Setelah Jatuh Korban, Akhirnya Damai – Ambon Ekspres
Trending

Setelah Jatuh Korban, Akhirnya Damai

AMBON,AE— Pasca bentrokan Wakal dan Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dua desa kembali kondusif. Mereka kini sepakat damai, dan tak akan lagi terlibat bentrok. Meski demikian, ratusan aparat keamanan sampai kemarin, masih berjaga-jaga di perbatasan dua desa.

Dua desa ini hanya dibatasi oleh Polsek Leihitu. Dua hari lalu, sempat terjadi ketegangan di depan polsek. Polisi terpaksa melepaskan gas air mata dan tembakan peringatan, namun peluru menyasar tiga warga Hitu Messing. Satu diantara dua korban itu, kini menjadi menjalan perawatan intesif karena lukanya cukup serius.

Kepala Kepolisiaan Resort Pulau Ambon dan Pp.Lease AKBP Komaruz Zaman, saat dikonfirmasi, memastikan situasi aman terkendali.” setelah kejadiaan kemarin (Rabu-red) situasi sudah kondusif aman. ”Ungkap Komaruz Zaman, Kamis (5/11).

Amannya situasi perbatasan, menyusul ditempatkannya Brimob Polda Maluku 1 SST, gabungan Direktorat Sabhara, dan Polres Ambon 1 SST. ”Ada 110 Personil gabungan TNI-Polri yang sementara kita tempatkan di di perbatsan kedua negeri ini (Wakal-Hitu Messing-red),” ungkapnya.

Pasukannya disana, kata kapolres, juga untuk menditeksi dini kemungkinan atau potensi konflik susulan. “Selain diperbatasan, ada juga anggota yang ditempatkan dibeberapa tempat. Tujuaanya untuk menditeksi kemungkinan adanya aktor-aktor tertentu yang mencoba melakukan provokasi,” imbuhnya.

Setelah insiden di depan Polsek, Rabu (4/11) sekitar pukul 17.30, langsung pertemuaan para tokoh masyarakat, dihadiri Ketua DPR Malteng, Ketua latu pati Leihitu, dan Raja dari Hittu Messing dan Wakal, tokoh-tokoh masyarakat, dan pejabat TNI-Polri.

“Kedua desa ini bersepakat untuk berdamai, dan menyerahkan semua urusan ini kepada kepolisiaan,” kata Kapolres.

Disinggung, soal warga yang tertembak oleh aparat keamanan, kapolres tidak menampiknya. Hanya saja dia membantah jumlah warga terkenal peluruh saat itu. ”Yang kenal peluru bukan tiga tapi dua orang,” kata dia membantah.

Tindakan yang dilakukan aparat kemanan hingga dikeluarkan tembakan, kata dia, setelah ada kejar-kejaran antar wargas berkonflik. Lalu aparat keamanan mencoba menyekat, karena massa masih mencoba menerobos ke salah satu wilayah.

”Instruksinya jelas, siapa pun yang mencoba menerobos, atau mencoba untuk menghalau petugas yang ada disana, kita akan tindak tegas,” imbuhnya.

Sebelum insiden aparat keamanan sudah melakukan beberapa kali himbauan, beberapa kali penembakan peringatan, dan gas air mata. ”Sudah kita kasi peringatan tidak digubris. Ada beberapa yang mencoba menerobos lewat asrama Polsek,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, kapolres mengaku, sudah ditemukan proyektil dalam tubuh korban. Luka satu korban, hanya kedalaman satu senti, tidak ditemukan proyektil.

”Itu sudah sesuai dengan SP (surat perintah) kita, penindakan terhadap masyarakat, karena memang saat itu sudah ada yang memegang sajam,” Ucapnya.

Setelah dilakukan pertemuan antara toko masyarakat kemarin, pelaku penusukan kejadiaan Rumah Tiga terhadap salah satu warga Hitu Messing langsung menyerahkan diri. Pelaku yang berinisial OS (21), saat ini sudah ditahan di Rutan Polres Ambon untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Pejabat Hitu Messing, Etwin Slamat kepada Ambon Ekspres, tadi malam mengatakan, penembakan terhadap warganya sudah keluar dari prosedur pengamanan.

Pasalnya, para korban yang terkena tembakan itu berada jauh dari batas yang dilarang untuk dilewati warga dua kelompok. “Kami hanya minta pertanggungjawaban aparat keamanan, untuk pengobatan para korban,” kata dia.
Soal perdamaian, kata Etwin, masyarakat tetap punya komitmen besar untuk berdamai, asalkan pelaku penikaman di hukum berdasarkan aturan hukum yang berlaku. “Korban penikaman siap berdamai, yang penting pelaku di hukum.

Dan pemerintah kabupaten Maluku Tengah juga sudah menyatakan siap membiayai pengobatan korban penikaman,” pungkas Etwin. (ERM)

Most Popular

To Top