Tual Kembali Kondusif – Ambon Ekspres
Trending

Tual Kembali Kondusif

LANGGUR,AE— Pasca bentrok antar warga desa Fair, kota Tual dengan pemuda kawasan Pemda, kota Langgur Maluku Tenggara yang berujung tewasnya satu warga, kini mulai kondosusif keamanannya hingga tadi malam.

Kendati tidak ada lagi konsentrasi massa di masing-masing kubu, tetapi pihak keluarga bersama komponen organisasi kemahasiswaan dan pemuda menggelar aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Werhir kota Tual, Kamis (26/11).

Aksi demo gabungan organisasi kepemudaan kota Tual dan kabupaten Maluku Tenggara mendesak kepolisian mengungkap tewasnya Firman Rumaf (19), pemuda desa Fair yang diduga terkena tembak di bagian kepala.

“Kami mendesak kapolres Maluku Tenggara (Moh. Roem Ohoirat,red) segera mengusut pelaku yang diduga merupakan anggota polisi,” teriak salah satu wanita pendemo dalam orasinya yang berlangsung, siang kemarin.

Aksi demonstrasi direncanakan digelar di depan Mapolres Malra gagal dilaksanakan. Akhirnya pendemo hanya berorasi di kawasan Werhir kota Tual sejak siang sampai sore kemarin. Aksi demo dikawal ketat aparat TNI dari Kodim 1503/Tual dibantu anggota satuan 734/SNS Lorlabay.

Hingga saat ini pihak RSUD Karel Sadsuitubun Langgur belum dapat memberikan kepastian faktor kematian Nyong Rumaf atau Firman, korban yang tewas dalam bentrok. hasill visum belum keluar.

”Saya belum dapat memastikan hasil visum dari dokter menangani korban, kami sementara berkordinasi untuk memastikan,” ungkap dr.Ketty Notanubun,M.Kes saat dikonfirmasi, siang kemarin.

Dia berjanji, hasil visum baru dapat dilaporkan kepada pihak kepolisian, sebelum disampaikan kepada media massa. “Soal lukanya, saya tidak bisa memastikan, nantinya hasil visum akan diberikan resmi kepada kepolisian baru nanti diinfokan kepada media massa,” janjinya.

Kapolres Malra AKBP. Moh. Roem Ohoirat mengatakan kondisi keamanan di wilayah Malra dan kota Tual telah kondusif pasca bentrok. Pengamanan dilakukan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan.

“Kondisi keamanan hingga siang ini (kemarin,red) kondusif. Pengamanan dilakukan dengan melibatkan personel Brimob Tual dan anggota TNI dari Kodim 1503/Tual serta kompi bantuan 734/SNS Lorlabay,” ujarnya saat di konfirmasi. Dia juga membantah informasi adanya pasukan TNI yang menduduki kota Tual dan kota Langgur.

Mengenai tewasnya Firman Rumaf, Kapolres mengaku telah melayat ke rumah duka dan bertemu pihak keluarga. Mereka meminta agar kasus diusut secara transparan. “Karena keluarga meminta secara transparan.

Saya telah meminta pihak Propam dan Ditkrimum Polda Maluku untuk datang ke Tual melakukan penyelidikan sehingga kasus ini transparan dan semua dapat mengetahui,” tuturnya.

Kapolres menambahkan, penjelasan awal dokter, tewasnya Firman diduga terkena peluru. Namun, kebenaran akan dugaan itu belum dapat dipastikan menunggu hasil visum yang baru disampaikan dokter besok hari (hari ini,red).

Bagaimana dengan para pelaku bentrok, perwira dengan dua melati di pundak itu menegaskan pihaknya hingga kini belum menetapkan tersangka atau menahan pelaku bentrok. Pelaku pembacokan terhadap pemuda Ohoijang di kawasan Watdek juga belum diungkap. Namun pihaknya berjanji akan tetap menindaktegas yang bersalah.

“Pelaku dalam bentrok, belum ada ditangkap karena kami tidak bisa menetapkan tersangka tanpa ada penyelidikan melalui berita acara. Perlu ada kesaksian dan pembuktian. Saya meminta agar warga yang diduga terlibat tidak melakukan aktivitas keluar daerah menunggu ada proses penyelidikan,” tuturnya.

Selain Rumaf, beberapa korban kena bacok dan senjata tajam sementara menjalani perawatan di rumah sakit sekitar. Salah satunya, Andre Ubro, pemuda Ohoijang yang kena bacok di kawasan watdek. Dia sementara dalam perawatan medis.

Andre dibacok pada bagian punggung kanan dan kaki sebelah kanan. Luka bacoknya tidak serius dan dapat ditangani petugas rumah sakit Hati Kudus Langgur. Orang tua, Andre mendesak Polres Malra menangkap pelaku pembacokan yang telah diketahui identitasnya.

“Saya sudah mintakan pengacara untuk melaporkan pembacokan anak saya di Polres Malra. Biarlah nanti polisi yang mengusut,” kata Nico Ubro, ayah dari Andre Ubro saat menghubungi koran ini.

Nico yang juga Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Malra itu meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku utama pembacokan yang telah diketahui identitasnya. “Kita minta pelaku segera ditangkap,” desaknya.

Hingga berita ini naik cetak, kondisi kota Langgur dan kota Tual berjalan normal. Aparat keamanan TNI/Polri yang disiagakan di beberapa lokasi bentrok telah ditarik kembali. Hanya saja lokasi bentrok utama di depan RSUD Karel Sadsuitubun Langgur masih disiagakan personel keamanan. (SAT/MG)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!