Ribuan Penambang Bertahan di Gunung Botak – Ambon Ekspres
Trending

Ribuan Penambang Bertahan di Gunung Botak

Cara Rendaman Menyisahkan Lebih Banyak Limbah

AMBON, AE— Keputusan pemerintah  Kabupaten Buru untuk menutup total penambangan emas di Gunung Botak, tanggal 14 November nanti, belum mendapat respon baik dari para penambang.

Mereka masih tetap menambang seperti biasa, di tambang illegal. Saat ini diperkirakan masih ada 4500 penambang bertahan disana.

Tenda-tenda milik penambang juga masih terlihat menutup badan gunung. Badan gunung juga masih digali untuk membuat lubang-lubang mencari emas. Tromol, tong, dan perendaman masih digunakan penambang untuk mengolah emas, seakan tidak ada informasi yang sampai ke telinga mereka soal penutupan Gunung Botak.

Belum tampak dari ribuan penambang itu bergegas atau siap-siap menurunkan barang mereka yang kebanyak mesin itu lokasi tambang. Aktivitas masih seperti biasa. Belum ada gerakan untuk meninggalkan lokasi tambang baik dari para penambang liar maupun para pemilik kios yang ada di lokasi tambang Gunung Botak.

Dandim 1506 Namlea, Letkol Inf Faisal Rizal yang ditemui di Namlea, (10/11) mengatakan, sosialisasi oleh tim gabungan Pemerintah Kabupaten Buru, TNI dan Polri sudah dilakukan. Batas waktu untuk para penambang liar hingga tanggal 13 November.

BACA JUGA:  Ribuan Penambang Terlantar di Namlea

Jika masih ada lagi penambang yang beraktivitas tanggal 14 November itu, sudah dilakukan tindakan tegas tanpa mengatakan bentuk tindakan yang dilakukan nanti.

Informasi yang diterimanya, sudah ada sebagian penambang yang mulai turun dari lokasi tambang dan mulai bergegas menyiapkan barang-barang mereka untuk meninggalkan lokasi tambang.

Wakapolres Buru, Kompol Rizal mengatakan, tim mulai mensosialisasikan penataan lokasi tambang Gunung Botak. Para penambang diminta meninggalkan lokasi tambang guna ditata sesuai dengan hasil keputusan rapat pemerintah Daerah pada, Senin (9/11).

Para penambang diberikan waktu menyiapkan segala barang milik mereka untuk dibawa turun dan meninggalkan lokasi tambang hingga 13 November.

Keputusan menutup tambang Gunung Botak, karena penggunaan mercuri dan cianida sudah diambang batas. Kekhawatiran tercemarnya Kabupaten Buru akan bahan kimia itu mendesak pemerintah Kabupaten Buru segera menata kembali lokasi tambang, agar steril dari pencemaran dengan menggunakan teknologi yang lebih baik lagi.

Penggunaan mercuri dan cianida bertujuan memisahkan material emas dari tanah. Proses pemisahan emas dari material yang digunakan di lokasi tambang Gunung Botak itu memakai mesin tromol, dan mesin tong serta mesin dompeng. Proses kerja ketiga mesin tersebut hampir sama.

BACA JUGA:  Ribuan Penambang Terlantar di Namlea

Yang tampak, mesin dompeng menggunakan selang dan mesin air berkapasitas besar untuk menyemprotkan air ke lereng-lereng gunung. Limbah dari semprotan air itu dialirkan melalui karepet, hasil akhirnya juga menggunakan mercuri dan cianida.

Sementara teknik baru yang menjamur di lokasi tambang dan berada di semua jalur lokasi tambang itu, yakni rendaman. Proses rendaman itu berbeda dengan ketiga mesin pengolahan emas yakni, bak yang dibuat dari kayu berukurang 2 kali 2 atau 2 kali 3 dialasi dengan terpal yang sudah diteliti agar tidak bocor dan dibuat, seperti lubang kecil untuk pipa yang nantinya digunakan untuk sirkulasi air.

Bak tersebut diisi dengan material tanah yang diambil dari Gunung Botak. Material tersebut kemudian dicampur dengan cianida dan juga kapur. Perendaman itu memakan waktu lama yakni 2 minggu sampai 1 bulan. Namun, air rendaman itu dibuat sirkulasi dengan disaring melalui pipa kecil ke baskom yang sudah diisi karbon.

Hasilnya, disimpan lagi ke dalam bak dan seterusnya seperti itu agar udaranya tetap terjaga guna menghasilkan emas lebih banyak lagi. Setelah dirasa cukup untuk disaring, air yang tadinya dicampur dengan material dan juga cianida, kemudian disaring ke baskom yang sudah disiapkan tepat dimulut pipa yang sudah diisi karbon. Karbon tersebut dibakar dan langsung menghasilkan emas.

BACA JUGA:  Ribuan Penambang Terlantar di Namlea

Menurut beberapa penambang di Lokasi tambang, penggunaan rendaman memang ekonomis dan menghasilkan lebih banyak emas. Akan tetapi prediksi pencemarannya lebih besar karena selain bau yang menyengat, pencemaran udara juga besar karena prosesnya terbuka tidak seperti mesin tromol dan tong yang diolah tertutup.(CR8)

Most Popular

To Top