Kemarau Panjang, Air Kian Terbatas – Ambon Ekspres
Trending

Kemarau Panjang, Air Kian Terbatas

AMBON,AE— Musim kemarau di Maluku, masih akan bertahan hingga awal tahun 2016. Kondisi ini mempengaruhi ketersediaan debit air di beberapa wilayah termasuk di Kota Ambon. Sementara suhu udara masih dibawah normal, meski pada siang dan malam hari suhunya terasa panas.

Kondisi ini berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pattimura Ambon, masih dipengaruhi oleh badai panas EL-Nino. Sejumlah sumur warga di beberapa lokasi di Kota Ambon juga mulai mengering.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy kepada koran ini Selasa kemarin menjelaskan, dampak El-Nino lebih terasa di kawasan Indonesia Timur ini, daripada Indonesia Barat.

“Bulan ini, terjadi masa transisi, dari musim kemarau ke musim penghujan, atau berakhirnya gejala El-Nino yang mengakibatkan kekeringan itu,”katanya.

Meski telah masuk dalam masa transisi, namun kata Mahubessy, belum bisa ditentukan, kapan terjadinya hujan. Ini disebabkan kekeringan masih terus berlanjut hingga akhir atau awal tahun depan.

“Yang seharusnya saat ini, itu terjadinya hujan dengan kecepatan antara 68-70 milimeter perjam, normal. Tetapi malah yang terjadi saat ini hanya 13 milimeter dan itu jauh dibawa normal. Dan kondisi hujan dengan kisaran 13 milimeter perjam akan berlangsung sampai akhir Desember nanti,” jelasnya

Setelah Desember nanti, Lanjut dia, hujan akan kembali terjadi dengan kecepatan antara 50 sampai 100 milimeter perjam. Namun lanjut dia, belum dikatakan normal, disebabkan pada kondisi alam saat ini.

“Normal dengan catatan 50 samapi 100 milimeter perjam itu, belum bisa kita jamin. Dan kemungkinan 13 milimeter perjam saat ini masih berlangsung. Kalau 50-100 milimeter perjam itu akan berjalan normal sesuai dengan berakhirnya El-Nino itu, sekitar Febuari nanti,”paparnya.

Mahubessy menambahkan saat ini suhu mengalami penurunan drastis sampai dibawah kondisi normal. “Saat ini dan akan berlangsung sampai akhir desember nanti, suhu baik siang maupun malam, rata-rata 22-24 derajat Celsius. Itu artinya masih dibawah normal.

Kalau normalnya 25 celcius keatas kelembaban udara sendiri itu antar 70 hingga 85 celcius, artinya normal. Kecepatan angin sendiri itu berkisar 3 kilometer perjam, dibawah normal,” paparnya.

Ditempat terpisah Kepala BKBL LIPI Ambon, Augy Syahalaitua yang dimintai tanggapannya mengatakan, menajemen sumber air perlu untuk ditata guna mengantisipasi terjadinya krisis air di musim kemarau seperti yang terjadi saat ini. Ada banyak daerah yang sudah mengalami krisis air, sebelum musim kemarau tiba.

“Sebagian besar wilayah di Maluku, memang sudah mengalami kekeringan atau kurangnya debit air, sebelum musim kemarau saat ini terjadi. Misalnya Aru, Kemudian daerah MBD (Maluku Barat Daya) dan MTB (Maluku Tenggara Barat).

Mestinya manejemen sumber air itu dikelola dengan baik. Jangan tunggu sampai musim kemarua baru sumber air itu di kelola. Ini yang tidak boleh,” kata Syahailatua, ketika dihubungi koran ini, sore kemarin.

Dia menyarankan, pengelolaan air segera dilakukan ketika musim penghujan tiba, sehingga air itu tidak di buang ke laut secara cuma-cuma. Ini sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan seperti yang terjadi saat ini.

“Kita harus membuat sumur resapan air, untuk menyimpan air didalam tanah ketika musim hujan tiba. Biar saat terjadi kemarau, air yang disimpan itu bisa kita gunakan. Artinya saat musim hujan itu merupakan musim panen air, nah air kita simpan lagi dengan membuat sumur-sumur itu,”paparnya.

Menurutnya, pemerintah harus membatasi pemakaian air secara berlebihan oleh masyarakat, termasuk juga melakukan pengawasan terhadap pemanfaat debit air. Hal itu disebabkan gejala El-Nino yang berpengaruh pada terjadinya musim kemarau akan terjadi hingga awal tahun 2016 mendatang.

“Untuk kota Ambon itu, di kawasan Air besar, kemudian Gunung Nona, terus di kawasan Latuhalat dan beberapa kawasan lain, yang sumber airnya masih ada. Ini penting ditata agar tersedianya air sepanjang musim kemarau. Kalau tidak dilakukan, pemerintah yang akan sulit sendiri,”tandasnya.(AHA)

Most Popular

To Top