Jaksa Siap Usut Terminal Transit – Ambon Ekspres
Trending

Jaksa Siap Usut Terminal Transit

AMBON,AE— Kejaksaan Negeri Ambon segera menyelidiki dugaan ketidakberesaan dalam penggunaan uang negara untuk pembangunan terminal Transit Passo, di Negeri Passo.

Kapan akan dilaksanakan, jaksa memilih merahasiakannya. Namun, beberapa pihak akan dimintai keterangan termasuk kontraktor dan dinas terkait.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, Marvie de Queljoe mengatakan, pembangunan Terminal Transit menggunakan sistem tahun jamak (Multiyears), karena itu membutuhkan anggaran yang besar, sementara kekuatan anggaran di pemerintah kota Ambon terbatas.

Akibatnya proyek jumbo itu tertunda dalam penyelesainnya hingga saat ini.
Meski demikian, bukan berarti itu bisa dipahami dan diterima begitu saja oleh masyarakat. Pasti ada yang menduga terjadi penyalahgunaan anggaran pembangunan, karena sudah banyak anggaran habis, tapi Terminal belum rampung.

Karena itu, kata de Queljoe, pihaknya siap menelesuri penggunaan uang negara dalam proyek yang dikerjakan sejak tahun 2011 itu setelah mengantongi data-data tentang proyek tersebut.

“Kita bisa telusuri dengan pertama melihat kontrak dan RAB (Rincian Anggaran Biaya). Baik itu untuk tiap tahap pembangunan atau untuk semua tahap,” kata de Queljoe di ruang kerjanya, Selasa (1/12).

Sehingga, kata de Queljoe, bagi masyarakat yang memiliki data-data dapat menyampaikan kepada pihaknya untuk dipelajari dan ditindaklanjuti, bila ditemukan kejanggalan.

“Misalnya kita lihat dalam kontrak, tiang pancang yang harus dibangun adalah 10, tapi kita cek di lapangan, ternyata hanya ada delapan buah. Nah, ini bisa menjadi indikasi untuk diselidiki lebih lanjut,” jelasnya.

Berdasarkan data Ambon Ekspres, proyek ini direncanakan menelan anggaran sebesar sekitar Rp75 miliar. Hingga tahun ini, sudah sekitar Rp38 miliar yang digunakan. Lebih banyak bersumber dari ABPD kota Ambon.

Anggota komisi III DPRD kota Ambon, Ridwan Hasan mengatakan, proyek Terminal Transit itu tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sehingga, butuh waktu untuk menyelesaikan. Sebab, anggaran lebih banyak bersumber dari APBD kota Ambon. Bila anggaran terus gelontorkan ke sana, tentu bisa mengganggu program yang lain.

“Jadi memang, kita harapkan agar Terminal Transit cepat selesai, hanya saja membutuhkan anggaran yang cukup besar. Makanya, nanti mungkin ada bicara dengan Kementerian untuk penambahan anggaran,” ungkapnya.

Terkait dugaan penyalahgunaan, anggaran proyek itu, Ridwan Hasan mengatakan itu akan menjadi perhatian komisi III DPRD kota Ambon. Sebab, anggaran yang telah habis, sudah cukup banyak, tentu publik mempertanyakannya.

“Ini kan ada bebarapa perusahaan yang menangani pekerjaan di sana. Jadi, proyek itu sampai di mana, sampai saati ini belum pernah kita turun kesana, misalnya untuk pengawasan di situ,” ungkapnya.

Terkait penggunaan anggaran proyek Terminal Transit, akan dibicarakan di internal komisi III. Bila perlu, memanggil para pihak terkait untuk meminta penjelasan tentang pengunaan anggaran proyek selama ini.

“Apakah seimbang dengan pekerjaan yang sekarang atau belum. Jadi nanti dibahas di komisi, dan kita turun ke sana,” katanya.

Bila ada indikasi penyalahgunaan anggaran proyek tersebut, apakah akan didorong untuk diproses secara hukum? Politisi partai Bulan Bintang (PBB) itu menegaskan, itu baru dapat ditentukan setelah pihaknya membahasnya secara resmi di internal komisi.

Direktur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, Jan Sariwating mengapresiasi sikap DPRD Kota Ambon, memberikan perhatian pada proyek tersebut. Ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan para wakil rakyat itu.

“Kita mendorong DPRD agar melaksanakan rencana tersebut. Terutama terkait penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Ambon. Kalau nanti DPRD menemukan indikasi penyalahgunaan anggaran, kita berharap ditindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD,” ujarnya. (MAN)

Most Popular

To Top