Polisi Lengkapi Berkas Kadis PU Cs – Ambon Ekspres
Trending

Polisi Lengkapi Berkas Kadis PU Cs

AMBON,AE— Berita acara pemeriksaan (BAP) para tersangka kasus dugaan korupsi dana program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) telah diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Masohi. Jaksa telah memberikan petunjuk kepada penyidik untuk melengkapi berkas tersebut.

Kapolres SBT AKBP Wawan Setiawan mengatakan, sebelumnya, berkas tiga tersangka yakni mantan kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Mirnawati Derlen dan Mochsen Ohorella serta salah satu staf pada badan tersebut, Ishak Rumata telah dilimpahkan ke JPU. Setelah meneliti, JPU mengembalikan berkas tersebut kepada penyidik, diserta sejumlah petunjuk kekurangan yang masih perlu dipenuhi.

“Berkas dikemblaikan dari Jaksa, sementara P19. Ada beberapa petunjuk jadi masih dalam proses untuk dilengkapi,” Kapolres via seluler, Jumat (13/11).

Pihaknya belum dapat memastikan kapan berkas tersebut dilimpahkan lagi ke JPU, sebab sebelum dikembalikan, harus dipastikan bahwa berkas tersebut telah lengkap, sehingga dapat ditindaklanjuti oleh JPU di tingkat penuntutan hingga di pengadilan.

“Kalau sudah lengkap, baru kita serahkan ke Jaksa. Penyidik terus bekerja. Kalau petunjuk sudah dipenuhi, langsung kita serahkan,” kata Kapolres.

Kepala Kejari Masohi Robinson Sitorus yang dikonfirmasi mengakui, berkas tiga tersangka itu telah dikembalikan ke penyidik sejak dua pekan lalu. Pengembalian itu disertai sejumlah petunjuk bagi penyidik, guna melengkapi syarat-syarat formal dan materil yang masih kurang.

“Berkas sudah dikirim untuk tahap satu, tapi sudah kita kembalikan atau P19 disertai petunjuk. Jadi berkas perkara, sementara ada di penyidik Polres SBT. Sudah sekitar dua Minggu lalu,” kata Sitorus, kemarin.

Sitorus tidak merinci petunjuk yang diberikan JPU kepada penyidik. Namun, petunjuk berdasarkan amanat Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), terutama syarat materil dan formil

“ Harus juga sesuai undang-Undang Tipikor, harus penuhi syarat meteri, formil Kalau belum lengkap maka dilengkapi Polres SBT,” katanya.

Menyoal para tersangka akan ditahan setelah berkas dinyatakan telah lengkap, mantan Koodinator pada Kejati Maluku ini mengatakan, terlalu dini untuk memastikan hal tersebut. Tapi semua kemungkinan bisa terjadi, para tersangka akan dijebloskan ke dalam tahanan bila JPU menganggap, para tersangka harus ditahan.

Kata Sitorus, JPU memiliki hak untuk menahan atau tidak menahan tersangka. Untuk menahan tersangka, JPU memiliki pertimbangan objektif dan pertimbangan subjektif untuk melaksanakan kewenangan tersebut.Jaksa akan menahan para tersangka bila dianggap tidak kooperatif, dapat menghilangkan barang bukti, dapat mengulangi perbuatannya atau dapat menghambat proses persidangan di pengadilan nanti.

“Kalau penuntut umum menganggap ini layak atau pun memenuhi syarat untuk ditahan, ya ditahan. Bisa juga tidak ditahan kalau dianggap tidak menghilangkan barang bukti, tidak lagi mengulangi perbuatannya, dia kooperatif,“ kata Sitorus.

Penggiat anti korupsi kabupaten SBT, M, Jafar Tukwain berpendapat, penjabat bupati kabupaten SBT, Hendrik Far-Far dapat segera mencari pengganti Mochsen Ohorella di kursi Plt kepala dinas PU di sana.

Selain agar Ohorella lebih fokus pada satu tugas serta proses hukum yang sedang dihadapi, pergantian Ohorella dianggap perlu, guna mengurangi jumlah pejabat bermasalah di lingkup Pemda SBT.

Mochsen Ohorella, Mirnawati Derlen, dan Ishak Rumata merupakan tiga birokrat yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan kabupaten SBT.

Dalam kasus tersebut, penyidik Polres SBT menetapkan mantan kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Mirnawati Derlen. Dia dijerat dalam kasus dugaan penggunaan anggaran program P2KP tahun 2011.

Tidak sampai disitu, untuk dana program P2KP tahun 2013, penyidik juga menemukan bukti yang cukup tentang dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor). Mochsen Ohorella, pengganti Mirnawati di kursi kepala Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan kabupaten SBT itu ditetapkan bersama salah satu anak buahnya, Ishak Rumata diduga terlibat, sehingga ditetapkan sebagai tersangka. (MAN)

Most Popular

To Top