Diakhir Masa Jabatan, Bob Digoyang – Ambon Ekspres
Trending

Diakhir Masa Jabatan, Bob Digoyang

AMBON,AE— Maraknya praktik tindak pidana korupsi di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang sudah ditangani aparat penegak hukum baik jaksa maupun polisi memantik sejumlah lembaga swadaya untuk berdemo.

Kemarin, mereka turun jalan menuntut Kejaksaan Tinggi Maluku lebih optimal dalam pemberantasan korupsi di SBB.

LSM yang kemarin berdemo, adalah Posko Perjuangan Rakyat (POPERA) Maluku, Walang Aspirasi Rakyat (WARAM) Maluku, Himpinan Mahasiswa SBB (HIPMASEB), Aliansi Indonesia (AI) SBB dan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Buru (IPEMBU).

Lima LSM yang melakukan aksi demo di depan kantor kejati Maluku ini, mengapresiasi proses pengusutan terhadap beberapa kasus yang kini ditangani Kejati dalam tahap Penyelidikan maupun penyidikan.

Ketua Aliansi Indonesia Kabupaten SBB, Farhan Suneth mengatakan, sejak mekar dari Maluku Tengah 2003 silam, Kabupaten SBB hingga kini belum berkembang baik.

Ini disebabkankarena maraknya penyalagunaan anggaran yang diduga dilakukan pejabat-pejabat pemerintahan di Kabupaten yang bertajuk Saka Mese Nusa itu.

Dalam aksi itu, mereka membeberkan beberapa kasus yang kini ditangani jaksa, seperti penyalahgunaan Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 2 Miliar, kasus dugaan korupsi pembangunan gapura dengan nilai proyek pembangunan Rp 5,6 Miliar.

Selain itu, ada juga kasus dugaan korupsi dana program sosialisasi kurikulum 2013, serta kasus SPPD fiktif DPRD SBB periode 2009-2014. Hak-hak para PNS di Kabupaten SBB, menurut para pendemo, diduga sengaja digelapkan juga, seperti kekuarangan 20 persen yang menjadi hak PNS. Ada juga dana taspen untuk pensiunan PNS sebesar Rp 13 miliar yang diduga diselewengkan.

Pendemo lain, Fadly Bufakar mengungkapkan, selama dua periode memimpin SBB, Jacobis Puttileihalat lebih banyak tinggal di Jakarta dan di Kota Ambon foya.

Kurang lebih 30 Menit berorasi, para pendemo ini diterima oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Chuck Suryosumpeno, kemudian mengajak lima orang perwakilan LSM yang tergabung dalam Koalisi Suara Keadilan Saka Mese Nusa untuk berdiskusi.

Suryosumpeno mengungkapkan, apa yang menjadi aspirasi teman-teman LSM tersebut, akan diterima. Dan Kejati Maluku, akan mengusut kasus-kasus yang kini dalam proses penyelidikan maupun penyidikan hingga tuntas.

Olehnya itu, Suryosumpeno mengajak agar LSM, maupun media cetak dan elektronik, terus mengawal penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan. Saat bertemu Kajati, koalisi LSM menyodorkan sejumlah bukti, terkait dugaan kasus penyelewengan dana Taspen.

Kejati Maluku sendiri akan mengkaji bukti-bukti tersebut sebagai masukan yang akan dijadikan bukti. Bahkan, Kejati akan melakukan eksphose terkait kasus itu. “Semua aspirasi kawan-kawan LSM menjadi masukan bagi kami. Saya harap kawan-kawan selalu kawal kasus yang sementara ditangani oleh kejaksaan,” tandasnya. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!