Pansus Siap Bongkar Kasus Bank Maluku – Ambon Ekspres
Trending

Pansus Siap Bongkar Kasus Bank Maluku

AMBON,AE— Sudah kurang lebih lima bulan Panitia khusus (Pansus) bank Maluku dibentuk DPRD Maluku. Namun hingga kemarin, panitia adhoc itu belum menunjukkan perkembangan kinerja yang baik. Janji untuk menuntaskan agenda Pansus terus disampaikan, tapi selalu tidak ditepati.

Kini, janji kembali diumbar, Pansus akan kembali bekerja, pekan depan. Namun ada yang mengusulkan Pansus dibubarkan saja, lalu publik memberikan rapor merah kepada DPRD dalam hal pengawasan.

Semangat para wakil rakyat di DPRD Maluku yang diakomodir dalam Pansus bank Maluku terlihat mulai menyurut, pasca pertengkaran antara ketua Pansus Edwin Huwae dan wakilnya Richard Rahakbauw beberapa waktu lalu. Setelah keduanya berdamai, semangat Pansus pun melemah.

Kondisi tersebut memantik rasa curiga publik, kasus dugaan mark up anggaran pembelian gedung bank Maluku cabang Surabaya dan transaksi Repo oleh PT AAA Sekuritas dijadikan sebagai objek untuk kepentingan sempit kelompok tertentu. Dan Pansus dijadikan wadah untuk mencapai hal tersebut.

Sebelumnya, pasca pertengkaran tersebut, Pansus telah beberapa kali menaruh rencana untuk melanjutkan agenda kerja mereka. Namun selalu gagal akibat sejumlah alasan diantaranya agenda lain DPRD yang tidak dapat ditinggalkan, yakni pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara(KUA PPS) tahun 2015.

Setelah itu, alasan baru lagi, peninjauan kebakaran hutan di Pulau Seram. Dan setelah agenda itu dilakukan, ternyata Pansus kembali mendapatkan alasan baru, pembahasan APBD Perubahan tahun 2015 yang dibahas dalam pekan ini. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan agenda lain, termasuk Pansus.

“Kita di sisa waktu di tahun ini, cukup sempit. Terus terang saja, peristiwa kemarin (pertengkaran-red) sangat berpengaruh terhadap jadwal hari ini. Tapi sebagai pimpinan Pansus maupun pimpinan DPRD, saya pastikan, Pansus tetap berjalan, cuma memang kita kesulitan di soal mengatur jadwal, ini agak sulit buat saya sendiri, apalagi pembahasan APBD Perubahan ini mendesak sekali,” ungkap ketua Pansus, Edwin Huwae, Senin (2/10).

Selain pembahasan APBD Perubahan, lanjut Huwae pengawasan tahap kedua juga sudah musti dilakukan. Sehingga, dirinya berharap pembahasan APBD diselesaikan dalam pekan ini. Sehingga pekan depan, agenda Pansus dapat berjalan.

Lebih lanjut Huwae berdalih, penyebab molornya agenda DPRD, termasuk agenda Pansus adalah kehadiran angota DPRD di ruang rapat. Setiap agenda di lembaga wakil rakyat itu harus dibicarakan bersama. Sehingga, kehadiran anggota DPRD juga diperlukan.

“Karena bukan soal saya saja, tapi soal kehadiran teman-teman DPRD ini juga. Dan agenda-agenda DPRD ini juga menjadi penting untuk sama-sama kita jalankan. Kalau saya sih, sebenarnya berharap ini bisa cepat diselesaikan.

Saya pastikan itu pasti jalan, tidak bisa tidak jalan. Pansus ini, kan tidak terikat dengan tahun anggaran. Bisa berlanjut sampai periode ini selesai,”jelasnya.

Apa yang akan dibacarakan pada sidang Pansus nanti, Huwae mengakui, hingga kemarin Pansus sama sekali belum pernah bekerja. Pansus pernah ingin melakukan koordinasi, tapi terkendala pertengakaran antara dirinya dengan Richard Rahakbauw beberapa waktu lalu.

“Sampai hari ini, Pansus terus terang belum kerja apa-apa. Mungkin pernah rapat-rapat internal, tapi secara substansial, belum,”katanya.

Ketua DPRD Maluku itu menegaskan, Pansus telah menetapkan beberap agenda diantaranya mengundang dan meminta penjelasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku, Bank Indonesia (BI) Maluku, termasuk bank Maluku. Dalam agenda itu juga ditetapkan, Pansus akan mengecek langsung kantor cabang bank Maluku di Surabaya.

Selain itu, sebut Huwae, Pansus juga telah memasang rencana untuk bertemu dengan petinggi di Bareskrim Polri, guna mengetahui lebih jelas substansi masalah dan perkembangan penanganannya. “Itu sudah dijadwalkan. Hanya belum bisa jalan karena terkait dengan agenda-agenda DPRD yang subsatansial dan mesti diselesaikan,”ungkap Politisi PDIP itu.

Direktur Eksekutif Parliament Responsive Forum (Pamor), Dayanto mengatakan kinerja Pansus tersebut menunjukkan para wakil rakyat yang ada dalam Pansus tidak peka terhadap harapan publik.

“Jadi Kalau menurut saya, sebaiknya Pansus dibubarkan saja. Dibubarakan saja, dan publik harus memberikan raport merah atas pengawasan DPRD. Terutama kepada anggota DPRD yang masuk dalam Pansus Bank Maluku,”ujarnya, kemarin

Akademisi Universitas Darussalam (Unidar) Ambon itu, mengatakan, karena memang tidak terlihat keseriusan dari Pansus dalam bekerja. Pansus ibarat dagelan politik, yang tidak diketahui apa sebenarnya dilakukan.

Yang ditunggu oleh public, adalah adanya perkembangan dalam kerja Pansus yang bisa terlihat jelas. Dan itu sudah harus mengarah pada kesimpulan dan rekomendasi terkait dengan masalah Bank Maluku. Sehingga, publik sudah bisa mengetahui masalahnya, siapa yang terlibat, dan apa isi rekomendasi politik dari Pansus.

“Itu yang kita ditunggu dari Pansus. Tapi prosesnya seperti ini, sebaiknya dibubarkan saja, lalu berikan raport merah.

Jangan sampai ada hal penting yang ditransaksikan di belakang sehingga permasalahan yang menjadi objek Pansus, sulit diusut, sehingga membuat publik kecewa,” tegasnya.(MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!