38 M Habis, Proyek tak Tuntas – Ambon Ekspres
Trending

38 M Habis, Proyek tak Tuntas

AMBON, AE— Delapan tahun Terminal Transit Passo dibangun. Sekitar Rp38 miliar uang negara habis, dengan sedikit pembangunan. Kini setelah Pemerintah Kota Ambon sudah tak sanggup mengerjakannya, dilimpahkan kewenangan ke Pemerintah Provinsi Maluku.

Sementara, kontraktor yang mengerjakan proyek ini tak pernah disentuh hukum.
Proyek ini mulai dikerjakan sejak tahun 2007 lalu oleh Pemerintah Kota Ambon. Awalnya, banyak warga menolak pembangunan terminal tersebut.

Entah apa alasannya, tapi pemerintah saat itu ngotot untuk membangunnya. Sejak dibangun hingga kini, proyek miliaran rupiah itu tak pernah tuntas.

Data yang berhasil diperoleh koran ini, sampai kini pembangunannya baru masuk tahap ke IV. Dana yang sudah dihabiskan juga tidak sedikit. Pasalnya, terhitung sudah puluhan miliar yang ditelan proyek jumbo ini.

Ada empat tahap pekerjaan dengan empat kali duit digelontorkan. Tahap pertama pada 2007 sebesar, dengan dana sebesar Rp 7 Miliar. Kemudian tahun 2008, dilanjutkan tahap ke II dengan anggaran sebesar Rp12 miliar. Berlanjut tahap ke III di tahun 2009, dana yang terpakai sebesar Rp 14 Miliar.

Di tahun-tahun berikutnya, Pemkot Ambon kembali mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat, untuk menuntaskan proyek ini. Karena tahun 2014 lalu, Pempus mengucurkan dana yang berasal dari APBN sebesar Rp 5 Miliar kepada Pemkot untuk menyelesaikan gedung terminal transit itu.

Dengan demikian, sampai kemarin total dana yang sudah “termakan” terminal transit Passo sebesar Rp38 miliar. Setelah tuntas uang pembangunannya, kini pemkot melepas tanggungjawab. Proyek itu diserahkan ke Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.

“Sekarang Perhubungan provinsi yang kerja. Karena sudah dialihkan, “Kata Kadis Perhubungan Kota Ambon, Pieter Saimima kepada Koran ini, Senin kemarin. Ditanya soal total anggaran yang telah dihabiskan untuk mengerjakan terminal transit Passo sejak 2007, Saimima tidak mengetahuinya. Dia beralasan baru menjabat.

“Saya tidak tahu, karena dulunya memang perhubungan Kota yang bertanggungjawab. Tetapi saya belum jabat Kadis. Jadi mengenai berapa anggaran yang sudah dihabiskan untuk terminal transit, saya tidak tahu, “katanya.

Jawaban yang sama ketika ditanya soal perusahaan mana yang mengerjakan proyek itu, Saimima tidak mengetahuinya. “Ketika saya jabat kadis, kan pekerjaannya terhenti karena masalah anggaran. Nah, sekarang kan dialihkan ke provinsi. Jadi soal yang tahun-tahun sebelumnya saya tidak tahu,” kata dia.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Provinsi Maluku, Benny Gasperz ketika dikonfirmasi wartawan, tidak mau ditemui. “Bapak ada istirahat. Mungkin hari ini beliau jadwalnya padat, jadi saya tidak tahu anda bisa ketemu atau tidak,” kata salah satu staf Dinas Perhubungan Provinsi.

Staf dinas lainnya mengatakan, untuk kepastian proyek pekerjaan terminal Transit Passo, Dinas Perhubungan Kota Ambon lebih mengetahuinya. Karena, tambah dia, Dinas Provinsi baru akan memulai pekerjaan lanjutan terminal transit pada tahun 2015 ini.

“Kalau yang tahun-tahun lalu, Perhubungan Kota lebih tahu, karena saat itu mereka yang kerja,” ungkap staf itu kepada koran ini.

Hingga kini aktifitas pembangunan di terminal transit kelihatan sepi. hanya terlihat satu dua orang yang melakukan pekerjaan. Juga masyarakat yang terlihat berlalu lalang disekitar area gedung terminal transit.

Sementara pasar Transit Passo, ramai dikunjungi para pembeli pada pagi dan sore hari. Para pedagang yang berjualan di pasar tersebut, pada umumnya direlokasi dari pasar Pohon Mangga, Passo.

Pihak Disperindag Ambon mengakui, dalam pengelolaan pasar terminal transit, sudah difungsikan dengan baik. para pedagang sudah menempati kios-kios seperti yang sudah diatur oleh pemerintah kota. Sehingga, tidak ada kendala dalam aktivitas pasar.

“Pasar transit sudah beraktivitas dengan baik. Jadi sejauh ini tidak ada masalah. hanya saja, transportasi untuk masuk ke area pasar, agak sulit. mungkin disebabkan karena belum difungsikannya terminal transit,” ungkap salah satu staf Disperindag yang mengaku tidak berwenang jika namanya dikorankan ini.(AFI)

Most Popular

To Top