Turun Jabatan, Richard Lemah – Ambon Ekspres
Trending

Turun Jabatan, Richard Lemah

AMBON,AE— Pertengahan tahun 2016, masa jabatan Richard Louhenapessy sebagai Wali Kota Ambon, akan berakhir. Setelah itu, caretaker diturunkan untuk mengendalikan pemerintahan selama kurang lebih enam bulan hingga pembentukan pemerintahan defenitif, hasil Pilkada 2017.

Louhenapessy akan maju lagi dalam Pilkada Kota Ambon. Kekuatannya sebagai incumbent akan melemah setelah meninggalkan jabatan.

etelah meninggalkan jabatan Wali Kota Ambon pada, Agustus 2016 mantan ketua DPRD Provinsi Maluku itu akan kehilangan kekuatan birokrasi. Kekuatan yang selama ini telah menjadi rahasia umum, merupakan salah satu modal bagi incumbent dalam merebut kembali tampuk kekuasaan dengan memobilisasi para PNS memberikan dukungan politik.

“Karena selama ini yang dikuatirkan dari seorang incumbent, sampai dengan massa Pilkada dia masih punya kemampuan untuk mengorganisir PNS. Ini relatif akan hilang. Dan tentu akan sulit bagi seorang incumbent untuk mengelola itu ketika jabatannya sudah berakhir,” kata Direktur Sinergi Data Indonesia (SDI), Barkah Pattimahu, Jumat (6/11).

Sehingga, selama kurang lebih enam bulan kepemimpinan caretaker nanti menjadi tantangan bagi Louhenapessy untuk mengejar obsesinya, kembali menjadi pemimpin bagi warga kota Ambon dalam masa lima tahun berikut.

Selain melemahnya kekuatan dari birokrasi, tantangan bagi Richard juga akan datang dari partai Golkar. Sebab, kondisi partai yang menjadi wadah bagi Louhenapessy untuk menjalani karier politiknya ini, secara nasional belum terkonsolidasi dengan baik.

Kondisi ini berpengaruh bagi konsolidasi di daerah, tidak terkecuali Maluku, terutama di kota Ambon. Sehingga, konsolidasi Louhenapessy melalui Golkar juga dapat terganggu.

“Golkar ini adalah partai besar secara nasional. Dan memang sebagai partai besar, banyak sekali kepentingn politik yang berputar di dalamnya. Kepentingan kelompok maupun kepentingan individu,” kata dia.

Faksinalisasi itu akan selalu ada dalam tubuh partai. Saat ini ada riak-riak kecil diantara kader Golkar di daerah. Jika ini tidak diselesaikan dalam waktu yang cepat, konflik internal ini akan terawat sampai dengan momen politik pada tahun 2017.

Jika ini terjadi, otomatis suara Golkar akan pecah. Dan itu akan menjadi salah satu sisi kelemahan Richard Louhenapessy sebagai kader Golkar.

“Tetapi memang, saya ingin memberikan sebuah catatan bahwa dalam Pilkada, partai politik itu tidak menjadi dasar utama kemenangan kandidat, terutama incumbent. Tapi, yang terutama adalah prestasi kerja selama memimpin,”ujarnya.

Berkurangnya dukungan birokrasi dan Golkar akan mempersempit kesempatan Louhenapessy untuk mewujudkan obsesinya, menjadi Walikota Ambon untuk periode berikut, karena akan dimanfaatkan oleh calon atau partai politik lain. Salah satunya adalah PDIP yang selama ini dikenal cukup solid di kota Ambon.

“Masa ketika terjadi kekosongan pemerintahan, karena pa Ris (Richard Louhenapessy-red) tidak menjabat sejak bulan Agustus. Dan ini peluang bagi calon-calon lain untuk mengambil kesempatan atau momentum,” katanya.

Dengan begitu, elekatabilitas Louhenapessy juga akan terganggu, bahkan bisa dilampaui oleh calon-calon lain yang bukan merupakan calon incumbent, tapi karena muncul dengan program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat, akan turut menggerus elektablitas incumbent.

“Selama satu tahun menjelang Pilkada itu, elektablitas incumbent akan tinggi. Tapi, karena muncul calon-calon baru, yang muncul dengan program baru, gagasan baru itu akan menggerus suara,” katanya.

Berapa besar elektablitas Louhenapessy yang akan merosot karena berbagai kondisi tersebut, Pattimahu menegaskan, terlalu dini untuk menakarnya. Harus ada data ilmiah dan realistis melalui survey.

Namun, Patttimahu mengatakan, elektabilitas Louhenapessy bisa naik, bertahan atau menurun lebih disebabkan oleh prestasi kerja selama memimpin kota Ambon. Bila ada prestasi yang membuat publik kota Ambon merasa bangga maka Louhenapessy sulit dilupakan oleh publik kendati telah meninggalkan jabatan.

“Bila meninggalkan prestasi kerja yang baik, publik terus mengikuti beliau. Artinya jika incumbent tidak memiliki prestasi yang baik, dalam masa enam bulan itu bisa dilupakan , dan publik akan mencari calon lain yang mampu memberikan harapan kepada publik kota Ambon.

Itu bisa mempengaruhi kekuatan dari pa Ris sebagai incumbent yang selama enam bulan tidak lagi memegang jabatan,”tandas Pattimahu.

Ditanya pendapatnya tentang kinerja Richard Louhenapessy bersama wakilnya Sam Latuconsina selama ini, Pattimahu menilai, pasangan ini mampu mempertahankan citra positif sebagai pemimpin di mata publik kota Ambon. “Sepanjang pengamatan saya, tidak ada sesuatu yang mengecewakan. Ini bagi saya. Tapi silakan, ini dikembalikan kepada publik kota Ambon,”katanya.

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti), Johan Tehuayo mengemukakan, selama lima tahun menjadi Wali Kota Ambon, Richard telah menunjukkan keberhasilan dalam menjaga dan meningkatkan elektabilitasnya melalui berbagai program pembangunan serta kedekatannya dengan masyarakat. “Beliau sudah tersosialisasi secara efektif selama lima tahun,” kata Tehuayo.

Kendati harus meninggalkan jabatan, namun elektabilitasnya tidak akan berkurang. Ini menjadi modal utama baginya merebut kursi Walikota Ambon melalui pemungutan suara pada Februari 2017.

Selain keberhasilan dalam memimpin, kekuatan lain yang dapat menunjang Richard untuk mewujudkan obsesinya, menjadi Wali Kota Ambon periode 2017-2022 adalah partai politik. Golkar yang merupakan wadahnya menjalani karier politik sangat membantu, bila partai yang sedang dirudung masalah dualisme itu kembali bersatu.

Belum terlihat elektabilitas figur lain yang bisa menyaingi Richard di pilwalkot nanti. Terutama kader-kader Golkar di kota Ambon. Namun untuk lebih menguatkan posisinya dalam bursa calon wali kota, Richard harus menggandeng figur calon wakil wali kota dari partai lain yang juga memiliki banyak konstituen di Kota Ambon. Salah satunya PDIP. “Penentuan wakilnya yang juga harus memiliki tingkat elektabilitas di publik,”saranya. (MAN)

Most Popular

To Top