Siswa Diduga Dikeroyok Kakak Kelas – Ambon Ekspres
Trending

Siswa Diduga Dikeroyok Kakak Kelas

AMBON,AE— Seorang siswa Madrasyah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah diduga dikeroyok kakak kelasnya. Akibatnya, FS (5), pelajar yang duduk dibangku kelas I itu terbaring sakit di kediamannya yang tidak jauh dari lokasi sekolah.

Trauma dengan kejadian itu, FS tidak mau lagi kembali ke sekolah karena takut peristiwa itu terjadi lagi. Orang tua FS berencena memindahkan anaknya dari sekolah tersebut.

Kepada Ambon Ekspres, Kadir, ayah dari FS menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (31/10), saat itu jam istirahat. Anaknya sementara bermain di halaman sekolah, namun tiba-tiba dia melihat ada beberapa siswa mendekati FS dan langsung mengeroyoknya.

”Ada yang pukul dengan tangan, ada yang tendang dari belakang. Saya lihat peristiwa itu karena tempat tinggal kami dekat dengan sekolah hanya berjarak sekira 30 meter lebih,” ungkap Kadir, kemarin pagi di Tulehu.

Karena tak tega melihat anaknya dipukul, kata Kadir, dia langsung bergegas masuk ke tempat kejadian itu dan langsung mengamankan anaknya. ”Saya langsung masuk ke halaman sekolah untuk menyelamatkan anak saya. Orang tua mana pun pasti melakukan hal itu bila melihat anaknya dipukul,” jelasnya.

Lucunya lagi, lanjut Kadir, dia divonis bersalah oleh beberapa guru di sekolah itu. Mereka beralasan bahwa masih ada jam sekolah jadi siapa pun tidak boleh masuk ke sekolah tanpa izin. ”Memang saya menerobos masuk ke sekolah, tapi alasannya kan jelas, yakni untuk menyelamatkan anak saya dari pengeroyokan. Kenapa saya yang disalahkan. Ini kan aneh,” ucapnya.

Sebagai pendidik (guru), kata dia, harusnya bisa melakukan pengawasan terhadap seluruh anak didiknya secara menyeluruh, baik itu di dalam kelas maupun saat mereka beraktifitas di luar (halaman sekolah).” Jangan sudah terjadi peristiwa seperti ini lalu kami orang tua yang disalahkan. Tak bisa begitu dong. Mereka harus tanggung jawab,” katanya.

Kadir pun meminta maaf bila tindakan yang dilakukan menyalahi aturan sekolah.” Saya tidak punya maksud apa-apa. Saya hanya ingin selamatkan anak saya. Kalau anak saya mengalami hal-hal yang tidak diinginkan bersama, siapa yang mau bertanggung jawab? Ini yang harus dipikirkan oleh pihak sekolah,” ucapnya.

Akibat dari kejadian tersebut, tambah Kadir, anaknya menderita memar di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh. ”Dia (FS) mengeluh karena beberapa bagian tubuhnya sakit. Dia juga tak ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah itu, mungkin dia trauma atas peritiwa itu.

Kami selaku orang tua sudah memutuskan untuk memindahkannya dari sekolah tersebut,” tutur Kadir. ”Saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Pernyataan Kadir dibantah Abdullah Tatuhey dan Awat Rahantang. Dua pengajar di MIN Tulehu ini mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh orang tuanya FS tidak benar. ”Wah (kejadian) tidak seperti itu,” kilah Awat.

Yang benar, menurut dia, adalah saat itu FS dan beberapa teman-teman dari kelas lain sementara bermain di halaman sekolah karena istirahat. Mereka bersenda gurau sambil berpegangan tangan (saling tarik menarik).

Tapi FS terjatuh.” Mereka saling tarik, namun FS terjatuh karena pegangannya tidak kuat. Jadi tidak ada yang mukul atau mengeroyoknya,” terang dia.

Saat kejadian itu, ayah FS masuk ke dalam halaman sekolah. Tanpa bicara banyak, dia mengamankan anaknya. Tak sampai disitu, dia juga memukul beberapa siswa. ”Dia datang dengan penuh emosi. Suaranya yang lantang mengundang perhatian warga sekitar. Dia juga memukul beberapa siswa. Aksi ini yang sangat kami sayangkan,” tuturnya.

Awat, mengatakan, jika Kadir datang dengan cara yang sopan, pihak sekolah akan menerima dia secara baik-baik. ”Tapi yang dia lakukan diluar perkiraan kami. Kami pun memintanya untuk keluar dari sekolah. Intinya tidak ada pemukulan seperti yang dituduhkan oleh Pak Kadir,” tegasnya.

Sementara itu, Abdullah menjelaskan, aksi yang dilakukan oleh Kadir jelas salah, karena masuk ke dalam halaman sekolah dan berbuat ulah.” Peristiwa itu tidak akan terjadi bila Pak Kadir bisa lebih menahan emosi. Kan kasian, ada anak yang tidak bersalah tapi dipukul oleh dia (Kadir). Jadi tindakannya jelas salah,” tegasnya.

Parahnya lagi, kata Dullah, Kadir mengajaknya untuk berkelahi. ”Beruntung emosi saya masih bisa dikendalikan. Bila tidak, mungkin kami sudah larut dalam perkelahian,” katanya. ”Saya pun menyuruh Pak Kadir untuk pulang ke rumah,” lanjutnya.

Ahmad Seknun, Kepala Sekolah MIN Tulehu menjelaskan bahwa persoalan ini akan diselesaikan secara kekeluargaan. ”Saat itu, saya tidak ada di tempat. Tapi saya pastikan bahwa hal ini akan diselesaikan secara kekeluargaan,” singkatnya.(ZAL)

Most Popular

To Top