Oknum DPRD Malteng Diduga Aniaya Warga – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Oknum DPRD Malteng Diduga Aniaya Warga

AMBON, AE.—Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji diduga dilakukan seorang oknum anggota DPRD Maluku Tengah (Malteng) berinisial JP alias Jopi terhadap seorang anak suku pedalaman bernama Flegon Boiratan (14).

Akibatnya korban menderita luka memar dan lebam di sekujur tubuh. Kasus ini sudah terjadi beberapa waktu lalu dan kini diduga sengaja didiamkan Badan Kehormatan DPRD dan pihak kepolisian.

Aksi penganiayaan ini juga diduga karena masalah sepele. Namun hingga kini, kasus tersebut belum diproses baik ditingkat kepolisian maupun di internal DPRD. “Kalau nenek pencuri cacao dan kayu bakar diproses hingga ke meja pengadilan.

Tapi ini ada oknum anggota DPRD menganiaya anak dibawah umur dengan menggunakan benda keras hingga babak belur tetapi tidak diproses hukum. Inikan sangat aneh dan luar biasa hukum kita di negeri ini,” kata Fahri Assatry, ketua LSM Pukat Seram kepada koran ini, kemarin.

Menurutnya, sebagai lembaga perwakilan rakyat, harusnya rakyat dijaga dan dilindungi. Bukan malah melakukan tindakan layaknya seorang preman. “Kami minta supaya saudara Jopi ini harus diproses, baik itu di internal DPRD melalui BK serta proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Karena tindakan yang dilakukan ini, merupakan tindakan kriminal murni sehingga wajib dipertanggungjawabkan di depan hukum,” jelasnya.

Tak hanya BK DPRD Malteng, kata dia, melainkan juga pimpinan partai politik dimana JP ini bernaung juga harus memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan. “Mereka ini (anggota DPRD, red) mestinya jadi contoh kepada masyarakat.

Bukan malah melakukan tidakan yang tidak semestinya dilakukan oleh mereka sendiri. Maka dari itu bukan saja BK dan polisi mengambil tindakan tegas, melainkan juga partai yang bersangkutan juga,” tegasnya.

Dikatakan, jika hal ini tidak segera diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku, maka hal ini akan menimbulkan imej buruk bagi penegakan hukum di daerah ini. Termasuk juga citra dari DPRD dan partai yang bersangkutan akan rusak.

“Ini masyarakat di daerah pedalaman yang tidak tahu apa-apa kok dianiaya oknum anggota dewan terhormat. BK harus segera turun tangan. Jangan biarkan hal ini terus berlarut. Kalau BK tidak mau mengambil langkah karena rasa malu hati mendingan BK bubar saja,” sindirnya.

Olehnya itu, dia meminta pimpinan Partai Hanura Maluku yang menaungi oknum Anggota DPRD itu untuk segera mengambil langkah dan tindakan atas apa yang dilakukan oknum anak buahnya terhadap masyarakat pedalaman itu. “Ini demi nama baik partai yang bersangkutan sendiri di Malteng.

Olehnya itu kami minta dengan tegas, agar oknum ditindak tegas. Biar ada efek jera kepada yang lain, karena jika tindak maka bisa jadi anggota DPRD dengan seenaknya melakukan penganiayaan bahkan bisa membunuh rakyat,” tukasnya.
Assatry bahkan mengancam pihaknya akan membantu korban melakukan proses hukum untuk mendapatkan keadilan. “Harus dia (JP, red) minta maaf kepada publik dan tanggung segala biaya korban sampai sembuh.

Kalau tidak mau dan masih saja keras kepala maka Pukat Seram akan bersama korban lakukan proses hukum untuk dapat keadilan. Polisi jangan takut periksa terduga pelaku. Mau dia pejabat atau siapapun yang bersalah harus disikat saja,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak suku pedalaman bernama Flegon Boiratan (14) babak belur dihajar oknum anggota DPRD Malteng JP. Korban menderita memar pada seluruh badanya lantaran dipukul menggunakan kayu. Korban menuturkan, peristiwa pemukulan yang dialaminya terjadi pada Kamis (22/10) sekira pukul 15.30 WIT. (AHA)

Most Popular

To Top