Warga Morela Tewas di Tebas – Ambon Ekspres
Trending

Warga Morela Tewas di Tebas

AMBON,AE— Warga Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Karim Pical alias Luky (54) ditemukan tewas, dengan luka pada leher akibat ditebas benda tajam. Insiden ini sempat membuat tegang perbatasan Mamala dan Desa Morela. Namun ketegangan tak berlangsung lama setelah aparat keamanan, meminta warga untuk bubar.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Besar polisi Komaruz Zaman, mengungkapkan, mayat tersebut diketahui bernama Abdul Karim Pikal als Luky (54), warga desa Morela. Korban ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka berat disekujur tubuh.

“Korban atas nama Luky, 54 Tahun, warga desa Morela, ditemukan sekitar pukul 14.00 Wit, dengan kondisi tidak bernyawa. Luka berat bekas sabetan benda tajam di bagian tubuh dada dan perut. Korban kini sudah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas Zaman ketika dihubungi tadi malam.

Hingga kini, lanjut pria dengan dua melati dipundaknya itu, pihaknya sementara masih terus melakukan penyelidikan, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna mencari jejak pelaku.

“Langkah utama kita memperketat pengamanan diperbatasan antara kedua desa, kemudian kita melakukan penyelidikan dan olah TKP guna mencari jejak pelaku itu. Intinya kami akan upayakan untuk mengungkap siapa pelaku itu, ”tegasnya.

Untuk itu, mantan komandan Detasemen A Satbrimobda Polda Maluku ini, meminta kepada warga desa Mamala maupun Desa Morela untuk tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan. Jangan mudah terprovokasi sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bersama terjadi.“Saya minta supaya mari kita sama-sama menjaga situasi dan kondisi keamanan yang ada,”harapnya.

Wakal-Hitu Tetap Damai
Sementara itu, puluhan tanaman perkebunan milik warga Hitu Messing dan Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, ditebang orang tak dikenal. Pemilik pohon cengkih dan durian itu, meminta polisi untuk segera menangkap pelaku, dan proses ganti rugi dilakukan, jika tidak, perdamaian bakal gagal terwujud.

“Sempat terjadi konsentrasi massa di perbatasan desa Hitu Lama. Konsentrasi massa itu karena warga tidak terima tanaman di kebun mereka di potong oleh OTK yang diduga berasal dari desa Wakal. Beruntung aparat langsung membubarkan warga itu,” kata Kapolsek Leihitu, Ajun Komisaris Polisi Gesky Mansa, yang dihubungi koran ini, Minggu sore kemarin.

Menurut Kapolsek, pembubaran massa itu, diikuti dengan warga yang mendatangi polsek Leihitu, untuk melaporkan insiden penebangan. “Sudah kami terima laporan itu, dan kami akan melakukan penyelidikan. Namun kami juga minta supaya hal ini akan diselesaikan secara baik-baik. Warga juga bersedia untuk diselesaikan,”terangnya.

Sementara itu, ditempat terpisah kapolres menjelaskan, upaya perdamaian antara warga Hitu dan Wakal tetap akan berjalan disamping proses hukum.

“Warga yang merasa tanamannya di potong itu akan diganti rugi oleh pemerintah kabupaten. Namun yang terpenting situasi keamanan di Wakal, Hitu Messing dan Hitu Lama, sementara sudah sangat kondusif,”terangnya.

Direncanakan Senin hari ini, polisi , bersama Kodim 1504 dan pemerintah Kabupaten Malteng, serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dari ketiga desa akan melakukan pertemuan kembali guna menyelesaikan persoalan yang terjadi di tiga desa tersebut. (AHA/ERM)

Most Popular

To Top