TNI-Polisi Nyaris Baku Tembak – Ambon Ekspres
Trending

TNI-Polisi Nyaris Baku Tembak

Namlea, AE— Aparat TNI dan anggota brimob yang bertugas mengamankan Gunung Botak sebelum pengosongan dilakukan, nyaris bentrok. Baku tembak antar mereka hampir tak terhindarkan, hanya karena pos penjagaan brimob ikut dirusaki saat proses penertiban.

Pantauan Ambon Ekspres kemarin di lokasi tambang Gunung Botak, insiden nyaris adu senjata bermula dari salah satu anggota brimob Namlea yang tak terima Pos Penjagaan mereka di Gunung Botak dibongkar. Mereka menduga pembakaran dilakukan oleh aparat TNI saat melakukan pengusiran penambang dengan membakar tenda-tenda mereka, Sabtu (14/11).

“Informasi pembakaran didengar oleh anggota brimob. Mereka lalu mengecek kondisi pos penjagaan itu, ternyata benar, posnya terbakar. Namun tidak diketahui siapa yang membakarnya,” ungkap sumber koran ini di Gunung Botak kemarin.

Setelah mengetahui pos mereka dibongkar, sejumlah anggota brimob mendatangi anggota TNI yang tak jauh dari lokasi pos tersebut. Sempat bertanya, lalu adu mulut, lantas ketegangan memuncak.

Masing-masing anggota sudah memegang senjata SS1 di tangan. Siap menembak. Bunyi kokang senjata siap menembak sudah terdengar. Beruntung, cepat dilerai.

Komandan TNI dan Polri di Gunung Botak, langsung melakukan pertemuan. Sepakat untuk menyelesaikan masalah, dan semua prajurit yang bertugas di Gunung Botak diperintahkan untuk membaur kembali. Akhirnya keteganganpun mulai mereda.

Langkah persuasif yang dilakukan oleh para perwira dari kedua istitusi itu berlanjut dengan pertemuan di Balai Desa Unit 17. para perwira dihimbau untuk segera membaur di lapangan dan menjaga silahturahmi antara prajurit TNI dan Polri di lapangan.

Komandan kompi Brimob detasemen A, Polda Maluku, AKP Novi Sapulette memerintahkan anak buahnya untuk menghentikan ketegangan, dan membaur dengan aparat TNI maupun Satpol PP untuk mengamankan program pemerintah. “Semua kondisi aman-aman saja,” kata dia.

Penambang Terlantar
Sementara itu, janji pemerintah daerah untuk memberikan tiket kepada para penambang yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke kampung halaman masing-masing, tak dilaksanakan. Para penambang kini terlantar di Dermaga Namlea, dan menginap diluar dermaga beratapkan terpal.

Puluhan penambang yang menyatakan, mereka sudah dibohongi dan diperlakukan tidak manusiawi oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Mereka tampak sedih, dan meneteskan air mata.

Rohiman salah satu penambang asal Sulawesi yang handphonenya dirampas oleh oknum aparat TNI mengaku, perbuatan mereka sudah sangat melampaui batas. para penambang yang ingin membawa pulang material agar diolah untuk biaya pulang, juga dirampas dan dibuang.

Terkait dengan mobilisasi ribuan penambang, pihak dermaga Namlea dalam hal ini Sahbandar mengaku, tidak menerima mobilisasi di dalam dermaga. pasalnya, kejadian seperti ini sudah berulangkali terjadi. dan setiap kerusakan tidak pernah tertanggungjawabkan.

Pihak syahbandar juga mengaku, para penambang menanyakan tiket gratis yang dijanjikan pemerintah. namun, syahbandar menampiknya. Karena selama rapat pembahasan penertiban Gunung Botak, tidak melibatkan pihak syahbandar. (CR8)

Most Popular

To Top