Pembangunan Kebun Raya di Ambon – Ambon Ekspres
Trending

Pembangunan Kebun Raya di Ambon

AMBON,AE— Awalnya kabar baik, kini masih diabaikan. Rencana pembangunan Kebun Raya daerah di Maluku belum juga terealisasi. Padahal, keberadaan kebun Raya sangat besar manfaatnya bagi pelestarian tumbuhan dan hewan endemik, serta penyangga kehidupan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Biota Laut (UPT-BKBL) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon, Dr Augy Syahalaitua, mengatakan, belum ada desain perencanaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah Kota Ambon.

Namun pembangunan kebun Raya ini sudah menjadi wacana di kalangan pengambil kebijakan dan instansi terkait, termasuk LIPI.

“Memang sampai saat ini belum ada rapat antar instansi terkait. Tapi, wacananya sudah ada. Sebenarnya sudah ada keingian dari pemerintah provinsi dan kota. Bahkan Universitas Pattimura juga sudah menyiapkan lahannya yang ada di Taman Makmur untuk lokasi pembangunan Kebun Raya, khususnya untuk rempah-rempah,”kata Augy saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Sabtu (21/11).

Keterlibatan LIPI dalam pembangunan kebun Raya, yakni melakukan survei lokasi, uji kelayakan, serta membuat landscapenya. Selanjutnya, untuk pematangan dan pembangunan fisik menjadi tanggungjawab Kementrian Pekerjaan Umum. Dana pembangunan kebun raya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“LIPI dilibatkan untuk melakukan survei lokasi. Kemudian, LIPI dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pematangan lokasinya. Landskape dan penataannya bisa dirancangkan oleh LIPI.

Sedangan fisiknya diserahkan kepada kementrian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun, usulan awalnya dari pemda kepada LIPI Pusat dan diteruskan kepada kementrian PU untuk lahannya,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang terlibat, LIPI tetap mendorong pemerintah daerah untuk membangun kebun raya.” Kita tetap mendorong agar pemda segera merencanakan pembangunannya. Karena secara nasional, program ini sudah diimplementasikan oleh beberapa provinsi, kabupaten dan kota. Kalau dikelola dengan baik, keuntungannya kan ke pemda itu sendiri,” jelasnya.

Kebun Raya di setiap provinsi dan kabupaten/kota, lanjut dia, merupakan program nasional di massa presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2013. Pembangunan kebun Raya ini dilakukan oleh pemerintah daerah bekerjasama dengan LIPI.

“Daerah lain sudah punya kebun raya. Ini program presiden SBY, yakni setiap provinsi dan kabupaten/kota minimal punya satu kebun raya. Sehingga, setiap daerah di Indonesia punya kebun raya,”ungkapnya.

Program pembangunan Kebun Raya Daerah ini, juga sudah direspon oleh Universitas Pattimura. Bahkan, Unpatti telah menyodorkan proposal kepada pemerintah provinsi Maluku melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) awal 2015. Namun, belum ada respon dari pemprov.

“Kita sudah ajukan proposal ke pemerintah daerah dan membicarakanya, dalam hal ini Bappeda sejak awal 2015. Cuma, sampai hari ini belum respon atau informasi dari pemda.

Apakah realisasinya 2016, kami belum dapat perkembangan,”kata Bob Mosse, Pembantu Rektor (Purek) IV Bidang Hubungan Kerjasama Antar Lembaga Universitas Pattimura saat dihubungi Ambon Ekspres via telepon, Minggu (22/11).

Berdasarkan kajian sementara fakultas Pertanian dan Kehutanan Unpatti, lokasi yang layak sebagai kebun Raya di kawasan Leitimur Selatan, yakni Negeri Soya. Hanya saja, belum ada pembicaraan dengan perangkat desa setempat.

“Mungkin di daerah Soya, sesuai dengan kajian dari fakultas Pertanian dan Kehutanan. Masih terlalu awal kita bicarakan lokasinya. Tapi, rencananya memang disitu. Selain itu, belum ada pembicaraan dengan pihak Pemprov, pemerintah kota Ambon, perangkat desa serta masyarakat,” katanya.

Manfaat
Menurut Augy, pemerintah provinsi Maluku dan kota Ambon harus segera merespon kebijakan dan program nasional itu. Keberadaan kebun raya dinilai sangat bermanfaat bagi pelestarian tanaman lokal khas Maluku atau endemik. Selain itu, dapat dijadikan laboratorium alam bagi pengembangan ilmu pengetahuan, serta wisata.

“Tentu banyak sekali manfaatnya. Pertama, tentu untuk pelestarian tanaman ata tumbuhan lokal Maluku, karena dikuatirkan kedepannya berkurang bahkan punah. Selain itu, dapat dijadilan wahana ilmu pengetuan atau laboratorium hidup untuk penelitian. Kemudian bisa dilakukan riset untuk dijadikan obat,”pungkasnya.

Bob menambahkan, bukan hanya pelestarian flora (tanaman) endemik, namun kebun Raya juga bermanfaat sebagai daerah resapan air. Kemudian, dapat mencegah bencana alam berupa banjir dan longsor.

“Kalau manfaatnya sangat besar. Dengan adanya Kebun Raya, pulau Ambon akan terlindungi dari kerusakan alam. Misalnya, kalau hutannya rusak, maka sumber air untuk masyarakat kota Ambon akan terancam.

Kebun Raya ini juga direncanakan untuk mencakup daerah-daerah resapan air, yang tentunya sangat penting untuk warga kota,”paparnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan, ketersediaan udara yang bersih juga merupakan manfaat lain dari keberadaan Kebun Raya. Selain itu, Kebun Raya dapat dijadikan habibat fauna (hewan) endemik, seperti Kus-Kus Maluku (Phalanger ornatus) yang terdapat di Maluku dan Maluku Utara.

“Misalnya, Kus-Kus yang merupakan fauna endemic Maluku mulai terancam kehidupannya, karena ditembak habis-habisan oleh masyarakat untuk di makan. Padahal, ini kan hewan endemic yang semestinya dilindungi.

Begitu juga dengan hewan dan tumbuhannya lainnya. Karena punya peranan penting di dalam suatu lingkungan,”jelasnya.
Kepedulian Pemerintah

Menurut dia, pemerintah daerah provinsi Maluku, Kota Ambon hingga perangkat desa serta para intelektual di perguruan tinggi, sudah harus berpikir tentang keberlangsungan lingkungan dan kehidupan manusia di Kota Ambon 20 sampai 50 tahun mendatang.

Pasalnya, fenomena kerusakan lingkungan sebagai ruang hidup akibat pesatnya pembangunan sudah mulai dirasakan.

“Bagaimana kota ini tetap ada, sementara sumber-sumber pendukung kehidupan manusia sudah tidak diperhatikan mulai dari sekarang. Itu keliru sekali. Karena itu, baik pemda maupun cendekiawan di perguruan tinggi sudah harus berpikir ke arah itu,” imbuhnya.

Pertama, seluruh pemangku kepentingan sampai pada tingkat desa, harus menyadari bahwa Kebun Raya ini penting sebagai perlindung terhadap sumber daya alam yang ada di pulau Ambon. Terutama hutan dan Air. (TAB)

Most Popular

To Top