Manan Cs Ngaku Hadler Ditinggalkan – Ambon Ekspres
Trending

Manan Cs Ngaku Hadler Ditinggalkan

Arif: Iya, Hanya 4 Orang

AMBON,AE— Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Maluku kubu Djan Faridz terus melakukan sosialisasi. Hasilnya, banyak kader lari dari Syarif Hadler, lalu bergabung dengan Manan Latuconsina Cs. Namun, kubu Romi membantahnya.

Ketua DPC PPP Kota Ambon, Zulkifli Fakaubun saat dihubungi Ambon Ekspres via sms, Rabu (11/11) mengaku, kendati MA telah mengeluarkan keputusan yang memenangkan kubu Djan Faridz, namun komunikasi dengan kubu Romahurmuziy tetap dilakukan. Hasilnya, banyak kader yang bersimpati dan meyakini keabsahan kepengurusan PPP hasil Muktamar Jakarta.

“Komunikasi secara intens kita lakukan dengan kubu pak Romi (Romahurmuziy), walau terbatas pada personal tertentu. Ya, secara perlahan tapi pasti, teman-teman mulai bergabung.

Kebenaran perjuangan kubu Djan Faridz dibuktikan dengan memperoleh kemenangan dari MA,” kata Zulkifli, tanpa menyebut jumlah kader dan simpatisan yang telah bergabung dengan kubu Djan Faridz.

Seperti diberitakan, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi PPP Kubu Djan Faridz atau hasil Munas Jakarta. Dalam putusannya, MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta dan menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

PTUN sebelumnya, mengabulkan gugatan yang dilayangkan kuasa hukum PPP hasil Muktamar Jakarta untuk menunda pelaksanaan keputusan Menhuk dan HAM.

Dengan begitu, keputusan Menhuk dan HAM No M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan kubu Romahurmuziy belum dapat dilaksanakan.

Zulkifli melanjutkan, meski komunikasi berjalan lancar, namun ruang permintaan kader berstatus anggota DPRD untuk tidak didepak, sudah tak ada. Komunikasi yang coba dilakukan hanya sebatas silaturahmi, bukan negosiasi politik untuk mempertahankan jabatan.

“Kalau pun ada loby teman-teman dewan, hal tersebut sudah tidak penting lagi. Sebab, kami tak berani memberi harapan. Jadi kalau ada komunikasi, kami anggap itu bentuk silaturahmi, tidak ada makna politik,” tegasnya.

Sikap yang diambil, lanjut Zulkifli, demi perubahan partai berlambang ka’bah itu di Maluku pada umumnya, dan khususnya di kota Ambon. Karena itu, Pergantian Atarwaktu (PAW) tetap akan dilakukan.

“Tujuan kami jelas, yakni untuk perubahan di partai secara menyeluruh, dan fraksi harus berada di depan memperjuangkan aspirasi warga kota Ambon sekaligus menjadi mitra pemerintah. Maka yang pasti, PAW akan dilakukan,” tuturnya.

Dikatakan, PAW terhadap Syarif Hadler, ketua DPW PPP Provinsi Maluku versi Muktamar Surabaya yang kini menjabat anggota komisi A DPRD Maluku, Rofik Afifudin dan dua anggota DPRD Kota Ambon lainnya masih menungu surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Salinan putusan MA sudah ada. Tapi, sejatinya harus menunggu SK menkumham. Dan kami yakin dalam waktu dekat SK Menkumham akan mengesahkan kepengurusan PPP Djan Faridz. Menkumham pasti melaksanakan putusan MA,” papar Zulkifli, optimis.

Sekretaris DPW PPP Provinsi Maluku kubu Romi, Arif Hentihu, membantah jika kader dan simpatisan sudah beralih ke Manan cs. Yang bergabung, hanya empat kader, yakni Manan Latuconsina, Sabar Ramelan, Zulkifli Fakaubun dan Sulaiman Wasahua.
“Benar, ada 4 orang sudah bergabung dari dulu, yakni Sabar, Manan, Zulkifli dan Sulaiman. Tapi kaders yang militan, tidak ada satupun bergabung dengan mereka,” singkat Arif.

Ketua DPW PPP Provinsi Maluku, Manan Latuconsina, menambahkan, putusan MA nomor 504K/TUN/2015 tersebut, sudah diterima beberapa hari lalu. Isinya, mengabulkan seluruh gugatan Suryadarma Ali, mantan ketua umum PPP selaku pemohon.

Kemudian, membatalkan SK Menkumham nomor M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan kubu Romahurmuziy belum dapat dilaksanakan.

Dan memerintahkan tergugat (Menkumham) untuk mencabut SK omor M.HH-07.AH.11.01 tahun 2014. “Artinya, tidak ada lagi dua kubu. PPP hanya satu, yakni kepengurusan Djan Faridz,” katanya.

Dikatakan, siapapun secara personal dan institusi menyatakan PPP kubu Romi yang sah, tidak sesuai dengan fakta hukum saat ini. Putusan MA harus diterima dengan bijaksana.
”Jadi, kalau mau jadi ketua, nanti kita bermusyawarah di tahun 2016. Untuk saat ini, hanya satu ketua umum, DPW dan DPC. Dan itu di kubu Djan Faridz,” tandasnya.(TAB)

Most Popular

To Top