Proyek Lampu Yang Mubasir – Ambon Ekspres
Trending

Proyek Lampu Yang Mubasir

AMBON,AE— Ruas jalan Jenderal Sudirman, kota Ambon mendapat perhatian pemerintah pusat. Melalui program Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL), pemerintah menata kawasan jalan tersebut dengan membangun ratusan lampu sebagai aksesoris jalan serta Trotoar.

Namun, proyek tersebut, terutama lampu jalan dinilai tidak tepat. Pemerintah diminta memaksimalkan penyelesaian proyek tersebut.

Pantaun Ambon Ekspres, dari ratusan tiang yang berjejer di sepanjang ruas jalan tersebut, baru sebagian tiang yang terpasang lampu. Sebagian lagi masih dalam proses pekerjaan. Tiang-tiang tersebut dibangun dengan ukuran tinggi sekitar 2 meter dengan jarak antara tiang sekitar lima meter.

Padahal, di ruas jalan itu telah terpasang lampu merkuri yang dapat menerangi jalan tersebut pada malam hari. Sehingga, kendati menyala pada malam hari, namun lampu yang dipasang pada tiang-tiang yang baru dibangun tersebut tidak bermanfaat karena penerangan telah bersumber dari lampu merkuri.

“Dari dulu kan jalan di sini terang waktu malam hari karena ada lampu-lampu besar (lampu merkuri) itu. Yang baru ini mungkin hiasan saja,” ungkap Rus, warga yang ditemui Ambon Ekspres di sekitar lokasi lampu tersebut, Rabu (11/11).

Kepala Dinas Tata Kota Ambon Deny Lilipory yang dikonfirmasi mengakui, kendati bukan merupakan proyek milik pemerintah Kota Ambon, namun Pemkot, melalui Dinas Tata Kota terus mendorong proyek tersebut, sebab itu dalam rangka menambah keindahan Kota Ambon di malam hari.

“Itu anggaran provinsi, di Dinas PU. Jadi mereka yang tangani. Bukan kita di kota. Kita hanya mendorong agar mereka kerja, supaya menambah keindahan di jalan itu,” kata Lilipory di ruang kerjanya, kemarin.

Tidak hanya pemasangan lampu di jalan, sejumlah proyek di jalan itu, diantaranya pembangunan trotoar dan pembatas jalan juga ditangani oleh pemerintah provinsi Maluku melalui dinas terkait.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek PBL Jalan Jenderal Sudirman, Sandra Tuapattinaya saat dikonfirmasi mengakui proyek itu merupakan proyek pemerintah pusat melalui Dinas PU Provinsi Maluku.

Tuapattinaya mengatakan, melalui program PBL yang bertujuan mewujudkan kondisi jalan yang aman dan nyaman untuk dilalui, pemerintah membangun sebanyak 200 buah tiang. Pada bagian atas setiap tiang yang berukuran sekitar dua meter itu, dipasang lampu sebagai aksesoris jalan.

“Jadi masing-masing sisi kiri dan kana jalan itu akan dipasang 100 lampu. Lampu ada yang sudah pasang, yang lain sementara pembuatan tiang,” kata Tuapatinaya di ruang kerjanya, Kamis (12/11).

Pemerintah juga membangun Trotoar sepanjang 300 meter yakni, 150 meter di sisi kiri jalan dan 150 meter di sisi kanan jalan. Selain untuk memperindah kawasan jalan tersebut, pemerintah juga ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.

“Program penataan bangunan dan lingkungan. Jadi kita mesti buat lingkungan itu agar terlihat indah. Trotoar itu musti ada agar ada jalan untuk orang cacat, kemudian harus ada penerangan, aksesoris jalan, nah itu lampu-lampu itu aksesoris jalan,” katanya.

Dijelaskan, program PBL merupakan program pemerintah pusat dengan masa kontrak hingga tanggal 30 Desember tahun ini. Proyek bernilai Rp5 miliar yang bersumber dari APBN 2015 itu, ditangani oleh PT Karya Ruata.

“Yang sudah selesai sampai saat ini, sudah sekitar 85 persen yang selesai. Semoga tidak ada hambatan sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu,” ujarnya.

Ketua komisi III DPRD kota Ambon Rofik Akbar Afifudin mengatakan, dalam setiap program pembangunan, seharusnya pemerintah mengutamakan manfaat bagi masyarakat. Terutama pengguna jalan.

Bila proyek tidak berdampak positif secara baik bagi masyarakat, menjadi sia-sia karena tujuan pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kondisi jalan yang aman dan nyaman untuk dilalui adalah bagian dari bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Politisi PPP itu juga menyoroti proyek Underpass ruas jalan Sudirman yang hingga kini belum juga tuntas. Proyek dinilainya mengganggu aktivitas bagi para pengguna jalan yang difokuskan melintasi beberapa ruas jalan yang sudah dibatasi.

Untuk itu, pekerjaan seperti ini harus segera dipercepat, karena warga kota Ambon sudah cukup lama dihadapkan dengan proyek jalan tersebut. “Awalnya kan sebelah kiri kalua dari markas Brimob, dan sekarang ini giliran sebelahnya.

Proyek ini sudah cukup lama dikerjakan. Maka ini harus segera di selesaikan, sehingga masyarakat tidak terlalu lama dirugikan, khususnya pengguna jalan,” ungkap Rofik.

Anggota komisi III DPRD Ambon Saidna Azhar Bin Taher menambahkan, proyek ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota Ambon tentunya.

Dimana penataan kota Ambon akan lebih baik kedepan dan berbagai infrastruktur lainnya yang membantu kemajuan kota Ambon. dan prinsipnya sebagai wakil rakyat kota Ambon kita sangat mendukung dan mengharapkan seperti itu.(MAN/ISL)

Most Popular

To Top