GB Ricuh, 1 Penambang Tertusuk Tongkat Komando – Ambon Ekspres
Trending

GB Ricuh, 1 Penambang Tertusuk Tongkat Komando

Namlea, AE— Hari terakhir sosialisasi pengosongan lokasi tambang Gunung Botak berlangsung ricuh. Amarah penambang, sampai pada teriakan makar, memantik amarah aparat keamanan.

Para penambang akhirnya bersedia meninggalkan areal penambangan Gunung Botak. Hari ini direncanakan penutupan secara total areal penambangan emas tersebut.

Sosialisasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buru, maupun Pemprov Maluku. Ikut mengawal proses sosialisasi Letkol inf. Faisal Rizal, Kapolres Pulau Buru, AKBP Popy Yugonarko, dan As Intel Kodam XVI Pattimura, Kolonel Asep AR.

Sosialisasi disampaikan oleh pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, yang diwakili Kepala Bidang Pertambangan Umum, June Patikawa dan didampingi Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Buru, Masri.

Di tengah sosialisasi muncul protes dari penambang yang juga mengaku anak adat, M Taib Fua. Emosi Dandim terpantik, ketika Taib mengeluarkan kata-kata kotor, dan makar. Pipih bagian kiri Taib luka akibat tertusuk tongkat komando milik Dandim 1506 Namlea yang sebelumnya juga sudah dipukul dengan tongkat tersebut.

Taib Fua mengatakan, jika tetap ditutup tambang GB, maka dia akan keluar dari NKRI karena tidak ada lagi kehidupan yang bisa diperoleh dengan cara lain selain menambang. “Kalo negara tidak mensejahterakan rakyat, bubar saja ini negara.

Saya menyesal menjadi warga Negara Indonesia karena sudah tidak bisa lagi mensejahterakan rakyat dengan menutup tambang GB yang merupakan mata pencaharian orang banyak termasuk saya.

Jika mau ditutup, jangan fokus dengan penggalian di gunung tapi fokus dengan pelaku dan pintu masuk cianida. bersihkan jalan masuk bahan kimia dulu baru yang di GB dengan sendirinya akan turun,” kata Fua dengan nada keras.

Insiden itu kemudian berlanjut dengan adu mulut antara Fua dan salah satu aktivis pemuda, Rusman Soamole yang datang bersama dengan Danramil Waeapo, Lettu Husen Malagapy. Adumulut itu secepatnya teratasi atas arahan As Intel Kodam XVI Pattimura, Kolonel Asep AR. Dia mengatakan, pernyataan Taib Fua bernada makar.

“Kamu bisa ditangkap sesuai dengan UU Makar,” jelasnya sambil menunjukan UU tentang makar dari handphonenya.
Usai itu, sosialisasi kembali berlangsung. namun para penambang tidak banyak yang mengikuti sosialisasi karena sebagian besar penambang memilih berbenah. Tampak para tukang ojek material yang ramai berlalu lalang dari atas gunung dan hanya melewati para pejabat yang melakukan sosialisasi.

Dari sosialisasi tersebut, perwakilan ESDM, June Patikawa dihadapan beberapa penambang mengatakan, tujuan penertiban dilakukan untuk membersihkan sedimen-sedimen dari bahan kimia yang sudah ada di lokasi tambang Gunung Botak. Sedimen itu merusak lingkungan dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Kabupaten Buru.

Sementara itu, Dandim 1506 Namlea, Letkol Inf Faisal Rizal menyatakan, sesuai dengan instruksi Pemerintah Kabupaten Buru dan Provinsi Maluku tanggal 13 November lokasi tambang GB sudah harus kosong sampai jam 12 malam. karena jika melewati waktu yang ditentukan dan masih didapati adanya penambang di lokasi tambang, maka para penambang itu dinilai melawan hukum.

Dia akan menerapkan sanksi tegas dengan melakukan penangkapan dan proses hukum. Proses hukum akan dilakukan oleh polisi. Kata dia, pengosongan GB tidak paten. Akan dibuka kembali setelah direlokasi dengan dilakukan reklamasi untuk mengangkat sendimen-sendimen sisa bahan kimia dan diatur kembali penataannya.

Reklamasi kata Dandim, akan dilakukan dengan menggunakan alat berat yang sementara dalam perjalanan menuju Kabupaten Buru dan akan dilakukan pada 17 November.

Terkait dengan informasi bahwa penambang diarahkan untuk meminta uang sebagai biaya kembali ke kampung halamannya di pos-pos polisi, diklarifikasi Dandim.

kata Dandim, sosialisasinya, yakni untuk penambang yang tidak memiliki uang dan sudah diperiksa oleh tim bahwa tidak memiliki uang, maka kepulangan mereka akan menjadi tanggungan pemerintah. Namun yang memiliki uang diminta dengan suka rela untuk meninggalkan Kabupaten Buru.(CR8)

Most Popular

To Top