Tingkah KPUD, Dicurigai Tim Paslon – Ambon Ekspres
Trending

Tingkah KPUD, Dicurigai Tim Paslon

AMBONB,AE— Komisi Pemilihan Umum kabupaten Seram Bagian Timur menunda debat kandidat Pilkada sebanyak dua kali. Namun, penundaan itu tanpa koordinasi dengan tim pasangan calon dan Panitia Pengawas Pemilu.

Sesuai hasil kesepakatan KPU SBT, Panwaslu dan tim pasangan calon bupati dan wakil bupati Abdul Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri dan Sitti Umuriah Suruwaky, debat kandidat digelar pada 16 November 2015. Namun, ditunda tanggal 19. Berdasarkan rapat bersama kemarin, penundaan berlanjut hingga 3 Desember.

Salah satu tim pemenangan pasangan Mukti-Fachri, Samad Rumalean kepada Ambon Ekspres via telepon, Senin (16/11) mempertanyakan kebijakan KPU. Harusnya kata dia, jika terjadi penundaan jadwal debat kandidat perlu disampaikan kepada tim.

“Penundaan sebanyak dua kali. Pertama tanggal 19 tidak dikoordinasikan dengan tim. Kalau rapat penundaan hari ini (kemarin-red) memang diikuti Panwaslu dan tim pasangan calon. Ada apa ini?,” ujarnya.

Samad menduga, penundaan itu sengaja dilakukan untuk mengulur waktu agar publik SBT tak lagi menyimak visi dan misi kedua pasangan calon dengan baik. Pasalnya, jika debat 3 Desember, maka TVRI stasiun Maluku yang dipakai oleh KPU, kembali ke Ambon tanggal 4 Desember dan sehari berikut baru mulai ditayangkan.

“Tanggal 3 debat. Tanggal 4 TVRI balik ke Ambon untuk menyiapkan video siarannya. Tanggal 5 baru ditayangkan. Padahal tanggal 5 itu kan sudah masuk minggu tenang. Kami menduga, ini bisa saja dilakukan, agar publik tidak lagi mendengar dan melihat visi, misi dan program para kandidat,” katanya.

Debat kandidat, lanjut Samad, harus menjadi forum terbuka yang dapat disaksikan oleh seluruh warga SBT untuk menilai dan menelaah visi dan misi pasangan calon. Debat publik dengan banyak biaya, terkesan mubazir bila tidak diketahui oleh pemilih dan masyarakat secara umum. “Kan disayangkan jika debat publik dengan dana besar, tapi hasilnya tidak maksimal. Sudah terlambat, hanya satu kali pula,”kesalnya.

Anggota Panwaslu SBT, Kasim Rumakey mengaku, penundaan itu terjadi karena beberapa tahapan Pilkada yang tidak sempat dituntaskan oleh KPU tepat waktu. ”Kesepakatan awal, debat kandidat dilakukan pada 16 November. Tapi karena terkendala tahapan, maka diundur,” kata Kasim via telepon.

Ketua KPU provinsi Maluku, Musa Latua Toekan mengatakan, tanggal 3 Desember merupakan batas akhir pelaksanaan debat kandidat Pilkada serentak. Karena 6-8 Desember sudah masuk massa tenang.

“Tanggal 3 itu sudah terakhir. Karena tanggal 4 TVRI Maluku akan menyiarkannya. Kemudian 6-8, merupakan masa tenang,” kata Musa via telepon.

Disinggung soal penundaan, akademisi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Pattimura, itu mengaku, diakibatkan kesediaan waktu dari para panelis dan moderator. Selain itu, kesepakatan bersama antara KPU dan tim sukses pasangan calon.

“Ya, tergantung kesepakatan bersama antara tim pasangan calon dan KPU. Kemudian disesuaikan dengan waktu para moderator masing-masing,” jelasnya.

Dikatakan, yang akan menjadi panelis pada debat kandidat Pilkada SBT, yakni Rektor Unpatti, Profesor Thomas Pentury. Sedangkan yang menjadi moderator untuk debat kandidat pilkada Buru Selatan 30 November, adalah dekan Fisip Unpatti, Jusuf Madubun dan akademisi fakultas ekonomi Unpatti, Jufri Pattilouw

“Kalau debat publik pilkada Maluku Barat Daya, itu pada tanggal 23-24 November dengan moderator Hendrik Salmon. Sedangkan Aru sudah selesai dilakukan,” paparnya.

Ketua KPU SBT, Kisman Kilian yang dihubungi berulang kali tidak menerima telepon. Sms yang dilayangkan pun tidak dibalas. Begitu juga dengan salah satu anggota KPU, Junaidi Mahad yang meminta menghubungi Kisman. “Konfirmasi ketua saja. Ada hal-hal tertentu, karena itu harus dijawab oleh pak ketua,”singkat Mahad. (TAB)

Most Popular

To Top