Vanath Masih Bebas – Ambon Ekspres
Trending

Vanath Masih Bebas

AMBON,AE— Tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang, Abdullah Vanath masih bebas. Meski berstatus dicekal ke luar negeri, Vanath masih bisa terbang kemana saja di Indonesia.

Kurangnya alat bukti, menjadi alasan bagi penyidik Direktorat reserse dan kriminal khusus, untuk belum melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Maluku lagi, setelah dua kali ditolak jaksa penyidik.

Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Budi Wibowo, yang ditemui koran ini, Jumat siang kemarin menjelaskan, pihaknya sementara berupaya melengkapi sejumlah alat bukti yang dimintakan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejati Maluku.

“Ada sejumlah alat bukti yang belum dilengkapi sehingga, kita perlu untuk melengkapinya. Misalkan ada beberapa surat perbankkan yang belum ada, maka kita upayakan untuk ada,”kata Wibowo.

Menurut dia, penetapan suami dari anggota Komisi III DPR RI itu, sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dimana penetapan tersangka terhadap seseorang yang terduga melakukan tindak pidana, berdasarkan dua alat bukti atau lebih.

“Untuk penetapan tersangkanya itu, tidak jadi masalah, karena lebih dari dua alat bukti. Namun untuk berkas perkaranya ini dianggap oleh jaksa masih mengalami kekurangan sehingga perlu untuk dilengkapi,” jelasnya.

Dia menegaskan, lambat atau cepat kasus TPPU dan korupsi yang menjerat mantan penguasa kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa itu, akan diselesaikan. “Sudah pasti kasus ini akan kami selesaikan. Saat ini kami sementara mengupayakan melengkapi berkas perkara sesuai dengan permintaan dari JPU itu,”terangnya.

Dikatakan, jika dari awal penyidik menetapkan Vanath, dengan dugaan kasus korupsi, maka kasus tersebut sudah terselesaikan. Namun karena TPPU, maka memerlukan alat bukti yang kuat.

“TPPU ini beda dengan korupsi, kalau korupsi sudah pasti diselesikan karena mudah. Namun TPPU ini, agak sulit karena membutuhkan sejumlah surat alat bukti lain juga,”kunci pria dengan tiga melati ini.

Untuk diketahui, Abdullah Vanath sendiri, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, sejak akhir 2013 silam. Dimana saat itu Direktur Reskrimsus Polda Maluku, dijabat oleh Kombes Polisi Sulistiyono.

Dia ditetapkan oleh penyidik polisi sebagai tersangka, karena mengalihkan dana pemerintah dari kas daerah ke rekening pribadinya sebesar Rp2 miliar. Dana itu, di depositokan selama beberapa tahun. setelah itu, dikembalikan lagi ke kas daerah. Pengembalian tidak diikuti dengan bunganya.

Sebelumnya, PLT pimpinan KPK Johan Budi, mengatakan sampai saat ini, dia belum mengetahui perkembangan lanjutan kasus tersebut.

Dirinya akan menanyakan dugaan korupsi SBT kepada penyidik. Untuk diketahui, tim penyidik KPK pernah turun ke SBT pada tanggal 7 sampai 9 November 2013 lalu. Namun pasca pulbaket (pengumpulan bahan keterangan), tidak lagi terdengar kasus yang ditangani.

Bila mana prosesnya tidak dijalankan, KPK sebagai Supervisi penyelesaian kasus Korupsi Bupati SBT akan mempertanyakan kembali kinerja Polda Maluku. Kasus ini sudah berjalan lama namun proses penyelesaianya malah berjalan lambat.

“Kasusnya akan di kaji ulang serta mempertanyakan kinerja Polda Maluku. Bila perlu akan memanggil pihak yang memperlambat penyelesaian kasus korupsi tersebut,’’ ucapnya.
Sebagai informasi, beberapa proyek yang sempat mengemuka dan diduga bermasalah seluruhnya berjumlah Rp.177.3 Miliar.

Terdiri dari Proyek Infrasturktur Jalan Werinama–Banggoi dan Banggoi-Werinama mencapai Rp60 Miliar (sejak tahun 2008 sd 2010), Proyek Irigasi mencapai Rp20 miliar, Proyek Pasar Geser Rp2.8 Miliar dan yang terbaru Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung DPRD SBT Sebesar Rp.14,8 miliar, dan gratifikasi Sarana dan Prasarana Pemerintah daerah di kecamatan kelimury senilai Rp.4.5 Miliar. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!