Pembunuh Pikal Masih Misterius – Ambon Ekspres
Trending

Pembunuh Pikal Masih Misterius

AMBON, AE— Empat hari paska terbunuhnya Abdul Karim Pikal (54), sampai kemarin, polisi masih kesulitan mengungkap siapa pelakunya maupun motif dibalik pembunuhan itu. Polisi juga belum bisa memastikan apakah pembunuhan dilakukan oleh seseorang atau berkelompok.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Komaruz Zaman, yang ditemui koran ini, di mapolres Ambon, Rabu siang mengaku, tim penyidik gabungan dari Satreskrim Polres Pulau Ambon, Polsek Leihitu dan Direktorat Reskrimum Polda Maluku, masih melakukan penyelidikan.

“Tim kami masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan di sana (Mamala dan Morela, red), untuk hasilnya belum mengarah ke siapa pelaku maupun kelompok. Sejauh ini sudah sekitar tiga hingga empat saksi yang dimintai keterangan,” kata Zaman.

Dari keterangan saksi sementara, kata pria dengan dua melati dipundaknya itu, belum mengarah ke siapa pelaku pembunuh Pikal.“Saksi sudah kami mintai keterangan namun masih minim sekali bukti untuk mengarah ke siapa pelakunya,” jelasnya.

Namun lanjut dia, pihaknya masih akan terus melakukan upaya mengungkap pelaku dan aktor dibalik peristiwa tewasnya Pikal maupun konflik yang terjadi di antara kedua desa tersebut.

“Intinya semua masih dalam proses penyelidikan, guna mengungkap kasus secara jelas, apakah pelaku lebih dari satu orang atau berkelompok. Ini yang masih kita telesuri dengan menggali informasi lebih jauh lagi soal kasus saat ini maupun yang pernah terjadi,” kata kapolres.

Untuk penggunaan senjata api yang menewaskan Pikal, maupun korban-korban sebelumnya, mantan Kapolres Pulau Buru ini, mengaku belum mengetahui hal tersebut. Karena tidak ditemukan proyektil peluru di lokasi kejadian.

“Untuk korban kemarin, tidak ditemukan proyektil peluru yang digunakan untuk menembak korban. Kalau proyektilnya kita temukan, sudah bisa kami pastikan ini senjata apa yang di pakai untuk menghabisi korban.

Termasuk juga mengetahui organik atau rakitan yang di pakai. Untuk rentetan peristiwa penembakan juga selama ini yang menjadi kendala kami itu, karena minimnya saksi sendiri,”terangnya.

Mantan Komandan Detasement A Satbrimob Polda Maluku ini, mengatakan kepemilikan bahan peledak dan senjata api, kini masih terus dipantau oleh pihaknya. “Kami monitor memang masih ada, tetapi jumlah banyaknya, kemudian siapa pemiliknya itu yang masih kami belum tahu,”tegasnya.

Kapolres juga belum bisa memastikan, apakah pembunuhan Pikal maupun beberapa warga Mamala dan Morela, merupakan setingan aktor tertentu, karena polisi masih mendalami.
“Kalau soal itu, belum bisa kami komentari, karena masih kami telusuri lagi. Untuk dugaannya juga belum bisa kami sampaikan, yang pastinya intelejen kami masih terus bekerja, begitu juga dengan tim reskrim kami.

Selain kedua tim itu, kami juga akan libatkan tim Binmas kami dan Polsek untuk terus sosialisasi damai disetiap desa yang ada di Leihitu, maupun diwilayah lain, yang berada di bawa wilayah hukum polres Ambon,”kuncinya.

Sebelumnya, Direktur Institut Tifa Damai Maluku, Justus Pattipawae, Selasa (10/11), mengatakan Berbagai kejadian di sana, tidak berdiri sendiri. Kejadian itu merupakan mata rantai, dimana konflik memang cenderung berulang. Apalagi akar masalahnya tidak diselesaikan.

Selain itu, lemahnya penegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan dari sejumlah peristiwa di sana, membuat potensi konflik semakin mengakar. Masyarakat merasa bahwa ketika ada kejadian kriminal, itu gampang saja, karena sampai di polisi, polisi tidak mampu untuk menyelesaikannya.

“ Ini membuat potensi konflik sulit dihilangkan. Orang masih dapat melakukan tindakan kejahatan, dan cenderung berulang, apalagi masih ada dendam,”ungkapnya.

Ditegaskan, pendekatan penyelesaian konflik harus paripurna, tidak bisa parsial. Jangan hanya pendekatan dengan pengerahan satuan keamanan pada saat konflik terjadi. Masih ada potensi konflik yang sewaktu-waktu dapat berbuah konflik.

“Buka ruang-ruang dialog, ruang interaksi, ruang bagi masyarakat utnuk meningkatkan rasa persaudaraan diantara mereka. Ini yang belum diintervensi oleh pemerintah. Saya tidak tahu, tapi bentuk program nyata itu belum dilakukan. Bukan karena ada peristiwa lalu pemerintah seperti pemadam kebakaran,”ketusnya. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!