Maluku jadi Kiblat Tinju Nasional – Ambon Ekspres
Trending

Maluku jadi Kiblat Tinju Nasional

AMBON,AE— Babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Tinju Wilayah III Timur Indonesia yang digelar di Lapangan Merdeka Ambon tuntas, Sabtu (31/10) malam.

Event berskala nasional itu menyita perhatian publik pencita olahraga adu jotos. Itu dibuktikan dengan berjubelnya penonton setiap pertandingan berlangsung. Kegiatan yang intinya mencari 48 tiket menuju  PON Jawa Barat (Jabar) itu diikuti oleh 99 petinju dari sembilan provinsi. Hasilnya, Maluku sebagai penyumbang petinju terbanyak di seluruh Indonesia, yakni 12 atlet. Sumatera Utara (Sumut) berada di urutan kedua dengan mengirim atlet sebanyak 11 orang. Sementara provinsi lain hanya mampu menyumbangkan 3 sampai 10 atlet.

Kepada Ambon Ekspres, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan, perolehan ciamik ini menandakan bahwa Maluku sudah menjadi  kiblat tinju nasional. ’’Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan tokoh peduli tinju agar bisa mempertahankan prestasi ini. Ini sejarah, karena Maluku sudah menjadi kiblat tinju nasional seperti beberapa tahun lalu,” jelas Sahuburua usai menutup Pra PON Tinju di Lapangan Merdeka, Sabtu (31/10) malam.

Menurutnya, rentang waktu 1970 hingga 1990, Maluku banyak mencetak atlet tinju yang mampu tampil di arena nasional dan internasional, salah satunya petinju berprestasi seperti Elyas Pical yang sukses menjadi juara dunia tinju pertama dari Indonesia setelah mengalahkan petinju Korsel, Chun Ju-do, pada perebutan gelar kelas terbang super IBF di bulan Mei 1985 silam. “Keberadaan atlet tinju berprestasi tersebut tidak terlepas dari kepedulian sejumlah tokoh peduli tinju di Maluku yang sangat berperan dalam memajukan tinju di daerah ini kala itu,” kenangnya.

Setelah masa kejayaan tersebut, lanjut dia, ‘Bumi Seribu Pulau’ mengalami krisis atlet hingga saat ini. Atlet tinju sejumlah provinsi lain kemudian bangkit dan bisa bersaing dengan Maluku. “Saya berharap dengan adanya Pra PON ini, gairah olahraga tinju di Negeri Raja-raja kembali bangkit dan menggeliat dengan melahirkan petinju muda berbakat,” harap Zahuburua.

Hari ini (Sabtu malam), orang nomor dua di Maluku ini merasa bangga dengan lolosnya 12 atlet ke PON Jabar. Itu berarti mimpi untuk menjadikan Maluku sebagai kiblat tinju nasional sudah terwujud dan ini harus tetap dipertahankan. Namun dia berpesan kepada atlet agar jangan terbuai dengan hasil itu dan lebih penting adalah atlet tidak boleh anggap remeh kekuatan tim-tim dari provinsi lain saat pertarungan sesungguhnya (PON). “Saya menganggap semua kontingen punya peluang di PON Jabar. Jadi tidak boleh over confidence atau anggap remeh lawan. Tim harus tetap mewaspadai,” ingatnya.

Sahuburua meminta kepada pelatih dan official untuk menjaga kondisi atlet sehingga siap dalam menghadapi pertandingan. Komunikasi antara pelatih, atlet dan official perlu dimantapkan karena sering terjadi salah pengertian pada saat pertandingan berlangsung yang berakibat prestasi yang diraih kurang maksimal. “Pencapaian prestasi guna mengharumkan nama Maluku di  ranah nasional melalui olahraga harus didasari semangat dan tanpa pamrih oleh atlet, pelatih dan pengurus itu sendiri,” jelasnya.

Pria murah senyum ini mengharapkan kedepannya pembinaan terhadap atlet agar lebih dimantapkan sehingga perolehan medali saat mengikuti PON atau Kejurnas dapat meningkat yang secara tidak langsung nama Maluku ikut terangkat. “Sejatinya, semua stakeholder olahraga harus bersatu untuk memperbaiki prestasi olahraga Maluku di berbagai level kompetisi, terutama PON,” pungkasnya.

Dibagian lain, Markus Jopie Papilaya, Wakil Ketua Umum PB Pertina memaparkan, meratanya kualitas atlet di Tanah Air diprediksi akan menyulitkan persaingan di PON XIX/2016 Jabar. Meski menyumbang atlet terbanyak, namun pengurus, pelatih harus terus mengasah kemampuan atletnya agar mampu meraih medali. “Target untuk meraih emas harus diwujudkan dengan langkah nyata, bukan hanya sekedar wacana,” ucapnya.

Salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan kemampuan atlet, yakni dengan memperbanyak latihan. Hal itu dinilai ampuh untuk meningkatkan fisik atlet saat bertanding. “Ini penting. PON ini menyita kekuatan fisik. Saya melihat fisik anak-anak Maluku kendor di ronde ketiga. Jadi, hal ini harus diperbaiki,” saran dia.

Kendati begitu, mantan Walikota Ambon mengapresiasi upaya yang dilakukan Pertina Maluku dalam memenuhi target medali di PON. Menurutnya, persiapan semua petinju sudah dilakukan dengan baik. “Pesaing-pesaing Maluku sangat kuat. NTT, Papua, Sumut, Jatim hingga tuan rumah, Jabar. Mereka punya tradisi juara di PON. Kalau tidak berupaya, maka petinju Maluku akan jadi sasaran empuk lawan saat PON nanti,” demikian Papilaya.
(ZAL)

Most Popular

To Top