Wakal-Hitu Messing Baku Hantam – Ambon Ekspres
Trending

Wakal-Hitu Messing Baku Hantam

AMBON,AE— Minuman keras selalu menjadi pemicu utama tindak kekerasaan, baik antar individu, kelompok, maupun warga. Miras juga yang memicu perkelahian antar sekelompok warga Hitu Messing dan warga Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kemarin, ketegangan antar dua kelompok warga ini terjadi. Sekira pukul 14.45 WIT terjadi kosentrasi massa di, Dusun Hunuth tepatnya di pertigaan jalan Durian patah, Kecamatan, Teluk Ambon, Kota Ambon. Bentrokan antara warga Hitu Messing dan warga Desa Wakal,  hampir terjadi. Beruntung aparat keamanan baik TNI maupun polisi, langsung membubarkan massa.

Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, peristiwa berawal saat pemuda dari kedua desa bertetangga itu, diundang masyarakat Desa Rumah Tiga untuk menghadiri acara peresmian Gereja Ebenhezer, di desa tersebut.
“Ada peresmian gereja di Rumah Tiga, kedua warga desa ini diundang, karena masih memiliki hubungan pela-gandong dengan desa Rumahtiga. Nah saat itu, pemuda kedua desa ini mengkomsumsi Miras jenis Sopi. Dari situlah mulai terjadi saling ejek hingga kemudian berakhir dengan perkelahian antar kedua kelompok pemuda,”kata sumber koran ini.

Pemuda asal Desa Hitu Messing, berusaha menyelamatkan diri menuju kawasan Hunuth. Tiba di kawasan itu, mereka lantas berkumpul. terjadi kosentrasi massa. Dengan penuh emosi warga melempari mobil angkutan umum. Tak puas, mereka melempari lagi satu mobil pribadi, yang saat itu tengah melintasi kawasan Durian patah.

Dua mobil itu, menerobos kerumunan massa dipertigaan. “Mobil itu dari Wakal menuju Ambon. Mobil pribadi itu jenis Avanza dengan nomor polisi DE 1768 AB,” tutur sumber.
Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Komaruz Zaman, yang dikonfirmasi Ambon

Ekspres Minggu malam membenarkan adanya peristiwa tersebut. Peristiwa terjadi sekira pukul 15.00 WIT, berawal saat Angga salah satu warga asal desa Wakal yang mengetahui adiknya Junaidi Patah, (22), sedang mengkonsumsi minuman keras bersama pemuda Desa Hitu Mesing.

Angga kemudian mendatangi sekelompok pemuda itu, dengan maksud memanggil Junaidy. Saat tiba Junaidy kemudian meninggalkan rekan-rekannya. Saat meninggalkan tempat tersebut, Angga bersama Junaidy  tiba-tiba dilempari. Lemparan batu itu mengena bagaian belakang Junaidy.

Tak terima dengan tindakan tersebut, pemuda asal Desa Wakal, berusaha menanyakan siapa pelaku kepada pemuda Desa Hitu Messing. Namun, pertanyaan pemuda Wakal, dianggap sebagai tuduhan. Tidak terima dituduh melakukan pelemparan, terjadilah aksi perkelahian.

Aparat keamanan baik dari polsek Baguala, polsek Teluk Ambon dan Yonif 733/Raider, mendatangi tempat kejadian perkara untuk menghentikan aksi perkelahian. Mereka sempat berhenti. Aksi perkelahian antar kedua pemuda itu berlanjut hingga kawasan durian patah. “Kami langsung mendatangi lokasi kejadian dan membubarkan massa. Baik di Rumah Tiga maupun di kawasan durian patah sendiri,” katanya.

Disinggung soal adanya aksi pengrusakan mobil yang dilakukan oleh sejumlah pemuda asal Desa Hitu Messing, di kawasan Durian Patah, mantan kapolres Pulau Buru ini, mengaku pihaknya masih mendalami. “Kita sementara masih fokus menyelesaikan perkelahian,”terangnya.

Sesuai rencana, Zaman mengaku Senin hari ini, baru diadakan pertemuan dengan para tokoh dari kedua desa.  “ Besok akan ada Pertemuan Antara Raja Rumah Tiga, Wakal dan Hitu Mesing untuk menyelesaikan insiden perkelahian,” tegasnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Ambon Ekspres tadi malam, seorang warga Hitu Messing, ditikam oleh orang tak dikenal. Kini korban tengah menjalani perawatan di RSUD Haulussy.
(AHA)

Most Popular

To Top