Pasar Lama Rata Tanah – Ambon Ekspres
Trending

Pasar Lama Rata Tanah

AMBON, AE— Pasar Lama akhirnya diratakan. Pasar yang dibangun tahun 70-an itu, kini tak ada lagi. Satu alat berat cukup untuk menghancurkan bangunan yang kebanyakan semi permanen itu.

Warga hanya bisa memprotes, tapi tak cukup kuasa untuk menghadang ratusan tim penertiban. Pedagang akhirnya rela berpindah ke Pasar Gotong Royong yang hanya berjarak 20 meter.

enggusuran dimulai sangat pagi. Sekitar pukul 07.00. Semua warga yang mendiami Pasar Lama sibuk mengangkut barang-barangnya. Mereka sudah berkemas sejak malam, sehari sebelumnya, setelah mendapat informasi akan ada penggusuran. Sebagian pedagang bahkan sudah berpindah sebelum penggusuran dilakukan.

Ratusan anggota tim penggusuran, terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) TNI/Polri, dan pegawai Dinas Perhubungan sudah mengepung Pasar Lama sebelum eksavator masuk. Setelah ada perintah pengosongan, mobil bertenaga besar itu pun masuk. Sempat terjadi protes. Namun tak bertahan lama.

Warga hanya meminta Mushollah tak ikut dirobohkan. Pemerintah mengamini. Warga pun tak menghadang proses penggusuran. Kini di tengah Pasar lama, hanya tersisa Mushollah. Penggusuran berlangsung aman, meski ada demo dari mahasiswa yang peduli dengan nasib para pedagang. Mereka berdemo di DPRD Kota Ambon.

Tak butuh waktu lama, sekira pukul 09.00 Wit, Pasar Lama sudah rata tanah. Usai pembongkaran, seluruh pedagang maupun warga yang mendiami pasar tersebut, mulai memungut sisa-sisa barang milik mereka yang masih layak digunakan kembali.

Tak ada keluh lagi dari pedagang. Sebagian pedagang merasa layak jika pasar tersebut digusur. Menurut pedagang, selama ini yang menolak dengan melakukan aksi demonstrasi sana sini, bukanlah para pedagang. Tetapi sejumlah warga yang mendiami lokasi pasar bertahun-tahun.

“Kita tidak pernah terlibat aksi demo itu. Kemarin waktu demo itu warga kos-kosan yang tinggal di Pasar Lama itu. Sementara katong (kita, red) tidak pernah mengikuti mereka untuk melakukan demo.

Jadi yang selama ini melakukan demo itu bukan para pedagang, tetapi warga yang sudah lama tinggal di pasar lama,” ungkap salah satu pedagang, yang namanya enggan dikorankan, kepada Ambon Ekspres di pasar Gotong Royong, Senin (23/11).

Dia mengaku, seluruh pedagang yang telah direlokasi oleh pemerintah kota (Pemkot) Ambon menerima untuk menempati pasar Gotong Royong. Karena pemerintah telah membantu menyediakan beberapa fasilitas pada pasar tersebut.

Namun, kata dia, sementara ini ada beberapa fasilitas yang masih kurang atau belum disediakan oleh pemerintah. Seperti tempat pembuangan limbah ikan. Kemudian fasilitas air bersih nantinya akan seperti apa. Serta kondisi pintu bangunan yang tidak sesuai dengan harapan para pedagang.

“Kita sangat setuju kalau sudah ditampung disini. Dan kita semua juga sudah mendapat tempat berjualan. Cuma memang ada beberapa yang belum ada, yaitu kita tidak tau mau buang air ikan ini kemana, apakah di got. Karena takutnya mencemari lingkungan. Kemudian soal listrik dan air, kita belum tau seperti apa,” tandasnya.

Terpisah, beberapa jam usai penggusuran di pasar Nusaniwe ini, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon beserta sejumlah warga pasar Nusaniwe, kembali mendatangi Balai Rakyat di Belakang Soya Ambon.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan sejumlah aktivis ini mewakili aspirasi dari masyarakat yang disampaikan kepada para anggota dewan. Diantaranya, mereka meminta kepada pihak DPRD agar bisa segera melakukan kunjungan lapangan ke lokasi penggusuran yang sedang terjadi di pasar Nusaniwe.

Kemudian memastikan seluruh warga dan pedagang mendapat tempat yang layak usai penggusuran. Dan memastikan salah satu rumah ibadah (Musholah) yang telah dibangun di tengah-tengah Pasar Lama ini sejak dulu, tidak dibongkar oleh pemerintah kota Ambon. Masalah retribusi yang selama ini dipungut, juga diungkit para pendemo.

“Kami minta agar anggota dewan ini secara spontan turun melihat kondisi penggusuran pasar lama. Kemudian bisa melihat proses relokasi para pedagang, untuk seluruhnya pedagang mendapat tempat pada pasar Gotong Royong.

Karena masyarakat masih mengeluh terkait fasilitas yang masih minim,” ungkap Koordinator Aksi HMI Cabang Ambon Mustadji J. Wadubun, kepada Ambon Ekspres, usai melakukan Orasi di DPRD Ambon, Senin (23/11).

Ketua Komisi III DPRD Ambon Rofik Akbar Afifudin mengatakan, DPRD akan menindaklanjuti terkait beberapa tuntutan yang telah disampaikan. “Dari beberapa tuntutan itu seperti musholah itu tidak akan dibongkar. Karena kita sudah koordinasikan dengan pihak pemerintah kota.

Dan kami akan turun melihat fasilitas yang sudah ada di pasar Gotong Royong, apakah sudah respresentatif ataukah belum dilengkapi fasilitas yang memadai,” tandasnya.

Pasca di demo oleh sejumlah aktivis dan warga pasar Nusaniwe, sejumlah Aleg Komisi III DPRD Ambon langsung melakukan kunjungan lapangan di pasar Gotong Royong dan Pasar Lama sekira pukul 14.00 Wit.

Mereka bertemu langsung dengan para pedagang guna memastikan seluruh pedagang yang direlokasi oleh pemerintah ini mendapat tempat yang layak di pasar Gotong Royong (samping Amplas), kecamatan Sirimau Ambon.

Tak hanya itu, sejumlah pedagang sekitar juga ditanyai beberapa pertanyaan dan diminta untuk menyampaikan keluhan-keluhan, pasca relokasi ke pasar Gotong Royong. “Dipastikan sudah digusur, dan para pedagang sudah direlokasikan ke pasar Gotong Royong.

Ada beberapa keluhan soal listrik, air dan pintu tambahan yang diinginkan para pedagang. Dan itu akan kita koordinasikan dengan dinas terkait untuk segera dilakukan,” jelas Rofik.

Mantan ketua HMI ini mengaku, seluruh keluhan dari para pedagang yang telah direlokasi segera diusulkan oleh komisi kepada pihak pemerintah kota untuk ditindaklanjuti. Mengingat ada beberapa fasiltias yang masih menjadi kewenangan PT. Modern Ekspres.

Sehingga nantinya akan dikoordinasikan untuk segera dihidupkan listrik dan air bagi para pedagang.

“Setelah kunjungan ini, kita juga akan koordinasikan dengan Komisi II dan memanggil seluruh stakeholder terkait penataan lokasi pasar dan para pedagang. Dan nantinya akan kita minta penjelasan dari pihak eksekutif. Yang terpenting sekarang, seluruh pedagang sudah mendapat tempatnya,” pungkas Rofik.

Ketua UPTD Pasar Nusaniwe dan Gotong Royong, Nova Tupamahu menjelaskan, untuk seluruh pedagang yang telah direlokasi dari Pasar Lama ke Pasar Gotong Royong, sekitar 99 orang pedagang sudah mendapatkan tempat.

“Setelah mereka ambil undian itu harusnya mereka pindah pasar Gotong Royong. Tapi mereka masih berlama-lama di Pasar Lama. Dan tanggal 9 kemarin itu sudah harus pindah atau sudah harus mengosongkan tempat.

Karena kita sudah menyurati untuk dilakukan pembongkaran. Tetapi semua sudah mendapat tempat. Intinya tidak ada pajak, hanya retribusi saja yang ditarik dari para pedagang,” Pesan Nova. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!