Dishub Diminta Tertibkan Aktivitas Bongkar Muat – Ambon Ekspres
Amboina

Dishub Diminta Tertibkan Aktivitas Bongkar Muat

AMBON, AE.—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon diminta segera menertibkan aktivitas bongkar muat di siang hari sesuai ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2011. Pasalnya, hingga kini aktivitas bongkar muat masih terus dilakukan di siang hari. Kondisi ini sangat mengganggu arus lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki.

Perda tersebut telah mengamanatkan bahwa aktivitas bongkar muat harus dilakukan pukul 22.00 WIT hingga pukul 06.00 WIT waktu setempat. Ini nampaknya belum bisa dipatuhi dan dijalankan oleh masyarakat Kota Ambon, khususnya bagi para pengusaha. Karena hingga kini, aktivitas bongkar muat masih terjadi di beberapa lokasi pertokoan.

Pantauan Ambon Ekspres, setiap harinya terjadi aktivitas bongkar di beberapa ruas lokasi pertokoan. Seperti di jalan A.Y. Patty, jalan Yos Soedarso, jalan Sam Ratulangi, Ruko Batumerah dan beberapa lokasi lainnya di Kota Ambon. Kondisi ini sangat merugikan pengguna jalan khususnya bagi para pengendara maupun pejalan kaki.

Anehnya, sejak perda Nomor 5 tahun 2011 ini ditetapkan masih saja dilanggar dan tidak dijalankan oleh masyarakat khususnya pengusaha. Seakan-akan pemerintah lewat Dishub Kota Ambon tutup mata dengan aktivitas yang jelas-jelas merugikan masyarakat.

Justin (27), salah satu supir pangkalan mengaku kesal dengan aktivitas bongkar muat yang sering terjadi pada daerah-daerah pertokoan. Karena selain kemacetan yang terjadi, aktivitas bongkar muat ini bisa mendatangkan musibah yakni kecelakaan.

“Pastinya kita selaku pengendara kesal jika harus berhenti di tengah jalan jika ada aktivitas bongkar muat. Apalagi daerah Pasar Lama (jalan Yos Soedarso, red) itu tiap hari pasti ada bongkar muat,” kesal Justin kepada Ambon Ekspres, Selasa (17/11).

Dia berharap, ada perhatian serius dari pemerintah kota lewat Dishub Ambon untuk bisa menertibkan tenaga buruh yang melakukan bongkar muat tidak berdasarkan aturan yang berlaku. “Kalau bisa ada perhatian dari pemerintah agar yang bongkar muat ini bisa ditertibkan.

Ini agar kita sebagai pengendara maupun para pejalan kaki tidak dirugikan. Karena kita juga bayar pajak untuk menggunakan jalan. Tapi kalau seperti ini, kita juga kesal,” pesannya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Ambon Rofik Akbar Afifudin, ketika dikonfirmasi mengatakan, aktivitas bongkar muat itu tidak bisa dilakukan pada siang hari, karena pasti mengganggu aktivitas dan lalu lintas. Sebelumnya sudah ditetapkan dalam Perda Nomor 5 tahun 2011, agar aktivitas bongkar muat ini bisa dilakukan pada malam hari sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Dan disisi lain, sambung politisi asal PPP ini, karena tidak adanya ketersediaan gudang yang tidak dimiliki para pengusaha bisa berdampak pada harga jual. “Saya kira ini klise. Kita minta Dishub Ambon lebih tegas dalam penerapan perda ini. Minimal ada solusi. Kan sementara dibangun peti kemas di pelabuhan Yos Soedarso dan nantinya itu bisa dijadikan tempat bagi para pengusaha untuk menitipkan barangnya,” tandas Rofik.

Dirinya menyarankan, jika aktivitas bongkar muat dilakukan pada malam hari sesuai dengan perda yang sudah ditetapkan dan berpengaruh terhadap harga jual yang mengalami kenaikan, maka hal tersebut merupakan tugas dan fungsi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ambon untuk melakukan operasi pasar.

“Kalau alasannya harga pasar naik, maka disperindag harus lakukan operasi pasar. Jadi kalau barang naik diluar kewajaran maka tugas dari disperindag untuk itu. Tapi kenyamanan di masyarakat harus dijaga. Kalau merasa perda ini tidak sesuai maka usulkan kepada walikota untuk dibuat perwali.,” saran Rofik.

Menurutnya, jika memang dari dishub tidak bisa menerapkan aturan tidak melakukan bongkar muat disiang hari, maka bisa diusulkan Perwali dan tetap membiarkan aktivitas bongkar muat terjadi, tapi menggunakan mobil ukuran kecil (mobil box). “Jika perwali sudah ada, maka disesuaikan. Kalau bisa disiang hari itu menggunakan mobil box kecil. Nanti malam hari baru digunakan mobil truk besar. Kalau peti kemas sudah jadi maka wajib bagi semua pengusaha harus menggunakan peti kemas sebagai tempat penyimpanan,” ingatnya. (ISL)

Most Popular

To Top