310 Mahasiswa Sempat Diterlantarkan – Ambon Ekspres
Trending

310 Mahasiswa Sempat Diterlantarkan

AMBON,AE— Ulah pihak Kesyahbandaran dan otoritas Pelabuhan (KSOP), Yos Sudarso Ambon, membuat ratusan mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri Ambon yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Tual dan Maluku Tenggara, sempat gagal berangkat dari pelabuhan Yos Sudarso. KSOP akhirnya menyiapkan KM Sabuk Nusantara untuk mengangkut para mahasiswa.

Pantauan Ambon Ekspres disekitar pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Rabu siang kemarin, sebanyak 310 mahasiswa yang hendak berangkat menuju lokasi kukerta di dua kabupaten itu, dengan menggunakan kapal perintis Cantika Pratama 05, gagal berangkat.

Kegagalan berangkat dengan menggunakan kapal milik PT Pelayaran Dharma Indah itu, disebabkan pihak KSOP, tidak mengijinkan ratusan mahasiswa untuk berlayar dengan kapal tersebut.

Menurut pihak kampus IAIN, panitia Kukerta telah melakukan koordinasi dengan pihak pengelola PT Pelayaran Dhama Indah untuk mengangkut mahasiswa dengan kapal tersebut.

“Koordinasi sudah jelas, bahwa pihak perusahaan sendiri telah mengiyakan untuk mahasiswa berangkat dengan kapal cantika Pratama 05 ini. Bahkan tiketnya juga sudah dibeli oleh panitia sejak Senin lalu, dengan harga umum.

setelah hendak berangkat, pihak KSOP melarang dan mengatakan mahasiswa yang hendak berangkat dengan kapal Cantika 05 ini, hanya sebanyak 60 orang dari 310 mahasiswa yang ada,” jelas sumber.

Sebaliknya, pihak KSOP mengijinkan penumpang umum untuk berangkat dengan kapal tersebut, tanpa menggunakan tiket. Tiket kapal itu sebelumnya, sudah dibeli habis pihak panitia Kukerta.

“Rata-rata masyarakat yang naik kapal itu, tidak memiliki tiket, karena dipastikan tiketnya sudah dibeli habis panitia untuk mahasiswa yang akan berangkat kukerta ini,” katanya.
Mahasiswa kemudian melakukan protes, namun hasilnya tetap mahasiswa dilarang berangkat.

“Kami merasa sangat kecewa dengan sikap dan tindakan KSOP ini. Kami tidak menggunakan kapal ini untuk pulang pergi, tetapi kami hanya sekali berangkat. Masa tiket sudah beli habis, KSOP masih saja mengijinkan penumpang umum untuk naik,”kata Ali, salah satu mahasiswa.

Ali mengaku, banyak teman-temannya, diterlantarkan beberapa jam tanpa ada penjelasan KSOP. “Kami ini sudah menunggu dari sekitar pukul 13.00 WIT, dengan catatan kami berangkat pukul 18.00 Wit, namun sampai pukul 18.00 WIT, belum juga ada kejelasan, dimana kerja dari pihak KSOP selama ini,” keluhnya.

Mahasiswa yang kebanyak wanita ini, terlihat sangat lelah dan cemas, disebabkan lebih awal mendatangi pelabuhan dengan membawa seluruh atribut maupun perlengkapan kukerta.

“Kami datang disini (Pelabuhan red) saja sekira pukul 14.30 Wit, dengan membawa perlengkapan KKN seperti tas koper dan lain-lain. Belum lagi panas. Tetapi sampai saat ini juga belum ada kejelasan,” kata Nur Dila, salah satu mahasiswi.

Sampai pukul 21.00 WIT, Kamis malam, masih terlihat sejumlah mahasiswa berada di kawasan pelabuhan untuk menanti kepastian keberangkatan ke lokasi Kukerta. “Kami siap tidur di sini (Pelabuhan red), sampai ada kepastian keberangkatan.

Kalaupun tunda maka harus berikan penjelasan. Kami tetap menunggu,”kata Asrul, mahasiswa yang lain.

Setelah bernegosiasi, ratusan mahasiswa itu akhirnya akan diberangkat pukul 00.00 Wit dengan kapal Sabuk Nusantara, dari Pelabuhan Jos Soedarso menuju Kota Tual. (AHA)

Most Popular

To Top