Penyaluran Raskin Berpotensi Konflik

by
KEDIRI, 19/1 - PENYALURAN RASKIN. Seorang buruh panggul melakukan bongkar muat beras untuk rakyat miskin (Raskin) di gudang Bulog Sub Divre V Kediri, Jawa Timur, Selasa (19/1). Untuk menekan kenaikan harga beras dipasaran, Perum Bulog Divre V Jatim akan menyalurkan 40.000 ton raskin hingga akhir Januari. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, harga beras di Jawa Timur naik dari Rp 5.500 per kilogram pada Desember 2009 menjadi Rp 6.000 per kilogram pada Januari 2010. FOTO ANTARA/Arief Priyono/Koz/hp/10.

MASOHI,AE—Minimnya perhatian pemerintah kabupaten Maluku Tengah dalam penyaluran beras raskin bagi warga Tanjung Sial(Tansil), kecamatan Leihitu memaksa warga setempat harus menerima raskin dari kabupaten Seram Bagian Barat.

“Distribusi raskin bisa picu konflik antar sesama warga,” jelas anggota DPRD Malteng Musriadin Labahawa di Masohi.

Menurut Labahawa, besar kemungkinan potensi konflik itu terjadi di dusun Wayasel, dimana sebagai warga di dusun setempat menerima raskin kabupaten SBB dan sebagian lagi dari pemkab Malteng.

“Sebenarnya ini juga dilatari imbas ada warga yang pro ke SBB dan sebagian lagi ke Malteng,” katanya.

Olehnya itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta perhatian penuh pemkab sehingga tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat. Disamping demi menjaga eksistensi daerah.

“Butuh perhatian penuh pemkab dan kedepan raskin ke wilayah itu dibijaki kembali yakni distribusinya langsung dari Bulog Ambon,” pintanya singkat. (ANC)