Banyak Pilihan Buat Louhenapessy – Ambon Ekspres
Trending

Banyak Pilihan Buat Louhenapessy

Soal Calon Wawali di Pilwakot

AMBON, AE— Upaya Richard Rahakbauw mengusung Ridwan Rahman Marasabessy menjadi calon wakil buat Richard Louhenapessy, boleh jadi tak akan mulus seperti yang diharapkan. Isu koalisi Louhenapessy dengan kader Gerindra ataupun PKS justeru kian menguat. Rustam Latupono digadang akan menjadi pasangan Louhenapessy di pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Ambon 2017 mendatang, demikian juga Jusuf Wally.

“Untuk Gerindra kemungkinan besar, itu Rustam Latupono. Sedangkan PKS, yakni Jusuf Wally,” kata sumber, Minggu (1/11). Pada pemilu 2014, Partai Gerindra meraih 4 kursi di DPRD Ambon dengan total suara sekitar 16.000. Sementara PKS memiliki 2 kursi di DPRD, dan Jusuf Wally keluar sebagai anggota legislatif peraih suara terbanyak, yakni lebih dari 2.000 suara.

Siapa yang bakal diusul, Sekretaris Fraksi Golkar Kota Ambon Zeth Pormes mengatakan, Partai Golkar Kota Ambon memiliki mekanisme partai yang diatur dalam petunjuk pelaksanaan (Juklak) Pilkada. Sambil menunggu Juklak dari DPP, Golkar juga masih fokus pada pengawalan dan realisasi program-program kerja Richard Louhenapessy dan Sam Latuconsina.

“Untuk sekarang belum ada, karena pilkada masih 2017. Sementara belum ada pembicaraan tentang pilkada. Golkar saat ini masih berkosentrasi bersama parpol pengusung Paparissa, untuk bagaimana menyelesaikan visi dan misi sebelum masa akhir jabatan. Jadi soal parpol, untuk mengusung itu belum ada. Karena kita masih mengawal pemerintahan hingga akhir jabatan ,” ungkap Pormes, ketika dikonfirmasi via seluler, Minggu (1/11).

Anggota komisi I DPRD Ambon ini menilai, pentahapan sesuai Juklak belum dijalankan, dan masih menunggu beberapa bulan kedepan. Karena pesta demokrasi pada Februari 2017 mendatang dianggap masih cukup lama. Sehingga Golkar kota Ambon baru akan melakukan penjaringan sekitar 2016 mendatang.

Sementara untuk pasangan calon dari Richard Louhenapessy, sambung Pormes, Golkar kota Ambon belum bisa memutuskan. Karena politik dianggap sangat dinamis dan tergantung situasi dan kondisi, karena bisa saja terjadi perubahan dikemudian hari. Karena pentahapan untuk pilwakot juga belum berjalan.

“Kita belum bisa menganalisa partai mana, karena pentahapan belum jalan. Politik itu dia dinamis, tergantung situasi serta elektabilitas masing-masing. Jadi terlalu jauh, dan kami masih tetap fokus menyelesaikan periodisasi  sekarang. Yang jelas kader akan lebih kita prioritaskan, karena selain incumbent dia juga adalah kader,”  jelasnya.

Penasehat Fraksi Gerindra kota Ambon Rustam Latupono, mengatakan, Gerindra akan berkoalisasi pada Pilwalkot 2017.  Sesuai persyaratan yang ditentukan Undang-Undang adalah 20 persen, dimana minimal harus 7 kursi dari partai politik di DPRD untuk mengusulkan calon pilwakot 2017 mendatang.

“Koalisi pasti akan dibentuk dalam pilwakot tersebut, entah itu Gerindra dengan Golkar, dengan PDI-P, dengan PPP atau parpol lain. Dan pasti kemungkinan komunikasi politik akan mengarah kesana, untuk mengusung calon pilwakot,” tandas Latupono, usai menghadiri Reuni Alumni Angkatan 89 di SMP Negeri 1 Ambon, Sabtu (31/10).

Wakil Ketua DPRD Ambon ini menilai, sebagai bagian dari KMP, Gerindra kota Ambon yang ada di DPRD Ambon akan terus melakukan komunikasi dengan partai politik lain untuk mengusung calon. Gerindra juga akan melakukan survei elektablitas dan kepopuleran kader maupun non kader.

Disinggung soal dirinya maju dalam Pilwakot 2017, Latupono mengaku, sebagai kader Gerindra, setiap keputusan partai patut dilaksanakan. Jika partai memberikan rekomendasi bagi kader yang lain sebagai bakal calon, harus didukung.

“Jadi biarkan mekanisme berproses, kalau putusan mengarah ke sana maka sebagai kader kita harus siap. Tapi jika akhirnya partai memutuskan yang lain maka kita tetap mendukung. Ini masih wacana, dan petugas partai mendukung apa yang menjadi keputusan partai,” ingatnya.

Pengamat politik Universitas Pattimura, Jen Latuconsina, menilai, Rustam Latupono akan berpikir matang sebelum mengajukan diri sebagai calon wakil walikota mendampingi Richard Laouhenapessy. Pertimbangan pertama, adalah masih menjabatnya Rustam sebagai anggota DPRD Kota Ambon.

“Itu artinya Latupono ingin selesaikan masa baktinya sebagai angota sekaligus wakil ketua DPRD Kota Ambon. Saya yakin Latupono tidak bersedia menjadi calon wakil untuk Louhenapessy,”katanya.

Namun, lanjut Jen, Golkar tetap mempertimbangkan calon wakil dari luar partai. Baik dari unsur tokoh masyarakat, birokrat, maupun anggota partai politik. “Dua opsi itu tetap dipertimbangkan. Baik kader maupun non kader Golkar.

Karena itu, kader dan non kader sama memiliki peluang, namun terpulang pada popularitas figur yang hendak dipasangkan dengan Louhenapessy. Tentu, ditambah dengan pengalaman, leadership dan finansial,” paparnya.

Dia menilai, kader Golkar yang layak untuk dipasangkan dengan Louhenapessy, seperti Hairudin Tuarita, Husein Toisuta, Burhan Ayuba dan Ely Toisuta. Sedangkan non kader Golkar, seperti Syarif Hadler dan Rofik Affifudin (PPP), Basri Damis dan Asmin Matdoan (PKB), Ayu Hindun Hasanussi dan Ahmad Ohorella (Hanura), Ali Ohorella dan Hasan Suatrat dari PAN.

“Mereka-mereka ini bisa diikutsertakan oleh partai mereka untuk mengikuti proses pencalonan Wali Kota dan wakil Wali Kota Ambon. Karena rata-rata mereka memiliki basis massa yang ril dan memiliki popularitas. Ini menjadi nilai jual bagi mereka umtuk dipasangkan sebagai calon wakil wali kota, guna diduetkan dengan Richard Louhenapessy,”katanya.

Hanya saja, lanjut dia, rata-rata kader Golkar maupun non kader partai Golkar yang sedang menduduki jabatan anggota DPRD, enggan mengikuti pencalonan Wali kota dan wakil Wali Kota. “Pasalnya, aturan main menghendaki mereka untuk mundur permanen sebagai anggota DPRD mencalonkan diri,” kuncinya.(ISL/TAB)

Most Popular

To Top