Pedagang: Wali Kota-Gubernur Menipu Kita – Ambon Ekspres
Trending

Pedagang: Wali Kota-Gubernur Menipu Kita

Penertiban Tetap akan Dilakukan Pemerintah

AMBON,AE— Ratusan pedagang di pasar Lama, kecamatan Sirimau kota Ambon, Senin (16/11), turun jalan. Mereka memprotes rencana pemerintah kota, menggusur pasar itu untuk kepentingan perluasan lahan peti kemas di pelabuhan Yos Sudarso.

Pemerintah dinilai tidak pro rakyat dalam membuat kebijakan, walaupun telah menyediakan tempat baru bagi mereka di gedung Putih, samping Ambon Plaza.

Aksi dimulai sekira pukul 09.00 Wit. Para pedagang menurunkan dagangan mereka, berupa sayur dan ikan segar serta beberapa jenis dagangan lainnya di tengah jalan, depan Pasar Lama, sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah menggusur pasar yang dibangun pada tahun 1970-an itu.

Barisan pedagang itu tidak menyampaikan aspirasi mereka secara langsung di Balai Kota Ambon atau DPRD Kota Ambon, karena koordinasi dengan sejumlah instansi terkait belum berhasil. Mereka menggunakan lokasi depan Pasar Lama untuk mengungkapkan unek-unek.

Selain orasi, protes terhadap kebijakan pemerintah itu juga disampaikan melalui poster yang dibawa oleh sejumlah wanita paruh baya. Aksi yang belangsung sampai pukul 11:30 itu berjalan aman dan tertib dibawah pengawalan sejumlah anggota polisi.

“Pasar lama ini bukan tempat prostitusi, tapi tempat untuk meningkatkan kesejahteraan. Kita bicara tentang kesejahteraan, itu tanggung jawab pemerintah. Kita di sini bayar pajak untuk membangun daerah ini. Kita ini warga negara Indonesia. Mestinya pemda melihat kondisi kita di sini,” ungkap salah satu orator.

Para pedagang menilai, pemerintah, baik kota Ambon maupun provisni Maluku lebih mengutamakan kepentingan kegiatan ekonomi skala besar dengan menyediakan lokasi untuk peti kemas, walaupun menggusur Pasar Lama yang merupakan pasar tradisional, tempat warga melakukan usaha kecil, namun menjadi sumber penghasilan itu bagi mereka selama ini.

“Walikota dan gubernur itu menipu kita. Waktu mau pilkada mereka datang bilang janji nanti perhatikan kami. Tapi sekarang sudah dapat jabatan, lupa kami. Sekarang sudah mau pilkada lagi nanti mereka datang lagi bilang janji lagi. Kami hanya ingin diperhatikan,“ ungkap Wa Awa, pedagang yang mengaku telah puluhan tahun menempati Pasar Lama.

Para pedagang tidak menolak penggusuran, bila itu untuk menata Pasar Lama, bukan digusur untuk dijadikan lahan peti kemas oleh pihak PT Pelindo. Rencana relokasi juga dinilai tidak tepat, sebab, tidak semua pedagang di Pasar Lama mendapatkan tempat di lokasi baru tersebut.

Perwakilan Komunitas Pedagang Pasar Lama, Junaidi Lakamose mengatakan, sudah waktunya Pasar Lama ditata, agar tidak terlihat kumuh seperti saat ini. Pemerintah dapat melakukan itu dengan terlebih dahulu melakukan penggusuran. “Tapi kalau gusur lalu jadikan lahan Pelindo, itu kami tidak setuju. Kenapa pentingkan Pelindo dari pada kami sebagai masyarakat,” ungkapnya.

Alasan lain mempertahankan Pasar Lama, lanjut Junaidi Lakamose adalah letak pasar yang starategis, dekat Pelabuhan Yos Sudarso dan letaknya di kawasan perkotaan. Memudahkan masyarakat untuk berbelanja. Para pedagang juga terbantu karena dagangan mereka bisa terjual.

“Dekat dengan Pelabuhan Yos Sudarso. Bila ada kapal Pelni, penumpang bisa beli bekal atau ole-ole di pasar ini. Tapi kalau diberikan kepada Pelindo, yang untung pemerintah, tapi rakyat tetap menderita,” tegas Junaidi Lakamose.

Sebelumnya, kata Lakamose setelah mendapatkan surat pemberitahuan dari pemerintah kota Ambon tentang rencana penggusuran, pihaknya melayangkan surat penolakan kepada pemerintah kota Ambon, provinsi Maluku, bahkan kepada beberapa kementerian terkait di Jakarta.

“Surat ke Kementerian Dalam Negeri, Menteri BUMN, Menteri Perdagangan, Ketua DPR RI, Ketua Komisi VI DPR RI, Gubernur Maluku, Ketua DPRD Maluku, Ketua DPRD Kota, dan Walikota Ambon, Dinas Perindag Maluku dan Dinas Perindag Kota Ambon, dan PT Pelindo. Isinya, menolak rencana penggusuran,” sebutnya.

Sekretaris dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Ambon, J Lutuarima saat dikonfirmasi mengakui rencana relokasi pedagang Pasar Lama ke lokasi pasar Gotong Royong. Tapi, yang direlokasi hanya sebanyak 99 pedagang yang terdata secara resmi. Sementara yang lain, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Yang direlokasi itu yang terdaftar, pedagang yang bayar retribusi itu saja. Sudah ada surat undangan ke mereka untuk masuk ke pasar gotong royong. Sementara yang lain, itu kita tidak urus,” kata Lutuarima di ruang kerjanya, kemarin.

Kendati telah ada surat pemberitahuan untuk menempati lokasi baru tersebut, namun belum ada pedagang yang berjualan di sana. Sebabnya, kata Lutuarima mereka dipengaruhi oleh pihak tertentu agar tidak menuruti arahan pemerintah tersebut.

Dikatakan, setelah pedagang menempati lokasi baru itu, pemerintah akan menurun tim penertiban, menertibkan Pasar Lama untuk selanjutkanya dilakukan penggusuran. Semua pedagang, baik yang terdata maupun tidak, harus meninggalkan Pasar itu.

“Yang penting kita sudah kasi surat untuk harus pindah ke pasar Gotong Royong, selanjutnya tim penertiban punya urusan. Belum tahu kapan dilakukan penertiban. Surat terakhir tim penetiban itu sudah ada. Dikasi untuk semua yang ada di Pasar Lama, baik yang terdata maupun tidak terdata, secara umum,” pungkas dia.(MAN)

Most Popular

To Top