BNN Geledah Kos-kosan – Ambon Ekspres
Trending

BNN Geledah Kos-kosan

AMBON,AE— Upaya pemberantasan narkotika dan obat-obat terlarang, di Kota Ambon terus dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di bantu polisi dan TNI. Mereka masih mencari target di kos-kosan, sampai di tempat hiburan malam.

Kamis sore hingga Jumat dinihari kemarin, badan anti narkotika Maluku, intens melakukan penggeledahan disejumlah kamar kos, yang berada di kawasan Kecamatan Teluk Ambon, kota Ambon. Untuk mencari pengguna dan pengedar narkotika dan obat-obat terlarang itu.

Tim gabungan yang terdiri dari BNNP, Direktorat Reskrimum, Propam, Brimob, POM AU, Satpol Pp dan POM AD, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Luther Banne, melakukan penggeledahan di sejumlah tempat kos.

Tempat kos yang digeledah, adalah depan SMP 7, Kos GG, Kos Belakang Poltek, kemudian kos Nusapuan, lanjut ke Kos-kosan Nona Ambon, hingga Kos-kosan Anugrah. Tak hanya kos-kosan, salah satu tempat karaoke, yakni karaoke Paparisa, juga turut di geledah. Razia dimulai dari pukul 18.00 dan berakhir pukul 01.30 dinihari.

Saat digeledah, penghuni kos-kosan tak ada yang melawan. Namun kebanyakan pula yang panik, saat melihat aparat keamanan dan BNNP datang. Meski ada yang sempat kabur, namun tim gabungan tersebut, berhasil mengamankan lima warga, yang diduga positif menggunakan barang terlarang itu.

Kelima warga yang diamankan itu, langsung digiring ke Kantor BNNP Maluku, yang terletak di kawasan karang Panjang Ambon, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Untuk selanjutnya akan direhabilitasi.

“Kita star dari kantor BNNP, sekitar pukul 18.00 WIT, dengan sasaran kecamatan Teluk Ambon, terutama Rumah Tiga dan Waiyame. Kita amankan lima orang yang terduga positif menggunakan obat-obat terlarang,” kata Banne, kepada wartawan, Jumat pagi kemarin.

Mantan Kabag Operasional Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku ini, menjelaskan kelima warga yang uriennya positif menggunakan obat-obat terlarang dan narkotika ini, mayoritas wanita.

“Jadi waktu razia itu, langsung kita lakukan tes urine. Hasilnya ada 4 wanita, yang positif menggunakan Benzo colonthree emotikon atau dengan kata lain, yang berobat dan obatnya mengandung zat narkotika, sedangkan satu orang lainnya, yakni pria positif menggunakan narkoba,” jelasnya.

Disinggung soal identitas, dari kelima warga yang diamankan itu, pria yang bertugas di Maluku, sekitar delapan tahun ini, tak mau memberitahukan. “Intinya usia mereka, diatas 25 tahun. Mereka diamankan ke kantor BNNP untuk selanjutnya kita rehabilitasi. Jadi tidak diproses. Diamankan di tempat yang berbeda-beda aja,” terangnya.

Kendati demikian, kata perwira polri ini pihaknya akan terus melakukan razia tanpa mengenal waktu, karena itu merupakan program dari BNN Pusat dan terlebih hal itu juga perintah pimpinan. “Itu sudah program pemerintah yang wajib kita lakukan. Jadi kita tetap melakukan kegiatan ini. Soal waktu itu nanti.

Kapan saja dan dimana saja kita akan lakukan razia, sehingga Maluku ini benar-benar bersih dari pengguna narkotika. Sekarang saja, seminggu bisa dua kali, seminggu sekali. Intinya kita sesuaikan dengan waktu,” tegasnya. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!