Caretaker Bupati SBT Ditipu Anak Buahnya – Ambon Ekspres
Trending

Caretaker Bupati SBT Ditipu Anak Buahnya

AMBON, AE— Penunjukkan tersangka kasus dugaan korupsi dana program P2KP Mochsen Ohorella sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Seram Bagian Timur telah melalui pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan  (Baperjakat) SBT, namun Baperjakat yang diketuai Sekda setempat itu tidak menyampaikan status  Ohorella sebagai tersangka,  kepada Penjabat Bupati Hendri Far-Far.  Keputusan ini harus dipertimbangkan lagi.

epada Ambon Ekspres Far-Far mengungkapkan, penunjukkan Ohorella tersebut berawal dari laporan bahwa sudah hampir lima bulan terakhir, proses administrasi Dinas PU setempat tidak berjalan maksimal, karena kepala dinas Nurdin Mony sedang tersandung kasus korupsi dan kini telah menjadi terpidana.

“Jadi, dari situ saya panggil Sekda bersama Baperjakat. Saya tanya mengapa sudah sampai kurang lebih lima bulan ini proses administrasi di PU tidak berjalan. Mereka bilang betul. Karena pak kadis, terpidana, saya langsung minta putusannya.

Lalu dari bagian hukum kasih putusannya. Setelah saya pelajari, oh betul, putusan ini sudah inkrah dan sudah dilaksanakan,” kata Far-Far, via telepon seluler, Rabu (11/11).

Setelah itu, Far-Far meminta Sekda SBT, Syarif Makmur serta tim Baperjakat untuk mengadakan rapat, membicarakan kondisi tersebut sekaligus mencari solusinya. Langkah ini dilakukan, mengingat batas waktu penyampaian laporan pertanggung jawaban anggaran tahun 2015 semakin dekat, proses adminitrasi harus berjalan dengan maksimal.

Baperjakat kemudian menyodorkan tiga nama kepada Far-Far, diantaranya adalah Kepala Bappeda SBT Zainal Vanath dan Asisten I Setda SBT Mochsen Ohorella. Nama Mochsen Ohorela ditulis pada nomor urut pertama.

Setelah menerima daftar nama-nama tersebut, Far-Far kemudian menanyakan kepada Baperjakat tentang rekam jejak mereka yang namanya diusulkan tersebut. Ini untuk memastikan, figur yang ditunjuk sebagai plt kepala Dinas PU, tidak bermasalah.

“Saya tanya, ini track record seperti apa, tiga orang ini. Ternyata orang-orang ini tidak ada masalah. Jadi saya bilang, kalau begitu kira-kira siapa yang harus dipertimbangkan, karena ini sifatnya sementara saja. Hanya untuk menyelesaikan adimistrasi 2015. Kita butuh laporan dan pertanggung jawaban segala aspek pekerjaan di dinas PU,” katanya.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Far-Far pun memilih Mohcsen Ohorella dengan pertimbangan, Ohorella yang juga asisten I Setda SBT itu dapat mengkoordinir kegiatan administrasi di dinas PU. “Maka sepakatlah kita, ya sudah pak Asisten, Pak Moksen,” ungkapnya.

Kepala biro Hukum Setda Maluku itu menegaskan, penunjukan Mochsen Ohorella itu sudah berdasarkan kajian dan tidak pernah ada keterangan bahwa Ohorella sedang menyandang status tersangka kasus korupsi. “Kalau ada informasi itu, masak saya mau tunjuk. Saya kan tanya tapi tidak ada masalah,” tegasnya.

Dijelaskan, penunjukkan itu hanya dengan Surat Keputusan penunjukan, tanpa pelantikan, sebab selain hanya bersifat sementara, penunjukan itu adalah langkah segera, guna menyiapkan semua bentuk laporan pertanggung jawaban anggaran tahun 2015.

Sekadar ingat, penyidik Polres SBT menetapkan Mochsen Ohorella sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP), pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan kabupaten SBT tahun 2013.

Selain Ohorella, Polisi juga menjerat dua pejabat lain, yakni mantan kepada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan kabupaten SBT, Mirnawati Derlen dan Ishak Rumata. Saat ini, berkas ketiga tersangka telah dilimphkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Masohi.

Far-Far melanjutkan, setelah mendapatkan informasi tentang status Mocsen Ohorella, dirinya langsung menghubungi Kapolres SBT, AKBP Wawan Setiawan, memastikan status Ohorella.
“Pak Kapolres bilang, iya Pak, betul yang bersangkutan adalah tersangka.

Ada tiga tersangka, tapi saya lupa yang dua lagi. Ini sekarang saya cek Baperjakat, tapi tidak ada informasi apa-apa pun tentang status yang bersangkutan,” jelasnya.

Menyoal langkah selanjutnya setelah mengetahui status Mochsen Ohorella itu, Far-Far mengatakan koordinasi dengan pihak Polres SBT akan terus dilakukan, guna lebih memastikan masalah ini. Evaluasi tentu akan dilakukan, penunjukkan Ohorella akan dipetimbangkan lagi.

“Kami tentunya terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Tentu ada kita evaluasi, tapi seperti apa, nanti kita lihat,” tutupnya.

Beberapa kali Ambon Ekspres menghubungi Sekda SBT Syarif Makmur, namun nomor telepon selulernya tidak dapat dihubungi. Sementara kepala bagian hukum Setda SBT, Adam Rumbalifar tidak menjawab telepon.

Tokoh pemuda kabupaten SBT M. Jafar Tukwain menilai, ada yang tidak beres dalam penujukkan Plt Kadis PU SBT itu. Baperjakat tentu mengetahui masalah hukum yang sedang dihadapi Mochsen Ohorella saat ini.

Apalagi, Kapolres SBT telah menyatakan bahwa surat pemberitahuan penetapan Ohorella sebagai tersangka telah disampailkan kepada Pemda SBT.

Baperjakat tentu mengontrol semua PNS di sana, termasuk bagian hukum Setda SBT. Sangat tidak mungkin bila penetapan Mochsen Ohorella sebagai tersangka, tidak diketahui Baperjakat dan bagian hukum. Apalagi Ohorella merupakan salah satu pejabat penting dilingkup Pemda SBT.

“Jangan sampai penunjukkan ini sarat kepentingan sempit, sehingga mengabaikan status tersangka. Kita minta caretaker pertimbangkan lagi, bila perlu menarik kembali dan membatalkan SK penunjukann tersebut,”ujarnya, kemarin.

Selanjutnya, kata Tukwain Hendri Far-Far harus mengangkat salah satu PNS yang telah memenuhi syarat untuk menjadi plt kepala dinas PU, dengan catatan harus merupakan PNS yang tidak tersangkut masalah hukum.

“Masih ada banyak PNS di sana yang mampu dan tidak tersangkut masalah hukum. Kita tidak menolak SK tersebut, tapi meminta diperbaiki, harus orang yang tepat,” katanya.(MAN)

Most Popular

To Top