Kodam Pastikan tak Ada Perintah – Ambon Ekspres
Trending

Kodam Pastikan tak Ada Perintah

Dandim: Tak ada Pembakaran Diluar GB

AMBON, AE— Kodam XVI/Pattimura memastikan tidak ada perintah terhadap prajurit TNI di Namlea, Kabupaten Buru untuk melakukan swiping terhadap para penambang emas disana. Mereka mengaku, tak punya kewenangan untuk melarang masyarakat  melakukan aktivitas disana.

Tidak ada perintah itu (Swiping penambang red). TNI tidak punya kewenangan untuk melarang dan menghentikan satu kegiatan apapun yang dilakukan oleh masyarakat,” kata Kepala penerangan Kodam, Kolonel Arh, Hasyim Lalhakim, kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Dia mengaku, tidak mengetahui adanya swiping maupun aksi pembakaran diluar areal Gunung Botak. Apalagi dilakukan pasca penertiban penambang illegal dikawasan tambang tersebut. Kata dia, pihak Kodam, tidak mengeluarkan perintah untuk melakukan swiping maupun tindakan lain.

Menurut dia, jika ada tindakan swiping terhadap para penambang di luar areal Gunung Botak, maka itu merupakan tanggungjawab pihak Kodim. “Tindakan yang sementara dilakukan oleh aparat disana (Buru red), itu diminta oleh Pemkab Buru, untuk melakukan penertiban. Silahkan langsung ke pak Dandim. Namun yang pasti kami tidak pernah mengeluarkan perintah, karena TNI tidak punya kewenangan itu,”tegasnya.

Sementara itu Komandan Kodim 1506 Pulau Buru, Letnan Kolonel Inf. Faizal Rizal yang dihubungi koran ini sore kemarin, menjelaskan tidak ada aksi pembakaran diluar area Gunung Botak yang dilakukan oleh pihak TNI. “Tidak ada mas, yang kami lakukan itu masih berada diseputaran area Gunung Botak. Dan itu dilakukan oleh tim, bukan TNI saja,”katanya.

Mantan Danyon 731/Kabaressi mengaku swiping yang dilakukan itu, bukan hanya melibatkan TNI sendiri, melainkan juga libatkan tim terpadu yang merupakan gabungan, dari Polri, Satpol PP dan tokoh masyarakat serta tokoh pemuda di kawasan Namlea.

“Yang kami lakukan itu karena diminta oleh pemerintah kabupaten, untuk membersihkan keberadaan para penambang illegal dari pulau Buru. Bukan kami sendiri, melainkan juga ada dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kemudian Satpol Pp dan Polri juga. Ini kerja tim, bukan kerja TNI,” jelasnya.

Penertiban dan razia penambang, mulai dari kos-kosan hingga ke penginapan dan hotel itu, lanjut orang nomor satu di kodim 1506 itu, guna memastikan tidak ada lagi penambang illegal berada di kawasan Pulau Buru, terutama kabupaten Buru, pasca penertiban secara besar-besaran yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Ini permintaan pemkab untuk membersihkan Buru. Yang kami lakukan ini menyelamatkan ribuan nyawa manusia di Pulau Buru dan Maluku, kedepan. Dalam razia itu, jika kami dapat, maka kami minta supaya mereka meninggalkan Pulau Buru,”ujarnya.

Olehnya itu, Rizal berharap agar tindakan yang dilakukan oleh tim gabungan itu, tidak dinilai salah. Karena tindakan tersebut, untuk menyelamatkan masyarakat Buru dan Maluku, dari ancaman zat berbahaya tersebut.

“Kita semua harus berpikir positif. Tindakan yang kami lakukan itu tidak salah, karena kami diminta. Dan untuk menyelamatkan orang banyak itu harus tegas, karena tidak maka sia-sia,” terangnya.(AHA)

Most Popular

To Top