan Darussalam Hasan Slamet belum berhasil dikonfirmasi tentang persiapan untuk melayangkan  materi gugatan ke tingkat banding.(MAN)

Most Popular

To Top