1 Penambang Ditebas – Ambon Ekspres
Trending

1 Penambang Ditebas

Namlea, AE— Aksi pembacokan seperti biasa, paska penutupan Gunung Botak, kembali terjadi. Sebelumnya, insiden serupa sering terjadi saat Gunung Botak ditutup tahun 2013 lalu.

Saat itu, pembunuhan terus terjadi, diikuti dengan pembacokan. Namun, siapa pembunuh dan pelaku pembacokan sampai kemarin, tak pernah diketahui.

Kemarin, Nihir walesasi (50), penambang asal Talaut, Sulawesi Utara menjadi korban pembacokan dari orang yang tidak dikenal sekitar pukul 01.10 dini hari, Minggu (15/11). peristiwa ini terjadi di Jalur H, lokasi tambang ilegal Gunung Botak, Desa Dava, Dusun Wamsait, Kecamatan Kayeli, Kabupaten Buru.

Informasi yang berhasil dihimpun Ambon Ekspres di lapangan menyebutkan, sekitar pukul 01.10 dini hari, korban yang sementara tidur di dalam tenda bersama dua teman lainnya langsung diparangi mengenai leher kanan, dada kanan dan punggung.

Mendengar teriakan korban, dua temannya yang tidur diluar kelambu langsung lari. saat itu, korbanpun melarikan diri keluar dari tenda. sekitar 200 sampai 300 meter, korban menyinggahi sebuah rumah. korbanpun mengetuk rumah itu. namun, sebelum membuka pintu, pemilik rumah yang khawatir langsung menelfon sanak keluarga yang juga anggota polisi.

Informasi sampai ke pos polisi. pihak kepolisian langsung mendatangi rumah tersebut, di situ pihak kepolisian mendapati korban sudah berlumuran darah dengan kondisi terduduk tak berdaya.

Saat menyadari ada yang datang menghampiri, korban langsung membuka matanya dan mengatakan dirinya masih sadar sembari menyebutkan nama dan asal daerahnya. saat ditanya mengenai pelaku pemotongan, korban tidak menjawab dan langsung lemas.

Tidak menunggu lama, korban langsung dibawah menuju Puskesmas terdekat yang ada di Desa Waekasar oleh anggota polisi dengan menggunakan mobil pic up berwarna putih. setelah mendapat pertolongan pertama, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit umum (RSU) Lala, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

Kondisi seketika berubah tegang yang didukung dengan beberapa kali terjadi pemadaman listrik. Aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan di seluruh titik lokasi tambang.

Wakapolres Pulau Buru, Kompol Rizal yang dihubungi Ambon Ekspres membenarkan adanya peristiwa pemotongan yang melanda penambang asal Manado itu. terkait pelaku pembacokan, Rizal mengatakan, pihaknya sementara melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan beberapa saksi yang berada di sekitar TKP.

Beberapa warga desa Dava yang diwawancarai mengatakan, peristiwa seperti itu bukan merupakan kali pertama yang terjadi di lokasi tambang pasca penyisiran. Lanjut salah satu warga yang enggan namanya disebutkan, setiap penyisiran, pasti saja ada kasus seperti pencurian, pembunuhan, pemotongan dan lain-lainnya. itu merupakan salah satu dampak dari penyisiran GB yang sudah berulangkali dilakukan, ucapnya. (CR8)

Most Popular

To Top